Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Menurut Psikologi, Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menyela Pembicaraan Tanpa Sadar

Irfan Ferdiansyah • Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:58 WIB
Ilustrasi seseorang yang sering menyela pembicaraan (Magnific)
Ilustrasi seseorang yang sering menyela pembicaraan (Magnific)

 

JawaPos.com - Dalam percakapan sehari-hari, menyela pembicaraan bisa terjadi secara tidak sadar. 

Namun, jika seseorang melakukannya terlalu sering, ini bisa menjadi tanda adanya pola kepribadian tertentu. 

Menurut psikologi, orang yang sering menyela pembicaraan biasanya tidak hanya sekadar tidak sabar atau terlalu antusias, tetapi bisa menunjukkan sejumlah ciri kepribadian yang lebih dalam.

Mereka sering kali tidak menyadari bahwa kebiasaan ini mencerminkan aspek-aspek tertentu dari cara mereka berpikir, merespons, dan memandang hubungan sosial.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (18/7), terdapat 7 ciri kepribadian yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang sering menyela pembicaraan menurut psikologi:

Baca Juga: 9 Kalimat Khas Orang Introvert Cerdas, Sering Dikira Pemalu padahal Berpikir Dalam Menurut Psikologi

1. Kecenderungan Egositik dan Dominan

Seseorang yang sering menyela pembicaraan sering kali memiliki kebutuhan tinggi untuk menjadi pusat perhatian. 

Mereka mungkin merasa bahwa pendapat atau cerita mereka lebih penting dari orang lain. 

Dalam psikologi, ini bisa dikaitkan dengan kepribadian egosentris atau dominan. 

Mereka merasa terdorong untuk mengambil alih percakapan karena ingin menjadi pemegang kendali, bukan pendengar pasif.

2. Kurangnya Keterampilan Mendengarkan Aktif

Menyela juga bisa menjadi tanda dari kurangnya kemampuan mendengarkan secara aktif. 

Orang-orang dengan ciri ini biasanya kesulitan menahan diri untuk tidak berbicara karena otak mereka terus aktif memikirkan respon, bahkan sebelum lawan bicara selesai berbicara. 

Ini menunjukkan bahwa mereka lebih fokus pada diri sendiri daripada memahami isi pesan orang lain, yang merupakan kelemahan dalam keterampilan komunikasi interpersonal.

3. Impulsivitas yang Tinggi

Impulsivitas merupakan ciri kepribadian yang ditandai dengan kecenderungan bertindak tanpa berpikir panjang. 

Dalam banyak kasus, orang yang menyela pembicaraan tidak bermaksud tidak sopan, tetapi mereka merasa dorongan mendadak untuk berbicara dan tidak bisa menahan diri.

Ini umum ditemukan pada orang dengan kepribadian ekstrover, ADHD, atau gangguan pengendalian impuls ringan.

4. Kebutuhan Validasi yang Tinggi

Sebagian orang menyela bukan hanya karena ingin didengar, tapi juga karena mereka butuh pengakuan. 

Dalam psikologi, kebutuhan validasi eksternal bisa sangat memengaruhi perilaku sosial seseorang.

Dengan menyela dan menyisipkan pendapat mereka, mereka merasa lebih dihargai, lebih "terlibat", dan lebih relevan dalam suatu pembicaraan.

Baca Juga: 3 Sifat Menarik Perempuan dengan Empati Tinggi Menurut Psikologi

5. Kurangnya Kesadaran Sosial (Low Social Awareness)

Orang yang tidak peka terhadap dinamika sosial sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah menyela atau memotong pembicaraan orang lain. 

Mereka tidak menangkap isyarat sosial halus seperti nada suara, bahasa tubuh, atau jeda alami dalam percakapan. 

Dalam psikologi, ini bisa berkaitan dengan kurangnya empati kognitif, yakni kesulitan memahami perspektif orang lain dalam interaksi sosial.

6. Overconfidence atau Terlalu Percaya Diri

Seseorang yang terlalu percaya diri cenderung merasa bahwa mereka selalu memiliki sesuatu yang lebih bernilai untuk disampaikan.

Ini membuat mereka cenderung menyela pembicaraan karena menganggap pemikirannya lebih penting atau lebih benar. 

Dalam kadar ekstrem, ini bisa menunjukkan ciri narsistik ringan, di mana seseorang merasa kehadirannya lebih unggul dibandingkan orang lain.

7. Kecemasan Sosial Terselubung

Meskipun terdengar kontradiktif, beberapa orang yang menyela justru melakukannya karena merasa cemas atau tidak nyaman dalam diam. 

Mereka takut kehilangan kesempatan berbicara, takut dianggap tidak aktif dalam percakapan, atau takut topik akan berganti sebelum mereka bisa menyampaikan pikiran mereka.

Ini bisa menjadi bentuk perlindungan diri dari rasa tidak aman dalam situasi sosial.

Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Menyela?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal merasa memiliki kecenderungan untuk menyela, ada beberapa pendekatan psikologis yang bisa membantu:

Melatih mindfulness untuk meningkatkan kesadaran terhadap dinamika percakapan.

Menerapkan teknik "pause and reflect", yaitu memberi jeda beberapa detik sebelum berbicara.

Belajar mendengarkan aktif, dengan fokus penuh pada lawan bicara, bukan pada jawaban Anda sendiri.

Minta feedback dari orang terdekat untuk mengenali seberapa sering Anda menyela tanpa disadari.

Terapi atau konseling komunikasi untuk mereka yang mengalami kesulitan serius dalam pengendalian impuls atau kesadaran sosial.

Baca Juga: Tak Bisa Tidur Tanpa Kipas Angin? Ini 9 Kepribadian Tersembunyi yang Kamu Miliki Menurut Psikologi

Penutup

Menyela pembicaraan mungkin tampak sebagai kebiasaan kecil yang sepele, tetapi dalam perspektif psikologi, hal ini dapat mencerminkan lebih banyak hal tentang siapa diri kita sebenarnya.

Mengenali dan memahami ciri-ciri kepribadian di balik perilaku ini adalah langkah awal yang penting untuk membangun hubungan sosial yang lebih sehat, saling menghargai, dan seimbang. 

Karena pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mampu mendengarkan dengan hati.

Editor : Candra Mega Sari
menyela pembicaraan ciri kepribadian psikologi