JawaPos.com - Pernahkah melihat benjolan kecil berwarna putih yang muncul di sekitar dahi atau dagu Anda? Itu adalah whiteheads, salah satu jenis jerawat yang termasuk dalam keluarga jerawat komedonal, bersama dengan blackhead.
Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), whiteheads terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak, bakteri, dan sel kulit mati. Ketika pori-pori ini tertutup rapat, benjolan yang muncul akan tampak putih, yang kita kenal dengan sebutan whitehead.
Sebaliknya, jika pori-pori tetap terbuka, minyak dan kotoran yang terjebak di dalamnya akan tampak gelap, membentuk blackhead. Lalu apa saja yang menyebabkan whiteheads dan bagaimana mengatasinya? Berikut pemaparannya, dikutip dari USA Today, Kamis (30/1).
Apa yang Menyebabkan Whiteheads?
Menurut dermatologi, Dr. Hadley King, genetika dan hormon merupakan dua penyebab utama jerawat, sehingga meskipun Anda sudah menjaga pola makan dan gaya hidup dengan baik, jerawat tetap bisa muncul.
Sama halnya dengan jenis jerawat lainnya, stres, pola makan yang buruk, kurang tidur, atau penggunaan produk makeup, perawatan kulit, dan perawatan rambut yang berminyak dapat memperburuk kondisi jerawat.
Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan pada 2009 yang dikutip oleh AAD juga menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan merokok pada wanita dan munculnya whiteheads serta blackhead. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin parah jerawat yang muncul, dan beberapa bahkan mengembangkan bekas jerawat yang dalam.
Bagaimana Cara Menghindari Whiteheads?
Para dermatolog menawarkan beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi whiteheads. AAD memperingatkan bahwa hasil pengobatan mungkin tidak langsung terlihat, dan itu adalah hal yang normal. Mereka menyarankan untuk memberi waktu pengobatan selama enam hingga delapan minggu.
Jika setelah waktu tersebut whiteheads masih muncul, sebaiknya konsultasikan dengan dermatolog untuk perawatan lebih lanjut. Mereka mungkin akan merekomendasikan pengobatan jerawat dengan resep atau prosedur ekstraksi komedo. Namun, sebelum itu, Anda bisa mencoba beberapa pengobatan yang tersedia bebas di apotek, seperti:
1. Retinoid Topikal
Retinoid membantu mencegah dan membuka pori-pori yang tersumbat. "Retinoid juga mengurangi perubahan warna kulit yang ditinggalkan setelah jerawat, dan karena mereka meningkatkan pergantian sel kulit, ini mengurangi waktu penyembuhan jerawat," kata Dr. King.
Salah satu retinoid yang bisa dibeli tanpa resep adalah adapalene, yang dicatat oleh AAD.
2. Asam Salisilat
Asam salisilat berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan membantu menghilangkan minyak dari pori-pori. "Ini adalah bahan yang sangat baik untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, terutama untuk mengatasi dan mencegah blackhead dan whiteheads," kata Dr. King.
3. Benzoyl Peroksida
Benzoyl peroksida adalah antiseptik topikal yang mengurangi jumlah bakteri di kulit. "Tidak hanya membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat, tetapi juga membantu mencegah dan membersihkan pori-pori yang tersumbat," ujar Dr. King.
Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, disarankan untuk memilih produk yang diberi label "micronized" agar tidak menyebabkan iritasi.
Dengan perawatan yang tepat dan kesabaran, whiteheads dan jerawat lainnya dapat dikelola dengan lebih baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dermatolog untuk mendapatkan perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi kulit Anda.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah