JawaPos.com - Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili segera tiba dalam sebulan ke depan. Perayaan yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional ini bukan sekadar momen merah di kalender, melainkan waktu sakral bagi masyarakat Tionghoa untuk berkumpul dan merajut kembali kehangatan keluarga.
Sama seperti hari besar lainnya, Imlek kental dengan ornamen khas dan tradisi turun-temurun. Uniknya, terdapat sejumlah kebiasaan khusus menjelang hari H yang dipercaya memiliki makna spiritual mendalam untuk menarik keberuntungan atau hoki sepanjang tahun.
Mengutip dari party.alibaba.com dan swara.tunaiku.com, berikut adalah tujuh kebiasaan menjelang Imlek yang diyakini mampu menarik energi positif dan mendatangkan keberuntungan berlipat ganda:
1. Membersihkan Rumah
Dalam tradisi Tionghoa, bersih-bersih rumah adalah simbol membuang kesialan tahun lalu untuk memberi ruang bagi rezeki baru yang akan datang. Proses ini biasanya dilakukan sebulan sebelum hari raya. Penting untuk diingat: pantang menyapu atau membersihkan rumah tepat di hari pertama Imlek, karena dipercaya justru akan menyapu keluar keberuntungan yang baru saja masuk.
2. Menghindari Penggunaan Benda Tajam
Menjelang Imlek, masyarakat Tionghoa cenderung sangat berhati-hati dalam menggunakan pisau atau gunting. Hal ini didasari kepercayaan bahwa benda tajam dapat memotong aliran rezeki. Semangat ini juga merambah ke aspek komunikasi, di mana setiap orang diingatkan untuk menjaga ucapan dan sikap agar tidak melukai hati sesama.
3. Dekorasi Serba Merah
Warna merah adalah jiwa dari perayaan Imlek. Selain dipercaya dapat mengusir makhluk jahat bernama Nian, warna ini melambangkan kesejahteraan, kekuatan, dan keberuntungan. Mendekorasi rumah dengan ornamen merah merupakan cara untuk mengundang energi positif ke dalam kediaman.
4. Melunasi Utang
Memulai tahun baru dengan beban finansial dianggap kurang baik. Melunasi utang sebelum Imlek dipercaya dapat menarik energi bersih dan menghindarkan seseorang dari kesulitan keuangan di masa depan. Selain itu, tradisi ini merupakan bentuk menjaga integritas dan keharmonisan dalam relasi sosial.
5. Pantang Memecahkan Barang
Memecahkan piring atau gelas menjelang Imlek kerap dianggap sebagai pertanda buruk. Namun, jika hal itu tidak sengaja terjadi, masyarakat Tionghoa biasanya akan segera mengucapkan "Sui Sui Ping An" (semoga damai sepanjang tahun). Kalimat sakti ini diyakini dapat menetralisir aura negatif dari kejadian tersebut.
6. Mengenakan Pakaian Merah yang Baru
Membeli dan mengenakan baju baru berwarna merah merupakan simbol awal yang segar. Tradisi ini bukan sekadar soal gaya, melainkan lambang semangat, kelimpahan, serta upaya untuk menjauhkan diri dari roh jahat dan kesialan di tahun yang baru.
7. Menyajikan Makanan Simbol Keberuntungan
Perayaan Imlek tidak lengkap tanpa hidangan bermakna filosofis. Makanan seperti pangsit, ikan, kue keranjang, dan jeruk mandarin wajib tersedia karena masing-masing diyakini membawa pesan kemakmuran, pertumbuhan, dan keberuntungan bagi siapa pun yang menyantapnya.
Editor : Candra Mega Sari