JawaPos.com - Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk fokus beribadah dan melatih diri. Agar puasa tetap segar sampai Maghrib, kuncinya ada pada menu sahur kita. Sayangnya, banyak orang sering lupa memasukkan protein dalam piring sahurnya.
Padahal, protein itu sangat penting untuk menjaga energi, massa otot, dan bikin kita kenyang lebih lama. Menurut WHO, protein adalah zat gizi esensial untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kalau kurang protein, daya tahan tubuh bisa menurun.
Selain itu, Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan kalau protein membantu mengontrol rasa lapar dan menjaga energi tetap stabil.
Melansir dari laman NIH, berikut adalah penjelasan mengapa protein sangat penting saat sahur.
Baca Juga: 7 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan Menurut Al-Quran dan Hadis
1. Protein Membantu Kenyang Lebih Lama
Protein dikenal memiliki efek mengenyangkan lebih tinggi dibandingkan karbohidrat sederhana. Saat sahur, makanan tinggi protein dapat membantu menekan rasa lapar di siang hari.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, asupan protein yang cukup dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi keinginan makan berlebih.
Ketika tubuh merasa kenyang lebih lama, maka fokus ibadah dan aktivitas kerja menjadi lebih optimal.Risiko lemas dan sulit konsentrasi pun dapat berkurang.
Menu sahur seperti telur dadar, tempe orek, tahu, ayam panggang, atau ikan bakar adalah pilihan tinggi protein. Apalagi jika dikombinasi dengan nasi merah atau kentang tentu jauh lebih seimbang.
2. Menjaga Massa Otot Selama Puasa
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam waktu cukup panjang. Jika protein kurang maka tubuh dapat mengambil cadangan dari otot untuk energi.
National Institutes of Health menyebutkan bahwa protein berperan penting dalam mempertahankan massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh. Hal ini penting terutama bagi orang yang tetap aktif bekerja atau berolahraga ringan saat Ramadhan.
Kehilangan massa otot dapat menyebabkan tubuh terasa lebih lemah. Oleh karena itu asupan protein saat sahur sangat dianjurkan.
3. Menstabilkan Gula Darah saat Puasa
Lonjakan dan penurunan gula darah sering menjadi penyebab tubuh lemas dan pusing saat puasa. Protein membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam darah.
Menurut Mayo Clinic, kombinasi protein dengan karbohidrat dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Ini penting agar energi tetap stabil sepanjang hari.
Sahur yang hanya terdiri dari nasi putih dan makanan manis dapat membuat gula darah cepat naik lalu turun drastis. Akibatnya rasa lapar datang lebih cepat.
4. Mendukung Sistem Imun Selama Ramadhan
Ramadhan sering diiringi perubahan pola tidur dan aktivitas. Kondisi ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh jika asupan nutrisi kurang optimal.
British Nutrition Foundation menjelaskan bahwa protein berperan dalam pembentukan antibodi dan sistem imun. Artinya kecukupan protein membantu tubuh tetap kuat.
Sistem imun yang baik sangat penting agar ibadah tidak terganggu sakit.Terlebih saat menjalani puasa dengan aktivitas padat.
5. Membantu Pemulihan dan Energi Harian
Protein juga berperan dalam proses pemulihan tubuh setelah aktivitas. Selama Ramadhan, banyak orang tetap bekerja atau berolahraga ringan.
Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, protein penting untuk memperbaiki sel dan jaringan tubuh setelah aktivitas fisik. Ini sangat relevan dengan mereka yang tetap aktif selama puasa.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi Sebelum Jam 7 untuk Persiapan Fisik dan Mental Jelang Ramadhan
Editor : Candra Mega Sari