Selasa, 21 Juli 2026
Logo

7 Kebohongan Kecil yang Bikin Hubungan Lebih Sehat dan Harmonis Menurut Psikologi

Selasa, 21 Jul 2026 | 19:34 WIB
Ilustrasi seseorang yang berbohong kepada pasangannya (Magnific)
Ilustrasi seseorang yang berbohong kepada pasangannya (Magnific)

 

JawaPos.com - Hubungan yang sehat sering kali dikaitkan dengan satu prinsip utama: kejujuran. Sejak kecil kita diajarkan bahwa pasangan yang baik adalah pasangan yang selalu berkata jujur. Namun, benarkah setiap kejujuran harus diucapkan tanpa filter?

Psikologi modern menunjukkan bahwa kenyataannya jauh lebih kompleks. Dalam hubungan romantis, tidak semua kebohongan bersifat merusak. Ada jenis kebohongan tertentu yang justru berfungsi sebagai "pelumas sosial" (social lubricant), yaitu membantu menjaga keharmonisan, mengurangi konflik yang tidak perlu, dan melindungi perasaan pasangan.

Tentu saja, ini bukan berarti kebohongan besar seperti perselingkuhan, manipulasi keuangan, atau menyembunyikan fakta penting bisa dibenarkan. Yang dimaksud adalah kebohongan kecil yang bertujuan menjaga hubungan, bukan mengambil keuntungan pribadi.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (21/7), terdapat tujuh kebohongan tak terduga yang menurut psikologi justru dapat membantu hubungan tetap sehat jika dilakukan dengan niat yang tepat.

1. "Aku Baik-Baik Saja"

Sekilas, kalimat ini terdengar seperti bentuk ketidakjujuran. Padahal dalam banyak situasi, seseorang memang membutuhkan waktu untuk memproses emosinya sebelum mampu berbicara dengan tenang.

Misalnya, setelah terjadi pertengkaran kecil, seseorang mungkin berkata, "Aku baik-baik saja," bukan karena tidak sedih, tetapi karena ia belum siap membahas masalah tersebut.

Dalam psikologi, kemampuan mengatur emosi sebelum berdiskusi disebut emotional regulation. Menunda pembicaraan hingga emosi lebih stabil sering kali menghasilkan komunikasi yang jauh lebih sehat dibandingkan melampiaskan kemarahan saat itu juga.

Namun, kebohongan ini hanya sehat jika bersifat sementara. Setelah emosi mereda, pasangan tetap perlu membicarakan apa yang sebenarnya dirasakan.

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Artikel Terkait

Menurut Psikologi, Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menyela Pembicaraan Tanpa Sadar

Menurut Psikologi, Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menyela Pembicaraan Tanpa Sadar

Inilah 7 ciri kepribadian yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang sering menyela pembicaraan menurut psikologi.

Tak Bisa Tidur Tanpa Kipas Angin? Ini 9 Kepribadian Tersembunyi yang Kamu Miliki Menurut Psikologi

Tak Bisa Tidur Tanpa Kipas Angin? Ini 9 Kepribadian Tersembunyi yang Kamu Miliki Menurut Psikologi

Inilah sembilan ciri kepribadian yang paling sering ditemukan pada orang-orang yang tidak bisa tidur tanpa kipas menyala.

Menurut Psikologi, Ini 10 Hobi yang Bikin Kepribadian Introvert Lebih Bahagia

Menurut Psikologi, Ini 10 Hobi yang Bikin Kepribadian Introvert Lebih Bahagia

Inilah 10 hobi yang sering membuat orang dengan kepribadian introvert merasa lebih bahagia dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia