Padahal, tahu ilmunya itu wajib agar ibadah kita tidak cuma dapat lapar dan dahaga saja. Jangan sampai karena ketidaktahuan atau kemakan informasi hoax di sosial media, puasa kita jadi tidak sah.
Mengutip dari laman muhammadiah.or.id, berikut adalah ringkasan tujuh hal yang membatalkan puasa berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis. Dengan paham aturan mainnya, kita bisa beribadah lebih tenang dan maksimal meraih pahala.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 187:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ
Artinya: "Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar…" [QS. al-Baqarah (2): 187].
2. Muntah dengan Sengaja
Muntah atau mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut merupakan hal-hal yang membatalkan puasa. Muntah menjadi salah satu hal yang membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja.
Hal ini diriwayatkan dalam hadis, yang bunyinya:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ, وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ اَلْقَضَاءُ – رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ
Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: "Siapa saja yang muntah, maka ia tidak berkewajiban qadha (puasa). Tetapi siapa saja yang sengaja muntah, maka ia berkewajiban qadha (puasa)." [HR Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i].
3. Haid
Dalam Islam, perempuan memiliki keistimewaan, karena mengalami haid dan nifas. Haid ialah meluruhnya dinding rahim yang tidak dibuahi. Sementara nifas adalah darah yang keluar usai proses persalinan.
Jika darah haid tiba-tiba keluar saat seorang perempuan tengah berpuasa, maka puasanya batal dan harus menggantinya (mengqada) di lain waktu.
Dalam hadis diriwayatkan bahwasanya 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.
Artinya: "Kami dulu mengalami haid. Kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqadha salat." [HR. Muslim, No. 335].
4. Berhubungan Badan (hubungan seksual)
Melakukan hubungan seksual dengan pasangan atau berjima' juga dapat membatalkan puasa. Termasuk pasangan suami istri yang berhubungan badan di siang hari selama Bulan Ramadhan, maka akan mendapatkan konsekuensi yang berat.
Allah SWT berfirman:
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Artinya: Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa [QS. al-Baqarah (2): 187].
5. Onani atau Masturbasi
Sesuai dengan Hadis Riwayat Tirmidzi dan Baihaqi yang berbunyi:
عن أبي سعيد الحدري قال : قال رسول الله صلي الله علبه وسلم : ثَلَاث ٌلاَ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ : أَلحِجَامَةُ وَالْقَيْءُ وَاْلإِحْتِلاَمُ (رواه الترميذي والبيهقي)
Artinya: Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah bersabda: "Tiga hal yang tidak membuat batal orang yang berpuasa: berbekam, muntah, dan mimpi basah (hingga keluar mani)." [HR. Tirmidzi dan Baihaqi].
Ditambahkan dari website ums.ac.id, Dalam buku 'Agar Tak Hanya Lapar dan Dahaga: Panduan Puasa Ramadhan Sehat dan Berkah' karya Iqbal Syauqi Al-Ghifary, Syeikh Sulaiman dari mazhab Syafii berpendapat bahwa merokok dapat membatalkan puasa, sebagaimana termaktub dalam kitab Hasyiyatul Jamal:
"Dan termasuk dari 'ain (hal yang membatalkan puasa) adalah asap, tetapi mesti dipilih. Jika asap/uap itu adalah yang terkenal diisap sekarang ini (maksudnya tembakau) maka puasanya batal. Tapi jika asap/uap lain seperti asap/uap masakan, maka tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat yang mu'tamad (merujuk ulama karena kuat argumennya)."
7. Murtad
Orang yang murtad dari ajaran Islam saat puasa Ramadhan, otomatis akan batal puasanya. Sebab salah satu syarat orang yang berpuasa adalah beriman kepada Allah SWT. Hal tersebut tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183).
Itulah 7 hal yang dapat membatalkan puasa Ramadhan. Sebagai seorang muslim, hendaknya memaksimalkan ibadah selama bulan suci Ramadhan. Sebab, selama satu bulan, Allah SWT membuka kesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya.
Selain ketujuh hal tadi, Mujazin menyebut umat Islam hendaknya menjauhi sejumlah pantangan yang berpotensi mengurangi pahala puasa.
"Hendaknya menjauhi gibah atau menggunjing, berkata kotor, ataupun berkelahi agar pahala puasa tidak berkurang," tandas Mujazin.