JawaPos.com – Keamanan makanan dalam keadaan darurat sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan. Pemadaman listrik, banjir, atau kebakaran dapat mempengaruhi kondisi penyimpanan makanan yang memerlukan perhatian khusus.
Keamanan makanan berarti menjaga makanan tetap aman dikonsumsi tanpa resiko kontaminasi. Hal ini mencakup penyimpanan, pengolahan, dan kebersihan makanan sesuai standar.
Mengetahui cara menjaga makanan tetap aman sangat penting agar terhindar dari risiko keracunan makanan. Ini juga membantu mengurangi pemborosan bahan makanan selama keadaan darurat.
Berikut 7 tips menjaga makanan tetap aman saat pemadaman listrik, banjir, atau kebakaran, dilansir dari laman Usda oleh JawaPos.com, Sabtu (11/1):
1. Pentingnya Rencana sebelum Pemadaman
Sebelum pemadaman listrik, persiapkan langkah-langkah untuk menjaga makanan tetap aman. Simpan termometer di lemari es dan freezer untuk memastikan suhu selalu berada di kisaran aman.
Lemari es harus berada di bawah suhu 4°C, sedangkan freezer di bawah 0°C. Bekukan makanan yang tidak segera dikonsumsi, seperti daging segar, susu, atau sisa makanan, agar tahan lebih lama selama pemadaman.
Pastikan freezer terisi penuh, karena makanan yang dikelompokkan dan ruang kosong yang diisi botol berisi air beku membantu menjaga suhu lebih stabil. Sediakan pendingin dan es batu cadangan untuk berjaga-jaga jika pemadaman berlangsung lebih dari 4 jam.
2. Tetap Tenang saat Pemadaman Listrik
Saat listrik padam, pastikan pintu lemari es dan freezer selalu tertutup. Lemari es dapat menjaga makanan tetap dingin hingga 4 jam, sementara freezer penuh mampu mempertahankan suhu selama 48 jam.
Gunakan pendingin berisi es jika listrik mati lebih lama, pastikan suhu di dalamnya tetap di bawah 4°C. Makanan yang disimpan di depan freezer cenderung mencair lebih cepat dibandingkan yang di bagian belakang.
Hindari menyentuh es kering tanpa pelindung karena dapat menyebabkan luka pada kulit. Jika suhu freezer naik atau makanan mencair, segera buang bahan yang tidak aman.
3. Langkah Penting saat Banjir
Pastikan makanan terlindungi dari paparan air banjir. Angkat lemari es dan freezer di atas balok semen untuk mencegah kerusakan.
Hindari konsumsi makanan dalam kemasan karton, susu, atau jus yang terendam air banjir karena tidak dapat disanitasi dengan baik. Periksa kaleng makanan yang terendam dan buang jika ditemukan kerusakan seperti karat, penyok, atau kebocoran.
Makanan dalam kaleng logam yang utuh dapat diselamatkan dengan mencuci, menyikat, dan merendamnya dalam larutan pemutih klorin. Gunakan air minum dalam kemasan untuk membersihkan makanan atau alat masak yang terkontaminasi air banjir.
4. Waspada saat Kebakaran Terjadi
Makanan yang terpapar asap atau bahan kimia pemadam kebakaran tidak aman untuk dikonsumsi. Panas api dapat merusak segel kemasan, memungkinkan bakteri masuk ke dalam makanan.
Jangan gunakan makanan dalam kemasan plastik, kardus, atau wadah lainnya yang bersifat permeabel. Peralatan dapur seperti panci atau pisau yang terkena bahan kimia harus dibersihkan dengan larutan pemutih klorin sebelum digunakan kembali.
Lemari es yang terpapar asap harus diperiksa dengan cermat karena segelnya tidak sepenuhnya kedap udara. Buang semua makanan yang terlihat, berbau, atau terasa tidak normal.
5. Cara Mengenali Makanan Aman
Makanan dengan bau, warna, atau tekstur yang mencurigakan harus segera dibuang. Jangan mencoba mencicipi makanan untuk menentukan keamanannya.
Buang bahan seperti daging, unggas, susu, dan produk olahan jika lemari es tidak dingin selama lebih dari 4 jam. Makanan beku yang mencair tetapi masih mengandung kristal es aman untuk dibekukan kembali, meski kualitasnya mungkin menurun.
Hindari menyimpan makanan di salju karena suhu luar ruangan tidak selalu stabil dan bisa terkontaminasi. Jika ada keraguan terhadap keamanan makanan, lebih baik dibuang daripada mengambil risiko.
6. Membersihkan Lemari Es dan Freezer
Baca Juga: Revalina S. Temat Kembali ke Layar Lebar, Seproyek Bareng Fedi Nuril di 1 Imam 2 Makmum
Setelah keadaan darurat berakhir, segera bersihkan lemari es dan freezer. Keluarkan semua makanan yang mencurigakan atau rusak.
Bersihkan bagian dalam dengan air panas dan soda kue untuk menghilangkan sisa makanan dan bau. Gunakan larutan pemutih klorin untuk membasmi bakteri yang mungkin menempel pada permukaan.
Biarkan pintu terbuka selama beberapa jam untuk ventilasi, atau gunakan bahan seperti bubuk kopi untuk menyerap bau. Jika bau tetap bertahan meskipun sudah dibersihkan, pertimbangkan untuk mengganti unit lemari es atau freezer.
7. Pentingnya Sedia Es dan Pendingin
Es batu dan pendingin sangat membantu menjaga makanan tetap aman selama keadaan darurat. Freezer yang penuh dengan makanan beku dapat mempertahankan suhu dingin lebih lama.
Jika listrik padam, gunakan es batu atau es kering untuk menjaga suhu di bawah 4°C. Ketahui tempat penjualan es di sekitar untuk persiapan darurat yang lebih baik.
Pastikan pendingin yang digunakan memiliki isolasi yang baik untuk mempertahankan suhu. Es buatan sendiri juga bisa menjadi alternatif jika pasokan es di luar terbatas.
Menjaga keamanan makanan selama keadaan darurat membutuhkan persiapan dan langkah yang tepat. Dengan memahami panduan ini, makanan tetap terjaga kualitasnya dan risiko kesehatan dapat diminimalkan.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah