JawaPos.com – Kantong mata dan lingkaran hitam adalah dua masalah yang kerap bikin wajah terlihat lelah dan kurang segar. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kurang tidur, stres, penuaan, hingga faktor genetik.
Meski tidak berbahaya, kondisi ini sering membuat penampilan tampak kusam. Untungnya, kamu tidak perlu perawatan mahal untuk mengatasinya. Beberapa cara alami di rumah pun bisa membantu mengembalikan kesegaran area bawah mata.
Dilansir dari English Jagran, berikut lima solusi rumahan yang bisa kamu coba:
1. Kompres Dingin
Cara paling cepat dan simpel untuk menyegarkan mata adalah dengan kompres dingin. Suhu dingin membantu mengecilkan pembuluh darah, sehingga mengurangi bengkak dan warna gelap di bawah mata.
Cukup celupkan kain bersih ke dalam air es atau bungkus beberapa es batu dengan handuk, lalu tempelkan pada mata selama 5–10 menit.
2. Kantong Teh
Teh hitam atau teh hijau mengandung kafein dan antioksidan yang membantu melancarkan sirkulasi darah serta mengurangi pembengkakan.
Seduh dua kantong teh dalam air panas, lalu dinginkan di kulkas. Tempelkan di atas mata selama 10–15 menit. Lakukan secara rutin untuk hasil maksimal.
3. Irisan Mentimun
Mentimun sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang menyegarkan kulit, termasuk untuk area bawah mata. Kandungan antioksidan dan efek dinginnya membantu meredakan lingkaran hitam serta kantong mata.
Cukup tempelkan irisan mentimun dingin selama 10–15 menit dan ulangi dua kali sehari.
4. Gel Lidah Buaya
Gel lidah buaya memiliki efek menenangkan sekaligus melembapkan. Kandungan anti-inflamasi di dalamnya dapat mengurangi kantong mata dan mencerahkan area gelap di bawah mata.
Oleskan gel secukupnya ke area bawah mata, pijat lembut, lalu diamkan selama 10–15 menit sebelum dibilas.
5. Minyak Almond dan Vitamin E
Campuran minyak almond dan vitamin E sangat baik untuk menutrisi kulit di bawah mata. Minyak almond melembapkan, sementara vitamin E membantu memperbaiki kerusakan kulit.
Teteskan sedikit campuran ini dan pijat lembut sebelum tidur. Biarkan semalaman agar hasilnya lebih maksimal. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah