JawaPos.com - Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, termasuk emosi negatif seperti marah. Dengan mengelola emosi, kita tidak hanya menjaga pahala puasa, tetapi juga menciptakan ketenangan batin dan hubungan baik dengan orang sekitar.
Tanpa disadari, saat berpuasa, banyak orang menjadi lebih sensitif dan mudah tersulut emosi. Masalah kecil, seperti kendaraan yang menyalip tiba-tiba di jalan, bisa memicu rasa kesal yang berlebihan.
Padahal, marah saat puasa hanya akan membuang energi dan berpotensi mengurangi pahala. Daripada Anda terjebak dalam emosi negatif, lebih baik belajar bagaimana cara mengelola emosi dengan baik.
Alasan Mudah Marah saat Berpuasa
Saat berpuasa, sebagian orang akan cenderung lebih sensitif dan mudah marah. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan medis. Misalnya, ketika perut kosong selama lebih dari 12 jam, kadar gula darah akan menurun.
Kondisi ini memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin, yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan gula darah. Namun, efek sampingnya adalah meningkatkan agresivitas dan emosi yang meluap-luap.
Selain itu, kadar gula darah yang rendah juga dapat mengganggu fungsi otak, membuat seseorang lebih impulsif, dan sulit mengendalikan emosi. Itulah mengapa seseorang cenderung lebih mudah sensitif, emosian, dan mudah marah saat berpuasa.
Cara Mengelola Emosi saat Puasa
Meskipun terdapat alasan di balik kemarahan saat puasa, bukan berarti Anda boleh melampiaskan semua emosi negatif tersebut ke orang lain. Melansir dari Alodokter, berikut beberapa cara untuk mengelola emosi agar puasa Anda tetap tenang dan berkah:
1. Banyak Berdoa
Cara mengelola emosi saat puasa yang pertama adalah memperbanyak berdoa dan istighfar. Berdoa tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memiliki efek menenangkan seperti yoga. Berdoa juga dapat membuat hati lebih tenang, mengurangi stres, dan membantu Anda menghadapi masalah dengan lebih baik.
2. Lakukan Teknik Pernapasan
Di saat emosi mulai memuncak, cobalah untuk menutup mata dan menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Ulangi beberapa kali hingga Anda merasa lebih tenang. Teknik ini dapat membantu mengendalikan emosi dan mencegah reaksi yang impulsif.
3. Alihkan Pikiran dengan Hiburan
Jika Anda sedang merasa kesal, cobalah mencari hiburan seperti menonton video lucu atau membaca cerita yang menghibur. Tertawa dapat merangsang pelepasan hormon endorfin, yang membantu meredakan stres dan menciptakan perasaan bahagia.
4. Dengarkan Musik
Menurut penelitian, musik memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengatur emosi. Pilihlah musik yang Anda sukai dan nikmati untuk meredakan kemarahan atau kekesalan yang Anda rasakan.
5. Curhat dengan Orang Terdekat
Bercerita kepada orang yang Anda percayai, seperti pasangan, orang tua, atau sahabat, dapat meredakan beban emosi dan membuat perasaan lebih lega. Anda bisa curhat secara langsung, melalui telepon, atau chat. Selain merasa lega, Anda juga akan mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapi.
Editor : Candra Mega Sari