Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Tanpa Disadari, Ini 9 Perilaku Self Sabotage yang Menandakan OrangTidak Bahagia Menurut Psikologi

Mohammad Maulana Iqbal • Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi orang tidak bahagia yang menghambat diri sendiri (Magnific)
Ilustrasi orang tidak bahagia yang menghambat diri sendiri (Magnific)

 

JawaPos.comPsikologi self-sabotage mengungkap bahwa tanda orang tidak bahagia paling sering terlihat dari cara mereka menghambat diri sendiri dari kebahagiaan yang sebenarnya bisa mereka raih.

Harga diri rendah adalah akar dari berbagai pola perilaku self-sabotage yang membuat seseorang terus-menerus merusak peluang dan hubungan yang ada dalam hidupnya.

Psikologi self-sabotage menjelaskan bahwa menghambat diri sendiri memberikan kelegaan sementara dari rasa tidak nyaman namun mengorbankan kebahagiaan jangka panjang yang lebih bermakna.

Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (23/7), inilah sembilan tanda orang tidak bahagia yang secara psikologi menghambat diri sendiri akibat harga diri rendah yang belum pernah benar-benar diselesaikan.

Baca Juga: Cuma Dicari saat Butuh? Ini 5 Tanda Persahabatan Satu Sisi dan Cara Memperbaikinya Menurut Psikologi

1. Berpikir Semua Orang Memusuhi atau Meremehkan Mereka

Harga diri rendah mendorong seseorang untuk memproyeksikan rasa tidak berharga yang ada di dalam dirinya ke arah orang-orang di sekitar mereka.

Mereka mulai meyakini bahwa atasan, pasangan, atau teman menganggap mereka tidak cukup baik, padahal persepsi itu lebih mencerminkan kondisi batin mereka sendiri.

Keyakinan ini membuat mereka menyerah sebelum mencoba karena tidak percaya bahwa mereka layak mendapatkan hal-hal yang sebenarnya ingin mereka raih.

2. Tidak Mempercayai dan Tidak Mendukung Diri Sendiri

Orang yang menghambat diri sendiri cenderung membuat alasan, menghindari tanggung jawab, dan bertahan dalam zona nyaman daripada mengambil kendali atas arah hidup mereka.

Psikolog klinis Dr. Patrick McElwaine menjelaskan bahwa ketakutan terhadap perubahan adalah hal alami karena otak memang lebih memilih yang dikenal daripada yang tidak pasti.

Harga diri rendah membuat seseorang memilih kehidupan yang mudah dan menghindari komunikasi jujur dengan diri sendiri tentang apa yang sebenarnya mereka inginkan.

3. Membiarkan Orang Lain Menentukan Arah Hidupnya

Orang tidak bahagia sering menyerahkan kendali hidup mereka kepada orang lain karena merasa semua orang tahu lebih baik tentang apa yang tepat untuk diri mereka sendiri.

Pola ini membuat mereka tidak memiliki kontrol atas keputusan penting dalam hidup dan akhirnya tidak bisa mempertanggungjawabkan arah yang mereka tempuh.

Psikologi self-sabotage menegaskan bahwa hanya diri sendiri yang benar-benar mengenal kebutuhan dan nilai-nilai yang seharusnya menjadi dasar setiap keputusan dalam hidup.

4. Membiarkan Rasa Takut Mengambil Alih Setiap Keputusan

Harga diri rendah menciptakan keyakinan bahwa seseorang tidak cukup baik untuk mendapatkan apa yang diinginkan, sehingga rasa takut menjadi alasan utama untuk menyerah.

Psikolog Dr. Sandra Cohen menyarankan agar seseorang tidak mendengarkan suara batin yang merendahkan dan terus mencari kebaikan dalam diri meski rasa tidak aman terus muncul.

Menyerah terasa lebih mudah dalam jangka pendek, namun kebiasaan ini secara perlahan menekan potensi nyata seseorang dan mengunci mereka dalam kehidupan yang jauh di bawah kemampuan.

5. Berharap Diselamatkan oleh Orang Lain dari Masalahnya Sendiri

Tanda orang tidak bahagia yang sering diabaikan adalah pola menunda semua hal hingga krisis terjadi agar orang lain turun tangan dan membantu menyelamatkan mereka.

Ketergantungan ini bukan hanya tentang mencari solusi praktis, melainkan juga tentang kebutuhan mendalam untuk merasa dicintai dan diperhatikan oleh orang-orang di sekitar mereka.

Psikologi self-sabotage menjelaskan bahwa menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain membuat seseorang semakin kehilangan kemampuan untuk percaya dan berdiri atas diri sendiri.

Baca Juga: 9 Ucapan yang Sering Keluar dari Orang Tidak Kompeten Menurut Psikologi

6. Selalu Hadir untuk Orang Lain namun Mengabaikan Diri Sendiri

Menghambat diri sendiri juga terjadi ketika seseorang menghabiskan seluruh energinya untuk memenuhi kebutuhan orang lain sambil terus mengabaikan kebutuhan dan keinginan pribadinya.

Ketakutan akan ditinggalkan mendorong mereka untuk selalu mengutamakan kepuasan orang lain meski itu berarti mengorbankan kesejahteraan dan kebahagiaan diri mereka sendiri.

Harga diri rendah mendasari keyakinan bahwa fokus pada diri sendiri adalah hal yang egois dan justru akan membuat orang-orang penting dalam hidup mereka pergi menjauh.

7. Beralih ke Cara-Cara Tidak Sehat untuk Menghadapi Perasaan

Orang yang menghambat diri sendiri sering mencari pelarian instan melalui perilaku merusak diri karena tidak mampu menghadapi kekosongan dari kehidupan yang tidak terpenuhi.

Perilaku seperti ketergantungan pada zat atau pengkhianatan dalam hubungan memberikan kepuasan sesaat yang jauh lebih mudah dirasakan daripada menghadapi rasa tidak berharga secara langsung.

Psikologi self-sabotage menjelaskan bahwa pelarian ini tidak pernah menyelesaikan masalah inti dan justru memperburuk kondisi batin serta menghancurkan hal-hal berharga dalam hidup.

8. Mencari Balas Dendam sebagai Cara untuk Merasa Lebih Baik

Ketika merasa dilukai atau tidak dihargai, orang yang tidak bahagia sering merespons dengan tindakan balas dendam yang pada akhirnya justru merugikan diri mereka sendiri lebih besar.

Melampiaskan kemarahan mungkin terasa memuaskan dalam sesaat, namun tindakan ini hampir selalu bekerja melawan kepentingan jangka panjang mereka sendiri secara nyata.

Tanda orang tidak bahagia ini mencerminkan ketidakmampuan mengelola rasa sakit secara sehat dan kebutuhan mendesak untuk memulihkan harga diri yang terasa terancam.

9. Menghukum dan Merendahkan Diri Sendiri secara Terus-menerus

Harga diri rendah mendorong seseorang untuk menerima perlakuan buruk dari orang lain karena jauh di dalam hati mereka meyakini bahwa mereka memang tidak layak mendapat yang lebih baik.

Psikologi self-sabotage menjelaskan bahwa keyakinan negatif tentang diri ini sering kali berakar dari pengalaman masa kecil yang belum pernah diproses dan diselesaikan dengan tuntas.

Perasaan tidak berharga ini tidak mencerminkan siapa seseorang sebenarnya, sehingga mengenali dan memisahkan diri dari keyakinan masa lalu adalah langkah paling penting menuju pemulihan.

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Punya Hobi Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia daripada Main HP Menurut Psikologi

Editor : Candra Mega Sari
tidak bahagia self sabotage perilaku tanda psikologi