Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Sembilan): Bluebell sampai Camomile, Lambang Cinta Abadi dan Ketabahan Hati

Erie Dewangga • Jumat, 31 Januari 2025 | 17:00 WIB

Serial anime Mahoutsukai no Yome juga kaya dengan hanakotoba (sumber: IMDb).
Serial anime Mahoutsukai no Yome juga kaya dengan hanakotoba (sumber: IMDb).

JawaPos.com — Serial Mahoutsukai no Yome (The Ancient Magus Bride), adaptasi anime dari manga karangan Kore Yamazaki, selain penuh dengan keajaiban sihir, ternyata juga kaya dengan simbolisme yang hadir melalui bahasa bunga, lho!

Berbagai bunga membingkai serial fantasi ini, dan semuanya miliki makna yang berkaitan dengan kisah perjalanan Hatori Chise si Sleigh Beggy. Yuk, simak artikel berikut membahas hanakotoba dari bebungaan yang muncul dalam anime MahoYome.

Bluebell: Lambang Rasa Syukur serta Cinta Abadi

Bunga bernama ilmiah Hyachinthoides non-scripta ini biasanya mekar mulai dari bulan April dan dapat anda temui di daerah Atlantik dari bagian barat laut Semenanjung Iberai sampai dengan wilayah Kepulauan Inggris.

Tanaman ini sering dikaitkan dengan hutan purba sebab dipakai sebagai penunjuk bahwa wilayah itu merupakan hutan yang telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Mereka mencapai kepadatan terbesarnya di hutan-hutan Inggris dan mampu menciptakan hamparan karpet bunga biru yang luar biasa indahnya yang juga dikaitkan dengan datangnya musim semi.

Menurut folklor yang eksis di Britania Raya, bunga bluebell sering disebut sebagai bunganya para peri sebab kelopaknya menyerupai topi peri yang sempurna; sebagian orang percaya bahwa bunga ini dijadikan tempat berteduh bagi para peri dari hujan; kepercayaan yang lain mengatakan bahwa bunga lonceng biru dibunyikan untuk memanggil peri ke suatu pertemuan; dan juga ada mitos bila siapapun yang memetik bunga ini akan disesatkan oleh para peri ke dalam hutan untuk selamanya sebab bluebell juga berkaitan erat dengan kehidupan sesudah kematian.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Delapan): Silene yang Lambangkan Rasa Sesal sampai Nemophila yang Jadi Ungkapan Maaf

Pun, ada kepercayaan lokal kalau siapapun yang berhasil menyingkap bagian dalam bunga bluebell ke luar tanpa merusak kelopaknya, maka mereka dapat memenangkan hati orang yang dicintainya; dan apabila anda mengenakan karangan bunga ini, maka anda hanya bisa mengatakan kebenaran saja.

Dalam hanakotoba, bunga yang disebut sebagai burūberu (ブルーベル) ini membawa makna kerendahan serta keteguhan hati; sedangkan dalam floriografi Barat, bunga ini kebaikan hati, rasa syukur, konsistensi, dan cinta abadi; sementara pada Era Victoria, bluebell digunakan sebagai bentuk ungkapan penghargaan serta tanda terima kasih dari si pemberi terhadap kasih sayang si penerima.

Makna serta mitologi bluebell di atas sejalan dengan kehadiran bunga ini yang mengiringi perjalanan Elias menuju tempat pembaringan Chise di dalam Hutan Peri, dengan mana bunga ini menjadi wujud ekspresi rasa syukur serta terima kasih dari kedua karakter utama dalam serial ini; pun, bunga ini juga menandai kedatangan Ratu Peri, Titania, di hadapan Elias dan Chise.

Dog Rose: Simbol Kesakitan, Kesenangan, dan Perubahan

Lebih dikenal sebagai nobara (野薔薇) di Jepang, yang secara literal berarti ‘mawar liar’, bunga bernama Latin Rosa canina ini merupakan tanaman asli dari Eropa, bagian barat laut Afrika, serta Asia barat yang tumbuh dalam formasi merambat seperti semak dan biasa disebut juga sebagai Sweetbriars atau Witches Briar.

Tanaman ini membawa makna yang cukup luas sebab berkaitan dengan kesakitan, kesenangan atau kenikmatan, dan juga perubahan.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Tujuh): dari Canola Pertanda Musim Semi hingga Evening Primrose yang Jadi Simbol Cinta Dalam Diam

Makna kesakitan berasal dari referensi bahwa tanaman ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan gigitan dari anjing gila; sedangkan makna kesenangan atau kenikmatan berangkat dari kebiasaan para bangsawan pada Abad Pertengahan untuk menyelipkan bunga ini di ujung tempat tidur seorang gadis sebagai tanda minatnya; sementara, makna perubahan berkaitan erat dengan kepercayaan di Tiongkok.

Seperti halnya semua mawar, mawar liar adalah simbol cinta, seperti dalam mitologi Yunani dan Romawi; dan, dalam mitos Kristen, mawar liar juga dikaitkan dengan kemurnian, cinta, serta pernikahan.

Namun, seperti kebanyakan cerita rakyat, ada juga sisi yang lebih gelap karena memimpikan mawar liar dianggap sebagai pertanda kematian, baik bagi si pemimpi atau seseorang yang dekat dengan mereka, terutama orang yang mereka sayangi; bahkan dalam kepercayaan masyarakat Jerman, bunga ini dikatakan berhubungan dengan penyihir serta iblis.

Di samping itu, Rosa canina juga memiliki banyak mitologi serta folklor yang menyertainya. Pun, anda mungkin bahkan familier dengan salah satunya, yaitu dongeng Putri Tidur bernama Briar Rose (nama asli Putri Aurora). Cerita ini dapat ditafsirkan untuk mewakili perjuangan hidup tetapi juga cinta, keanggunan, keindahan, dan kasih sayang yang juga dapat ditemukan dalam kehidupan.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Mahoutsukai no Yome (Bagian Enam): Mulai Holly Berry sampai Red Clover, dari Harapan Melihat Masa Depan sampai Simbol Ketekunan

Keterkaitan makna serta mitologi yang melingkupi bunga ini, sesuai dengan adegan saat bunga ini muncul, yaitu terbangunnya Chise setelah dua minggu tertidur seusai melakukan ritual pembersihan (ruwat) terhadap jiwa Mina dan Matthew. Pun, tanaman ini juga menjadi simbol dari perkembangan karakter si Sleigh Beggy ke depannya.

Ground Elder: Lambang Pertumbuhan Spiritualitas

Tanaman bernama Latin Aegopodium podagraria ini dikenal sebagai ground elder sebab kemiripan daun serta bunganya dengan tumbuhan elderberry (Sambucus sp.). Harap berhati-hati bila menjumpai tanaman berumpun bunga putih di alam liar, sebab ground elder juga sekilas mirip dengan hemlock (Conium maculatum) yang beracun!

Dikenal sebagai iwa mitsuba (岩三葉) di Jepang, tanaman ini membawa makna kekuatan serta pertumbuhan spiritualitas.

Makna tersebut sesuai dengan adegan kemunculan bunga ini, yaitu ketika Elias berjalan memasuki hutan untuk menjenguk Chise yang tertidur di bawah naungan pepohonan layaknya Putri Tidur, dengan mana ground elder menjadi penanda dari tumbuhnya kekuatan sihir serta spiritualitas si Sleigh Beggy.

Camomile: Simbol Ketabahan dalam Hadapi Cobaan

Bunga bernama ilmiah Matricaria chamomilla ini memiliki aroma yang menyerupai apel dan sangat mirip dengan bunga aster: kelopak bunganya putih halus dan bagian tengahnya yang berwarna kuning keemasan.

Dalam hanakotoba, bunga ini menjadi bentuk ungkapan untuk mengekspresikan dukungan agar si penerima tabah dalam menghadapi cobaan serta doa supaya si penerima diberi kekuatan untuk melewati berbagai rintangan; sementara dalam floriografi Barat, camomile melambangkan berbagai ekspresi positif, seperti persahabatan, kegembiraan, kebahagiaan, kedamaian, dan ketenteraman; sedangkan, pada Era Victoria, bunga ini dianggap sebagai tanda keberuntungan, pun memberikan hadiah camomile dianggap sebagai harapan akan keberuntungan, kemakmuran, serta kebahagiaan bagi penerimanya.

Selain itu, camomile juga erat kaitannya dengan lambang ketenangan sebab biasa dipakai sebagai teh yang bisa memperbaiki kualitas tidur anda. Namun, bagi anda yang sedang mengandung, sebaiknya menghindari konsumsi bunga ini sebab camomile diketahui dapat menyebabkan kontraksi rahim yang bisa berujung pada keguguran.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#bahasa bunga #hanakotoba #The Ancient Magus Bride #Mahoutsukai no Yome