Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mulai dari Kebebasan Tanpa Busana sampai Menekan Ibu Jari, Ini 10 Tradisi Unik yang Hanya Ada di Jerman

Nurul Fitriyah • Senin, 14 Oktober 2024 | 20:30 WIB

Ilustrasi laki-laki dan perempuan dengan bendera Jerman. (Dok. Freepik)
Ilustrasi laki-laki dan perempuan dengan bendera Jerman. (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Kebudayaan Jerman kaya akan tradisi unik yang mencerminkan nilai-nilai dan cara hidup masyarakatnya. Mulai dari konsep kebebasan tanpa busana hingga kebiasaan menekan ibu jari sebagai simbol harapan, setiap tradisi menawarkan wawasan menarik tentang kehidupan sehari-hari di Jerman.

Jerman merupakan negara di Eropa Tengah yang dikenal dengan sejarah, budaya, dan kontribusinya dalam ilmu pengetahuan dan seni. Dengan pemandangan alam yang indah, arsitektur megah, dan masyarakat yang beragam, Jerman menawarkan pengalaman unik bagi setiap pengunjung.

Tradisi merujuk pada nilai, norma, dan praktik yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam suatu budaya. Memahami tradisi penting untuk menghargai identitas dan kekayaan budaya yang membentuk kehidupan masyarakat.

Berikut 10 Tradisi Unik Hanya Ada di Jerman Dilansir dari Laman lingoda.com: 

  1. Gila dengan Pasar Natal

Pasar Natal di Jerman menghadirkan suasana magis yang sulit ditemukan di tempat lain. Setiap tahun, ribuan pengunjung berkumpul untuk menikmati berbagai kuliner khas, termasuk Glühwein, sambil berkeliling kios yang menjual barang-barang kerajinan tangan.

Pasar-pasar ini tidak hanya mencerahkan suasana di musim dingin, tetapi juga menjadi ajang berkumpulnya keluarga dan teman-teman. Kebiasaan ini membuat Natal di Jerman terasa sangat istimewa.

Contoh di pasar Natal Nuremberg, pengunjung bisa mencicipi kue Lebkuchen yang terkenal. Suasana meriah ini membuat semua orang merasa hangat meski cuaca dingin. 

Baca Juga: Viral Jastip Sushi Bikin Mual, Cek Enam Tanda Sushi Sudah Basi dan Tak Layak Makan

  1. Menggantung Barang Hilang di Pohon

Ketika melihat sebuah benda tergantung di pohon, hal ini menandakan bahwa seseorang telah kehilangan barang tersebut. Inisiatif ini bertujuan agar pemilik dapat dengan mudah menemukan barang yang hilang, sehingga mengurangi kemungkinan barang tersebut hilang selamanya. 

Tradisi ini mencerminkan cara berpikir kreatif masyarakat Jerman dalam menghadapi masalah sehari-hari. Dengan menggantung barang, semua orang dapat saling membantu dalam menemukan benda-benda yang hilang.

Misal seseorang kehilangan payung dan menggantungnya di pohon dekat taman. Dengan cara ini, pemilik payung dapat melihatnya dengan lebih jelas.

  1. Tradisi Natal Jerman: Krampus

Krampus merupakan salah satu tradisi Natal di Jerman yang tidak kalah menarik. Berbeda dengan Santa Claus, Krampus memiliki peran untuk menghukum anak-anak yang berperilaku nakal, yang membuatnya menjadi sosok yang menakutkan sekaligus mendidik.

Tradisi ini mengajarkan pentingnya perilaku baik, dengan anak-anak meletakkan sepatu di luar pintu untuk mendapatkan hadiah sesuai dengan tingkah laku mereka. Keberadaan Krampus menambah warna tersendiri dalam perayaan Natal di Jerman.

Seperti pada malam Krampusnacht, anak-anak menantikan kedatangan Krampus dengan harapan mendapatkan hadiah. Di beberapa daerah, ada parade yang menampilkan sosok Krampus yang menakutkan.

  1. Pesta Oktober

Oktoberfest adalah festival bir terbesar di dunia yang diadakan di Munich. Festival ini menampilkan beragam bir, makanan lezat, dan kegembiraan yang tiada tara.

Meskipun namanya mengisyaratkan bulan Oktober, acara ini kini dimulai pada akhir September untuk memanfaatkan cuaca yang lebih baik. Dengan mengenakan Lederhosen, pengunjung bisa merasakan pengalaman autentik yang menjadi bagian dari tradisi ini.

