Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Gen Z dan Budaya Konsumtif: Antara Tren, Gengsi, dan Jejak Lingkungan

Indri Ramadani • Jumat, 30 Mei 2025 | 12:52 WIB

Ilustrasi seorang wanita menenteng tas belanja (Dok. Freepik)
Ilustrasi seorang wanita menenteng tas belanja (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Di tengah tren hidup minimalis, Gen Z justru bergerak ke arah sebaliknya. Gen Z banyak menerapkan prinsip 'YOLO' atau 'You Only Life Once'. Belanja jadi kegiatan rutin, bukan sekadar kebutuhan. Barang yang dibeli pun tak selalu digunakan.

Dari pakaian, makeup, sampai smartphone terbaru, semua diburu demi tampil kekinian. Banyak dari mereka tak sadar bahwa pola konsumsi ini menumpuk limbah. Bahkan sekadar mengikuti tren bisa jadi alasan belanja besar-besaran.

Tergoda Gaya Hidup yang Terlihat di Layar

Hidup di era digital membuat Gen Z tak pernah lepas dari paparan iklan. Dari Instagram sampai TikTok, mereka disuguhi gaya hidup sempurna. Belanja kini bukan soal fungsi, tapi demi citra dan gengsi.

Tren seperti 'clean outfit' atau 'old money' menggoda anak muda untuk membeli demi terlihat sesuai gaya. Influencer dan selebgram memengaruhi selera dan keputusan membeli. Semua demi menjadi bagian dari kelompok yang dianggap ideal.

Budaya Konsumerisme di Kota Modern

Tangsel, sebagai kota satelit yang berkembang pesat, tak luput dari budaya ini. Mall yang bertebaran, toko cepat saji, hingga toko pakaian diskon mudah ditemui. Warga Tangsel, khususnya generasi muda, ikut larut dalam arus belanja instan.

Anak muda di kota besar seperti Tangsel kerap kali membeli karena "diskon", bukan karena butuh. Setiap akhir pekan, pusat perbelanjaan dipenuhi pemburu tren terbaru. Gaya hidup konsumtif pun terasa wajar di kota ini.

Konsumsi yang Terus Menggoda

Mereka tidak hanya membeli barang, tapi juga membeli gaya hidup. Belanja kini menjadi cara menunjukkan jati diri. Sayangnya, di balik itu ada jejak karbon dan limbah yang terus bertambah.

Setiap baju yang dibeli di toko fast fashion meninggalkan dampak lingkungan. Apalagi jika hanya dipakai sekali lalu disimpan. Siklus ini terus berulang, dan jarang dipertanyakan.

Apakah Ini Kemunafikan?

Gen Z dikenal vokal soal lingkungan dan isu sosial. Mereka aktif kampanye soal perubahan iklim dan keadilan. Namun, gaya hidup konsumtif mereka sering kali bertolak belakang dengan nilai yang mereka suarakan.

Banyak yang sadar, tapi enggan berubah. Kenyamanan dan kemudahan lebih diutamakan. Inilah sisi kontradiktif yang sering tidak disadari.

Solusi Bukan Sekadar Seruan

Mengubah pola pikir jadi langkah awal. Mulai dari bertanya: apakah saya benar-benar butuh ini? Mengurangi belanja impulsif bisa jadi bentuk nyata kepedulian.

Belanja tak harus dihindari, tapi bisa diarahkan. Pilih produk yang tahan lama dan ramah lingkungan. Generasi muda kota besar termasuk Tangsel tidak kekurangan akses dan informasi. Tinggal bagaimana mereka mau mengambil sikap. Jangan cuma bersuara, tapi tunjukkan lewat tindakan.

Editor : Candra Mega Sari
#Gen Z #Gengsi #budaya konsumtif #tren