JawaPos.com - Psikologi mengungkap bahwa karakter buruk seseorang mudah dikenali dari pola-pola perilaku nyata yang secara konsisten mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang dengan karakter buruk cenderung egois, impulsif, dan tidak segan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari orang-orang di sekitar mereka.
Mengenali perilaku yang mencerminkan karakter buruk lebih awal bisa menyelamatkan seseorang dari rasa frustrasi dan luka yang tidak perlu dalam sebuah hubungan.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (23/7), inilah 10 perilaku yang menurut psikologi menjadi tanda paling mudah dikenali bahwa seseorang memiliki karakter yang bermasalah dan perlu diwaspadai.
Baca Juga: Suka Nonton Film Horor? Psikologi Ungkap 4 Sifat Kecerdasan Langka yang Kamu Miliki
1. Cara Mereka Memperlakukan Orang yang Tidak Menguntungkan Mereka
Orang dengan karakter buruk berpusat pada diri sendiri dan hanya fokus pada apa yang bisa mereka peroleh dari seseorang tanpa benar-benar peduli pada orang itu.
Mereka hampir selalu menghilang saat situasi menjadi sulit dan tidak lagi menawarkan manfaat langsung bagi kepentingan pribadi mereka.
Padahal riset membuktikan bahwa tindakan kebaikan justru meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis, sesuatu yang sama sekali tidak mereka sadari.
2. Apakah Kepribadian Mereka Berubah di Depan Orang yang Berbeda
Orang yang tulus hampir selalu mempertahankan kepribadian yang sama, baik di tempat kerja, di antara teman, maupun saat bersama orang asing.
Sebaliknya, orang dengan karakter buruk terus mencari cara membangun koneksi yang menguntungkan dan tidak segan mengubah kepribadian mereka untuk mencapai tujuan tersebut.
Ketidakkonsistenan kepribadian ini adalah sinyal kuat bahwa seseorang lebih tertarik pada keuntungan pribadi daripada pada keaslian dan kejujuran dalam hubungan.
3. Bagaimana Mereka Bereaksi saat Terjadi Konflik
Psikolog George S. Everly Jr. menegaskan bahwa konsistensi perilaku seseorang selama konflik adalah faktor penentu yang sangat penting untuk menilai karakter mereka.
Orang dengan karakter baik cenderung tetap berpikiran jernih dan terbuka, sementara mereka yang berkarakter buruk memanipulasi dan menolak bertanggung jawab.
Cara seseorang merespons kesulitan jauh lebih mengungkapkan karakter asli mereka dibanding bagaimana mereka bersikap saat semuanya berjalan mulus dan menyenangkan.
4. Respons Mereka saat Teman-Teman Mereka Berhasil
Teman sejati merasakan kegembiraan yang tulus saat orang-orang yang mereka sayangi meraih keberhasilan, apapun yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka sendiri.
Orang dengan karakter buruk mudah dikenali dari cara mereka merespons kabar baik teman, apakah mereka benar-benar antusias atau justru diam sambil berkomentar negatif di belakang.
Reaksi terhadap kesuksesan orang lain adalah salah satu cermin paling jujur yang mengungkapkan apakah seseorang benar-benar mendukung atau hanya berpura-pura peduli.
5. Apakah Mereka Berbohong tentang Hal-Hal Kecil yang Tidak Penting
Psikolog klinis David J. Ley menjelaskan bahwa orang sering berbohong untuk mengendalikan situasi dan mendapatkan reaksi atau keputusan yang mereka inginkan.
Berbohong tentang hal-hal kecil yang sama sekali tidak penting adalah tanda yang sangat jelas bahwa seseorang menggunakan kebohongan sebagai alat manipulasi rutin.
Ketika seseorang terus-menerus berbohong hanya untuk mengontrol narasi, itu bukan lagi kebohongan putih melainkan pola manipulatif yang sangat perlu diwaspadai.
6. Apakah Mereka Gemar Bergosip secara Berlebihan
Bergosip tentang hal ringan mungkin tidak selalu buruk, namun ketika seseorang terus-menerus membicarakan kejelekan orang yang mereka sebut teman atau keluarga, itu adalah masalah besar.
Perilaku ini mencerminkan ketidakjujuran yang mendalam dan kecenderungan merendahkan orang lain demi merasakan superioritas yang dangkal dan tidak sehat.
Orang-orang di sekitar mereka biasanya cepat merasa tidak nyaman dan akhirnya menjauh dari energi negatif yang terus-menerus disebar melalui gosip beracun.
7. Apakah Mereka Mudah Mengingkari Janji
Orang baik merasa sangat menyesal ketika tidak bisa menepati janji dan akan berusaha memberikan permintaan maaf yang tulus serta mencari cara untuk memperbaikinya.
Terapis Cara Gardenswartz menjelaskan bahwa permintaan maaf yang tulus dimulai dari pengakuan atas kerugian yang ditimbulkan dan penerimaan tanggung jawab sepenuhnya.
Orang dengan karakter buruk tidak memiliki masalah dalam mengingkari janji dan biasanya mencari alasan lemah tanpa pernah benar-benar menerima tanggung jawab atas tindakan mereka.
Baca Juga: Tanpa Disadari, Ini 9 Perilaku Self Sabotage yang Menandakan OrangTidak Bahagia Menurut Psikologi
8. Apakah Mereka Kurang Memiliki Empati terhadap Orang Lain
Orang baik secara alami berempati kepada orang lain karena empati adalah bagian mendasar dari evolusi manusia yang telah berkembang selama ribuan tahun.
Orang dengan karakter buruk hanya memikirkan diri sendiri dan tidak pernah merenungkan dampak perilaku mereka terhadap perasaan dan kehidupan orang-orang di sekitar.
Dari menyalahkan orang lain hingga bersikap dingin secara emosional, pola perilaku ini mengungkapkan seberapa dalam kekosongan empati yang ada dalam diri mereka.
9. Apakah Mereka Memposisikan Diri sebagai Korban saat Dikonfrontasi
Psikolog klinis berlisensi Jennifer Caspari menjelaskan bahwa membuka diri dan menjadi diri sendiri membangun penerimaan diri, memperkuat hubungan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Orang yang manipulatif justru akan pura-pura menangis dan menyalahkan semua orang selain diri sendiri ketika dihadapkan dengan konsekuensi tindakan mereka.
Dampak dari manipulasi seperti ini sering baru disadari setelah kerugian yang cukup besar sudah terjadi, menjadikan kewaspadaan sejak awal sangat penting.
10. Loyalitas Mereka yang Hanya Muncul saat Menguntungkan Diri Sendiri
Loyalitas yang sesungguhnya tidak bersyarat, namun orang dengan karakter buruk hanya setia ketika situasinya menguntungkan mereka secara langsung.
Mereka tidak berkomitmen pada orang atau pekerjaan karena itu hal yang benar untuk dilakukan, melainkan karena ada manfaat yang bisa mereka petik untuk diri sendiri.
Pola loyalitas yang kondisional ini menjadi sangat jelas ketika keadaan mulai sulit dan mereka dengan cepat memilih untuk pergi tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Baca Juga: 9 Ucapan yang Sering Keluar dari Orang Tidak Kompeten Menurut Psikologi
Editor : Candra Mega Sari