JawaPos.com - Momen Idul Adha atau acara kumpul keluarga sering kali disertai hidangan daging sapi dan kambing yang menggoda selera. Sayangnya, daging merah yang kaya protein ini juga tinggi lemak dan kolesterol jika dikonsumsi berlebihan. Agar tubuh tetap sehat, penting memilih minuman yang bisa membantu menetralkan efeknya.
Mengonsumsi minuman yang tepat setelah makan daging bisa membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan. Tak hanya meredakan rasa penuh di perut, beberapa jenis minuman juga bisa membantu menyeimbangkan kadar lemak. Berikut beberapa pilihan minuman alami yang dapat Anda coba setelah menyantap daging berbumbu dan berminyak.
Minuman yang Lebih Dianjurkan
1. Air Putih
Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk dikonsumsi setelah makan. Sifatnya netral, tidak mengganggu proses pencernaan, dan membantu mengalirkan makanan ke saluran cerna. Air juga tidak menambahkan kalori tambahan, menjadikannya aman untuk semua jenis diet.
2. Jus Jeruk (Tanpa Gula Tambahan)
Jus jeruk mengandung vitamin C yang membantu penyerapan zat besi, sangat bermanfaat bila Anda baru saja makan daging merah atau makanan tinggi zat besi. Selain itu, kandungan antioksidan dalam jeruk bisa menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun, untuk penderita maag atau gangguan lambung, sebaiknya batasi konsumsinya karena tingkat keasamannya cukup tinggi.
3. Jus Buah dan Sayur (Segar, Tidak Manis Berlebihan)
Jika dibuat tanpa tambahan gula, jus buah dan sayur bisa jadi pelengkap sehat setelah makan daging. Meski demikian, sebagian besar serat akan hilang dalam proses pembuatan jus. Jadi, tetap lebih baik konsumsi buah dan sayur dalam bentuk utuh untuk mendapatkan manfaat serat sepenuhnya.
Minuman yang Sebaiknya Dihindari
1. Teh
Meski menjadi teman makan yang populer, teh sebaiknya tidak dikonsumsi langsung setelah makan daging. Kandungan tanin dalam teh bisa menghambat penyerapan zat besi dan protein dari makanan. Jika tetap ingin minum teh, beri jeda sekitar 30 menit setelah makan, dan pilih teh berwarna terang seperti teh hijau atau teh herbal.
Baca Juga: Salat Idul Adha di Mabes Polri, Personel Diajak Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim
2. Kopi
Kopi mengandung kafein yang dapat mempercepat pergerakan usus dan mengganggu penyerapan mineral seperti zat besi, kalsium, dan magnesium. Pada beberapa orang, kopi juga bisa menimbulkan efek samping seperti gangguan lambung, gelisah, atau sulit tidur bila diminum terlalu dekat waktu makan. Konsumsi kopi maksimal dua cangkir sehari dan perhatikan reaksi tubuh masing-masing.
3. Susu
Minum susu setelah makan bukanlah pilihan yang ideal untuk semua orang. Susu sulit dicerna bila perut masih penuh, bisa menyebabkan rasa begah dan kantuk. Beberapa orang juga mengalami intoleransi atau alergi terhadap susu, yang justru bisa menimbulkan gangguan pencernaan. Sebaiknya konsumsi susu pada malam hari atau setelah berolahraga bila ingin menambah asupan protein. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah