Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

7 Cara Berdoa yang Benar agar Dikabulkan: Panduan Adab, Waktu Mustajab, dan Doa yang Dianjurkan dari Kajian Ustaz Khalid Basalamah

Nurul Fitriyah • Minggu, 2 Maret 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi berdoa. (Dok. Freepik)
Ilustrasi berdoa. (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Berdoa menjadi sarana untuk memohon pertolongan kepada Allah dalam berbagai keadaan. Menerapkan adab berdoa dengan baik dapat meningkatkan peluang terkabulnya permohonan.

Doa merupakan ungkapan permohonan kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan atau menghindari keburukan. Setiap Muslim dianjurkan untuk berdoa dengan penuh pengharapan dan kesungguhan.

Memahami cara berdoa yang benar membantu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan menerapkan adab yang tepat, doa menjadi lebih bermakna dan berpeluang besar untuk dikabulkan.

Berikut 7 cara berdoa yang benar agar dikabulkan dengan panduan adab, waktu mustajab, dan doa yang dianjurkan dari Kajian Ustaz Khalid Basalamah dilansir dari channel YouTube Khalid Basalamah Official oleh JawaPos.com, Minggu (2/3):

1. Bersyukur dalam Doa

Mengucapkan Alhamdulillah dalam setiap keadaan menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Syukur mendatangkan tambahan nikmat serta menjadikan hati lebih tenang dan lapang.

Setiap nikmat berasal dari Allah, sehingga mengingat-Nya dalam segala situasi adalah tanda keimanan. Bersyukur dalam doa juga memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi mereka yang bersyukur. Dengan membiasakan bersyukur, hidup menjadi lebih berkah dan penuh ketenangan.

2. Memulai dan Mengakhiri dengan Pujian

Mengawali doa dengan menyebut nama Allah dan memujiNya merupakan bentuk penghormatan. Menutup doa dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga dianjurkan agar permohonan lebih diterima.

Pujian kepada Allah menunjukkan pengakuan akan keagungan-Nya sebagai satu-satunya tempat bergantung. Mengucapkan shalawat membawa keberkahan dan memperkuat hubungan dengan Rasulullah SAW.

Dengan awalan dan akhiran yang baik, doa menjadi lebih tertata dan penuh keikhlasan. Adab ini juga menunjukkan bahwa doa bukan hanya permintaan, tetapi juga bentuk ibadah.

Baca Juga: Semarakkan Bulan Ramadhan 2025, Sinar Mas dan APP Group Wakafkan Ribuan Alquran kepada ICMI

3. Berdoa dalam Keadaan Senang dan Susah

Memanjatkan doa tidak hanya saat mengalami kesulitan, tetapi juga dalam kondisi lapang. Kebiasaan ini mendekatkan diri kepada Allah serta menjadi wujud ketergantungan penuh kepada-Nya.

Banyak orang baru mengingat Allah ketika menghadapi cobaan, padahal berdoa saat senang juga penting. Dengan terus berdoa dalam segala situasi, seseorang akan lebih siap menghadapi ujian hidup.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun. Doa yang rutin dilakukan menjadi bukti bahwa hati selalu terpaut kepada-Nya.

4. Menggunakan Kata-kata Baik

Pemilihan kata yang lembut dan penuh harapan saat berdoa mencerminkan keikhlasan. Kata-kata yang positif juga membawa pengaruh baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Allah Maha Mendengar, sehingga menyampaikan doa dengan kalimat baik lebih dianjurkan. Hindari kata-kata yang menunjukkan keputusasaan, karena doa seharusnya disertai keyakinan.

Rasulullah SAW mengajarkan untuk selalu memilih ungkapan yang mengandung makna kebaikan. Dengan begitu, doa yang dipanjatkan menjadi lebih berkesan dan membawa manfaat.

5. Merendahkan Suara saat Berdoa

Berdoa dengan suara lembut menunjukkan kesopanan serta penghormatan kepada Allah. Cara ini juga membantu meningkatkan kekhusyukan dalam menyampaikan permohonan.

Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa berdoa dengan suara lembut lebih disukai oleh Allah. Suara yang pelan menunjukkan kerendahan hati dan rasa harap kepada-Nya.

Doa yang diucapkan dengan perlahan lebih mudah mendatangkan ketenangan jiwa. Dengan merendahkan suara, doa terasa lebih tulus dan penuh makna.

6. Menghindari Doa Keburukan

Islam mengajarkan agar tidak mendoakan keburukan bagi diri sendiri maupun orang lain. Doa yang baik membawa keberkahan serta mempererat hubungan dengan sesama.

Nabi Muhammad SAW melarang umatnya untuk berdoa dengan kata-kata yang mengandung keburukan. Mendoakan kebaikan bagi orang lain justru mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri.

Allah lebih menyukai doa yang penuh kasih sayang dibandingkan doa yang berisi kebencian. Dengan membiasakan berdoa secara positif, hati menjadi lebih tenang dan damai.

7. Berdoa di Waktu Mustajab

Beberapa waktu memiliki keistimewaan sehingga doa lebih berpeluang dikabulkan, seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, serta saat sujud dalam sholat. Mengoptimalkan momen ini dapat memberikan manfaat besar.

Rasulullah SAW banyak mengajarkan tentang waktu-waktu terbaik untuk berdoa. Saat-saat tertentu memiliki keutamaan karena lebih dekat dengan rahmat Allah.

Dengan mengetahui waktu yang mustajab, seseorang bisa lebih bersungguh-sungguh dalam berdoa. Kesempatan ini sebaiknya tidak disia-siakan agar doa lebih mudah terkabul.

Menerapkan adab dalam berdoa membantu meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat hubungan dengan Allah. Doa yang dipanjatkan dengan penuh pengharapan dan ketulusan akan membawa keberkahan dalam kehidupan. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#waktu mustajab #berdoa #cara berdoa #doa #Kajian Ustaz Khalid Basalamah