Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Waspada Night Owl! Kebiasaan Tidur Malam Berisiko Kematian Dini dan Depresi

Indri Ramadani • Jumat, 20 Juni 2025 | 15:00 WIB

Ilustrasi begadang karena pekerjaan (Dok.Freepik)
Ilustrasi begadang karena pekerjaan (Dok.Freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa lebih hidup saat malam hari dan sulit bangun pagi? Jika ya, bisa jadi Anda termasuk kelompok "night owl" atau si burung hantu malam. Tapi tahukah Anda, kebiasaan ini ternyata berkaitan dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi?

Penelitian dari Northwestern Medicine dan University of Surrey, Inggris, mengungkap bahwa para night owl memiliki risiko kematian 10 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidur dan bangun lebih awal. Studi ini melibatkan 433.268 partisipan berusia 38 hingga 73 tahun dalam proyek UK Biobank. Data mereka diamati selama sekitar enam setengah tahun.

Dalam periode tersebut, lebih dari 50.000 partisipan meninggal dunia, dan mayoritas berasal dari kelompok yang lebih aktif di malam hari. Bahkan setelah peneliti menyesuaikan faktor-faktor kesehatan lainnya, risiko kematian tetap lebih tinggi pada night owl. Hal ini menunjukkan bahwa waktu tidur alami seseorang bukan hanya soal kebiasaan, tapi bisa berdampak besar pada kesehatan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 5 Manfaat Tak Terduga Travelling untuk Hidupmu

Saat Dunia Pagi Memaksa Orang Malam

Menurut Kristen Knutson, profesor neurologi dari Northwestern University, night owl yang hidup di dunia yang menuntut aktivitas pagi sering mengalami ketidaksesuaian ritme tubuh. Hal ini dapat memicu stres, gangguan metabolik, hingga gangguan tidur yang berkepanjangan. Dalam jangka panjang, efeknya bisa merusak kesehatan secara menyeluruh.

Para peneliti juga mencatat bahwa night owl cenderung mengalami lebih banyak kasus diabetes, gangguan psikologis, dan neurologis. Gaya hidup malam hari juga dikaitkan dengan konsumsi alkohol yang lebih tinggi, kualitas tidur yang lebih buruk, dan kecenderungan berperilaku kurang mindful. Semua ini berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit kronis dan depresi.

Mengubah Ritme Tubuh: Apakah Mungkin?

Lalu, apakah para night owl bisa bertransformasi menjadi morning person? Jawabannya: sebagian bisa, sebagian tidak. Genetik dan lingkungan berperan hampir seimbang dalam menentukan kronotipe seseorang.

Namun, Knutson menyebutkan bahwa kita tidak sepenuhnya tak berdaya. Beberapa cara seperti paparan cahaya pagi, konsistensi jam tidur, dan membatasi cahaya di malam hari dapat membantu menyesuaikan ritme tubuh. Kedisiplinan dalam pola hidup sehat juga menjadi kunci utama.

Bukan Cacat Karakter, tapi Kronotipe

Malcolm von Schantz dari University of Surrey menyatakan bahwa kebiasaan tidur malam bukanlah kelemahan pribadi. Ini adalah variasi biologis yang harus dihormati. Oleh karena itu, ia menyarankan agar dunia kerja lebih fleksibel terhadap jam kerja karyawan yang memiliki kronotipe malam.

Mereka yang dipaksa bangun pagi untuk bekerja pukul 8 bisa mengalami tekanan fisiologis besar. Jika disesuaikan, kinerja mereka justru bisa meningkat. Sayangnya, saat ini kebijakan seperti itu masih jarang diterapkan.

Perubahan waktu ke daylight saving time (jam musim panas) juga diketahui lebih menyulitkan bagi evening types. Bahkan, beberapa laporan menunjukkan peningkatan serangan jantung setelah pergantian waktu ini. Hal kecil seperti ini bisa berdampak besar jika terjadi secara massal setiap tahun.

Mengapa Night Owl Rentan Depresi?

Penelitian terbaru dari University of Surrey yang dipublikasikan di jurnal PLOS One juga menemukan hubungan antara kronotipe malam dan risiko depresi. Dalam studi terhadap 546 mahasiswa, ditemukan bahwa evening chronotype cenderung memiliki kualitas tidur lebih buruk, konsumsi alkohol lebih tinggi, dan mindfulness lebih rendah. Faktor-faktor ini secara bersama-sama meningkatkan risiko depresi.

Namun perlu dicatat, studi ini bersifat cross-sectional dan terbatas pada populasi mahasiswa. Meski demikian, hasilnya bisa menjadi pertimbangan awal untuk intervensi berbasis kebiasaan tidur dan kesehatan mental. Mengajarkan mindfulness dan memperbaiki pola tidur mungkin bisa menekan risiko tersebut.

Editor : Candra Mega Sari
#kematian dini #depresi #tidur #night owl