JawaPos.com – Kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Teknologi tersebut tidak lagi sekadar menjadi inovasi digital, tetapi mulai dimanfaatkan untuk membantu berbagai kebutuhan, termasuk proses pembelajaran dan layanan kesehatan.
Salah satu upaya menghadirkan solusi berbasis AI dilakukan Sinar Mas bersama iFLYTEK melalui PT Brilian Teknologi Sejahtera (BTS). Perusahaan patungan tersebut mengembangkan berbagai solusi AI yang menyasar sejumlah sektor strategis, di antaranya pendidikan dan kesehatan.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah menilai pemanfaatan AI menjadi penting ketika teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ini bagus sekali, luar biasa. Kalau kita lihat, ada inovasi-inovasi yang memang menyentuh kebutuhan kita. Dalam edukasi, hal itu menjadi sangat penting dalam membantu menghadirkan inovasi,” ujar Edwin dalam keterangan tertulisnya.
AI Bantu Proses Pembelajaran di Kelas
Salah satu teknologi yang diperkenalkan BTS adalah smart board dan smart whiteboard. Perangkat tersebut dirancang untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dengan memanfaatkan teknologi AI.
Fungsinya tidak berhenti sebagai papan tulis digital. Teknologi tersebut juga dapat membantu siswa memahami tahapan penyelesaian soal secara bertahap sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih interaktif.
Pemanfaatan AI dalam pendidikan dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara langsung.
AI Dukung Layanan Kesehatan Primer
Pemanfaatan AI juga diperkenalkan di sektor kesehatan. BTS menunjukkan solusi yang dirancang untuk membantu tenaga medis dalam proses diagnosis, terutama pada layanan kesehatan primer.
Sistem tersebut dapat membantu mencocokkan gejala yang dialami pasien dengan kemungkinan diagnosis. Teknologi itu juga dapat memberikan dukungan bagi tenaga medis dalam mengevaluasi kesesuaian penggunaan obat.
Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi pendukung bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan medis, khususnya pada layanan kesehatan primer.
Tata Kelola AI Tetap Jadi Perhatian
Managing Director Sinar Mas Ferry Salman menekankan bahwa perkembangan AI perlu diikuti dengan tata kelola yang memadai. Menurut dia, pengembangan teknologi tidak cukup hanya mengejar kecanggihan, tetapi juga harus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Semua ini harus sudah regulated. Jadi, harus ada surveillance dan control-nya juga. Namun, inclusivity adalah yang paling penting, supaya teknologi ini dapat memakmurkan masyarakat Indonesia dan membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih sejahtera,” ujar Ferry.
Dorongan terhadap pemanfaatan AI di sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan juga sejalan dengan kebutuhan Indonesia menghadapi percepatan transformasi digital.
Tantangannya kini bukan hanya bagaimana menciptakan teknologi AI yang semakin canggih. Lebih dari itu, teknologi tersebut perlu diterapkan secara aman, bertanggung jawab, inklusif, dan mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Melalui pengembangan solusi di bidang pendidikan dan kesehatan, AI mulai menunjukkan pergeseran fungsi dari sekadar teknologi baru menjadi alat pendukung berbagai aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Editor : Hendra