Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Benarkah Orang yang Suka Bercermin Sudah Pasti Narsistik? Temukan Jawabannya di Sini

Melati Septyana Pratiwi • Kamis, 27 Februari 2025 | 14:00 WIB

Ilustrasi orang bercermin
Ilustrasi orang bercermin
JawaPos.com - Seringkali orang yang suka bercermin disebut sebagai narsistik. Anggapan ini cukup beralasan karena kata 'narsistik' memang berasal dari mitologi Yunani yakni Narcissus. Sosok itu jatuh cinta pada bayangan diri sendiri yang terpantul di permukaan air, atau ini sama saja seperti bercermin.

Saat ini, istilah narsistik erat kaitannya pada gangguan kepribadian, yang mana seseorang merasa lebih baik jika dibandingkan dengan orang lain. Dalam laman Psychology Today yang ditulis oleh Tara Well, profesor di departemen psikologi Barnard College, Universitas Columbia, berbagai penelitian menyebut bahwa orang dengan gangguan narsistik cenderung melihat segala hal dari sudut pandang egosentris. Dia sulit jika harus memahami emosi orang lain alias kurang empati.

Permasalahan defisit empati ini muncul karena adanya masalah pada anterior insula. Bagian ini berfungsi untuk mematikan fokus berlebih pada diri sendiri dan mengalihkan perhatian pada orang lain apabila berfungsi dengan baik.

Salah satu tingkah seorang narsistik yang cukup disadari orang lain adalah ketika memuji diri sendiri secara berlebihan. Tapi apakah seseorang yang kagum pada dirinya saat bercermin sudah pasti termasuk golongan narsistik?

Kaitan Orang yang Suka Bercermin dengan Gangguan Narsistik

Ternyata dijelaskan oleh Tara bahwa tidak sesederhana itu untuk menyebut orang yang merasa penasaran atau terpesona pada diri sendiri saat menatap cermin sebagai sosok dengan gangguan narsistik. Ada dua alasan mengapa tidak bisa langsung memberi label narsistik.

1. Semua Orang Menganggap Diri Lebih Menarik

Menurut studi psikologi, bukan hanya orang narsistik yang menganggap diri lebih menarik, melainkan kebanyakan orang pun merasa seperti ini. Mereka cenderung melebih-lebihkan penilaian diri sendiri dalam hal fisik maupun kecerdasan.

2. Semakin Sering Bercermin Apabila Menganggap Diri Menarik

Seseorang yang merasa punya daya tarik fisik, umumnya punya kebiasaan bercermin. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang mengamati reaksi pria dan wanita saat melewati cermin.

Ternyata, baik pria maupun wanita, keduanya sama-sama suka menghabiskan lebih banyak waktu bercermin ketika merasa punya daya tarik. Sehingga, tidak semudah itu menentukan apakah seseorang narsistik atau bukan hanya lewat kebiasaan menatap cermin.

Walaupun memang, dalam tulisannya Tara juga menjelaskan terkait narsistik yang cenderung lebih menarik. Alasannya, mereka menghabiskan waktu lebih banyak untuk merawat penampilan.

Ini dianggap sebagai langkah mendukung citra yang berkaitan dengan nilai diri mereka. Ya, mereka menganggap lebih bernilai penampilan luar daripada karakter atau kepribadian.

Oleh sebab itu, tidak perlu langsung menghakimi orang lain bahwa mereka seorang narsistik hanya karena gemar bercermin dan mengagumi diri sendiri.

Editor : Candra Mega Sari
#bercermin #psikologi #narsistik