Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pencegahan Kanker Serviks: Penjelasan Mengenai Vaksinasi dan Deteksi Dini yang Menyelamatkan Nyawa Anda

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Jumat, 7 Februari 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi kesehatan kewanitaan
Ilustrasi kesehatan kewanitaan

JawaPos.com - Kanker serviks adalah perubahan sel-sel di leher rahim yang menjadi ganas dan biasanya berkembang perlahan. Gejala baru muncul saat kanker sudah stadium lanjut. Kanker ini adalah jenis kanker yang paling umum pada wanita, kedua setelah kanker payudara di Indonesia.

Angka harapan hidup penderita tergantung pada stadium kanker. Misalnya, angka harapan hidup 80% berarti 80 dari 100 penderita dapat bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Angka harapan hidup berdasarkan stadium adalah: Stadium 1: 95%, Stadium 2: 70%, Stadium 3: 40%, Stadium 4: 15%. Deteksi dini kanker serviks sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Kanker serviks terbagi menjadi dua jenis yakni yang pertama, Karsinoma sel skuamosa (KSS) adalah yang paling umum, berasal dari sel skuamosa di leher rahim, kedua, Adenokarsinoma bermula di sel kelenjar pada saluran leher rahim. Kedua jenis ini bisa terjadi bersamaan, meskipun jarang.

Kanker serviks terjadi ketika sel sehat berubah atau bermutasi, menyebabkan pertumbuhan sel kanker yang tidak normal. Penyebab perubahan gen belum diketahui, tetapi terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV) yang menular melalui hubungan seksual.

Faktor risiko yang menyebabkan perempuan terpapar HPV adalah menikah/memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 20 tahun), berganti-ganti pasangan seksual, berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti pasangan, riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul, perempuan perokok dan perokok pasif. Perempuan perokok berisiko 2.5 kali lebih besar, sedangkan perokok pasif risikonya 1.4 kali lebih besar.

Dilansir dari laman resmi KEMENKES, berikut beberapa tanda-tanda kanker serviks yang harus anda perhatikan:

- Perdarahan vagina yang ekstrim, terutama di antara siklus menstruasi atau setelah menopause, dapat menjadi gejala kanker serviks. Pada tahap awal, kanker serviks mungkin tidak menunjukkan gejala. 

- Perdarahan saat berhubungan seksual atau keputihan berat juga bisa menjadi tanda, disertai dengan nyeri saat berhubungan. 

- Jika kanker serviks sudah lanjut, metastasis bisa terjadi di perut, paru-paru, atau bagian lain. 

- Tanda-tanda lain yang membingungkan termasuk kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri panggul, sakit kaki, sakit punggung, patah tulang, hingga kebocoran urin atau feses.

Untuk mendeteksi kanker serviks, dokter akan menanyakan tentang penyakit yang diderita, gaya hidup, dan gejala yang dirasakan pasien. Dokter akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan, seperti skrining tes (pemeriksaan IVA, pap smear, dan HPV DNA) yang dapat dilakukan mulai usia 21 tahun. 

Jika skrining menunjukkan kemungkinan kanker, akan dilakukan biopsi jaringan serviks untuk mengambil sampel dan diuji di laboratorium. Jika kanker terdiagnosis, pemeriksaan lanjut dilakukan untuk mengetahui stadium kanker, termasuk pemindaian (Rontgen, MRI, CT scan, dan PET scan), tes darah, sistoskopi, dan proktoskopi.

Pengobatan kanker serviks akan disesuaikan dengan kondisi dan stadium kanker pada pasien. Berikut ini adalah beberapa pengobatan kanker serviks, seperti yang dilansir dari laman alodokter.com, yakni:

Selain itu, beberapa makanan dan nutrisi yang Anda butuhkan untuk mencegah kanker serviks, yakni:

Editor : Candra Mega Sari
#pengobatan kanker serviks #tanda kanker serviks #mencegah kanker serviks #kanker serviks