Contoh setiap tahun, Oktoberfest menarik jutaan pengunjung dari berbagai belahan dunia. Suasana kegembiraan membuat semua orang larut dalam keceriaan.

  1. Tradisi Perayaan Ulang Tahun 

Di Jerman, mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" sebelum hari sebenarnya dianggap membawa sial. Oleh karena itu, perayaan ulang tahun dilakukan pada hari itu atau setelahnya.

Hal yang menarik, pada hari ulang tahun, orang yang berulang tahun biasanya memberikan hadiah kepada tamu undangan. Tradisi ini menciptakan suasana unik dalam merayakan hari spesial seseorang. 

Misal seorang teman merayakan ulang tahunnya dengan pesta setelah hari sebenarnya. Semua tamu berusaha memberikan kejutan dengan membawa hadiah. 

Baca Juga: Viral Tren Boyfriend Application Sudah Sampai Tangerang Selatan, Terobosan Baru atau Hanya Sensasi dalam Pencarian Pasangan di Era Digital?

  1. FKK (Freikörperkultur)

Budaya FKK di Jerman mengedepankan konsep kebebasan untuk bertelanjang tanpa hubungan seksual. Tradisi ini lebih berkaitan dengan kenyamanan dan relaksasi saat menikmati alam, baik saat berenang maupun bersantai di sauna.

Berasal dari penolakan terhadap industrialisasi, FKK kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang menghargai kebebasan. Pengalaman ini memberikan suasana santai dan inklusif bagi semua orang.

Seperti di pantai yang ramah FKK, orang-orang dapat menikmati sinar matahari dengan nyaman tanpa pakaian. Ini menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan. 

  1. Tetap Menyilangkan Jempol

Ungkapan "Ich drücke die Daumen" memiliki makna yang sama dengan pepatah Inggris "I'll keep my fingers crossed". Dalam konteks bahasa Jerman, menekan ibu jari menjadi simbol harapan dan keberuntungan.

Tradisi ini menunjukkan keunikan budaya dalam memberikan semangat dan dukungan kepada orang lain. Dengan cara ini, ungkapan sederhana ini menjadi bagian dari interaksi sosial yang positif. 

Contoh ketika teman menghadapi ujian, teman-teman akan mengucapkan semoga beruntung sambil menekan ibu jari. Tindakan ini menunjukkan dukungan tanpa kata-kata.

  1. Frische Luftdan Lüften

Di Jerman, frische Luft (udara segar) merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat persyaratan hukum untuk mengangin-anginkan ruangan setiap hari, yang dikenal sebagai lüften, demi menjaga kualitas udara dan mencegah pertumbuhan jamur.

Kebiasaan ini menunjukkan komitmen masyarakat terhadap kesehatan dan kenyamanan di rumah. Dengan membuka jendela secara teratur, udara segar akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat. 

Misal setiap pagi, warga Jerman membuka jendela untuk mendapatkan udara segar. Ini sudah menjadi rutinitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

  1. Salamramah di Ruang Publik

Di ruang dokter dan lift, mengucapkan "halo" dan "selamat tinggal" menjadi tradisi yang kuat di Jerman. Meskipun orang Jerman cenderung pendiam di tempat umum, interaksi ini menciptakan suasana ramah.

Tradisi ini mencerminkan sikap saling menghormati dan memberikan rasa nyaman dalam situasi sosial. Kebiasaan ini melibatkan semua generasi, sehingga tetap terjaga hingga kini.

Seperti saat memasuki lift, semua penumpang saling menyapa meski tidak saling mengenal. Suasana ini membuat pengalaman di lift terasa lebih bersahabat.

  1. Kecintaan pada Hari Libur 

Orang Jerman sangat menghargai keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Dengan undang-undang yang mengharuskan minimal 20 hari libur berbayar setiap tahun, banyak perusahaan memberikan tambahan hari libur.

Keluarga dan waktu berkumpul dianggap sangat penting, sehingga banyak bisnis tutup pada hari Minggu. Dengan tradisi ini, orang Jerman menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam menghargai waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

Contoh banyak keluarga Jerman merencanakan liburan bersama untuk menghabiskan waktu berkualitas. Liburan dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. 

Tradisi unik di Jerman, mulai dari kebebasan tanpa busana hingga menekan ibu jari, mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakatnya. Memahami tradisi ini tidak hanya memberikan wawasan tentang kehidupan sehari-hari di Jerman, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang keberagaman budaya di dunia.

 

Editor : Hendra