JawaPos.com - Trimethylaminuria atau dikenal sebagai sindrom bau ikan adalah gangguan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada gen FMO3. Akibat mutasi ini, tubuh tidak mampu mengubah trimetilamina menjadi senyawa yang tidak berbau.
Penumpukan trimetilamina dalam tubuh kemudian menyebabkan bau amis yang khas. Tanda ini dapat muncul sejak lahir atau saat memasuki masa pubertas. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan genetik.
Dilansir dari laman Halodoc.com, satu-satunya gejala trimethylaminuria adalah bau tidak sedap, seperti ikan yang sudah membusuk. Bau ini bisa terdapat pada:
- Napas
- Keringat
- Urine
- Cairan vagina
Baunya bisa konstan atau mungkin datang dan pergi. Adapun kondisi yang dapat memperparah bau pada pengidap, yakni:
- Berkeringat
- Makanan tertentu, seperti ikan, telur dan kacang-kacangan
- Periode menstruasi
Karena penyakit ini genetik, belum ada pengobatan definitif. Meski tidak membahayakan nyawa, namun kondisi ini sangat mengganggu kehidupan sosial dan kepercayaan diri penderita.
Melansir dari laman Alodokter.com, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul, antara lain:
- Lebih sering mencuci badan atau mandi dengan menggunakan sabun yang bersifat asam (pH 5.5-6.5)
- Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung TMAO (trimethylamine-N-Oxide), dan Choline, seperti ikan laut, telur, ayam, hati sapi, dll. Akan tetapi karena kekurangan choline juga dapat menimbulkan penyakit lain, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi agar dapat dihaturkan pola menu yang tepat untuk anda.
- Konsultasikan dengan dokter, untuk penggunaan karbon aktif maupun tambahan antibiotik
- Tetap bersemangat dan disiplin untuk menghadapi penyakit yang anda alami
- Jika anda merasa sedih, kurang percaya diri, atau merasa depresi, jangan ragu untuk juga berkonsultasi dengan psikiater, karena konsultasi lebih awal umumnya memberikan hasil yang lebih baik.