JawaPos.com - Hidup di kota seperti Tangerang Selatan (Tangsel) memang serba cepat. Banyak orang mengandalkan sepeda motor untuk berpindah tempat, meski jaraknya bisa dicapai dengan berjalan kaki. Aktivitas fisik pun perlahan terpinggirkan oleh rutinitas yang padat.
Dengan populasi mencapai sekitar 1, 399 juta jiwa pada 2024, Tangsel menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan di Banten. Namun, dibalik angka tersebut, tersimpan tantangan besar terkait kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah minimnya aktivitas fisik di kalangan warga.
Dampak Kurangnya Aktivitas Fisik
Banyak penelitian di menunjukkan, warga yang tinggal di kota-kota besar mengalami kurang aktivitas fisik. Kondisi ini berkontribusi pada meningkatnya risiko obesitas dan penyakit kronis lainnya. Apalagi jika dikombinasikan dengan pola makan yang tidak seimbang dan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi.
Di kalangan remaja, situasinya tak jauh berbeda. Apalagi gaya hidup ini seringkali di kombinasikan dengan mengkonsumsi mie instan atau makanan instan lainnya lebih dari sekali seminggu, ini berhubungan dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.
Aktivitas Fisik Ringan yang Bisa Dilakukan
Meski waktu luang terasa terbatas, bukan berarti tak ada celah untuk bergerak lebih aktif. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan berjalan kaki santai, baik di sekitar rumah, taman, maupun saat menuju tempat belanja terdekat. Aktivitas ini tidak hanya membakar kalori, tapi juga menyegarkan pikiran setelah seharian bekerja.
Membersihkan rumah bisa menjadi alternatif olahraga ringan tanpa perlu keluar rumah. Menyapu lantai, mengepel, atau mencuci baju secara manual ternyata cukup efektif menggerakkan otot-otot tubuh. Rutinitas ini bisa dilakukan sambil mendengarkan musik agar terasa lebih menyenangkan.
Tak kalah penting, luangkan waktu sejenak setiap hari untuk melakukan peregangan. Gerakan sederhana seperti memutar bahu, meregangkan kaki, atau menyelaraskan napas bisa menjaga fleksibilitas tubuh. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang bekerja dengan posisi duduk dalam waktu lama.
Aktivitas kreatif seperti melukis atau menggambar juga memiliki manfaat tersendiri. Meski tidak seaktif olahraga kardio, kegiatan ini membantu mengurangi stres dan menjaga keseimbangan mental. Dalam jangka panjang, ketenangan batin pun turut mendukung kesehatan fisik.
Jika memungkinkan, gunakan meja kerja berdiri atau lakukan pekerjaan sambil berdiri beberapa saat dalam sehari. Ini bisa mengurangi efek negatif dari duduk terlalu lama. Kombinasi berbagai aktivitas ringan ini dapat menjadi langkah kecil menuju gaya hidup yang lebih sehat dan seimbang.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah