Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Anak Anda Suka Nonton Anime? Kenali Dampak Baik, Buruk dan Upaya Pencegahan yang Wajib Orang Tua Tahu

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Sabtu, 11 Januari 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi orang tua mendampingi anak
Ilustrasi orang tua mendampingi anak

JawaPos.com - Anak-anak di Indonesia berusia 7 hingga 12 tahun sedang dalam tahap penting untuk perkembangan akademis dan sosialnya. Mereka mengembangkan keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, serta mengenal nilai-nilai sosial. Anak-anak juga menunjukkan minat tinggi pada program hiburan di televisi dan perfilman, terutama anime. Beberapa anime populer di kalangan mereka termasuk Naruto, One Piece, dan Detective Conan, dan masih banyak lagi.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memperingatkan bahwa tayangan tontonan dapat mempengaruhi perilaku kekerasan anak-anak, karena program televisi dan tontonan yang dilihat oleh anak-anak memiliki potensi untuk membentuk karakternya. Tayangan anime ini mudah diakses melalui televisi nasional dan layanan streaming seperti YouTube. Kemudahan anak-anak untuk mengakses tayangan mengandung unsur kekerasan inilah yang sering diasumsikan sebagai salah satu penyebab munculnya perilaku kekerasan di kalangan anak-anak. 

Penelitian menunjukkan bahwa tontonan kekerasan terkait dengan perilaku agresif anak-anak, yang dapat mempengaruhi interaksi mereka dengan lingkungan. Tanpa bimbingan, anak-anak mungkin tidak memahami konsekuensi tindakan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk mengawasi dan mendiskusikan konten yang aman ditonton anak-anak.

Berdasarkan analisis data, menonton anime dapat memberikan dampak baik dan buruk. Berikut beberapa pengaruh positif dari menonton anime, di antaranya:

- Menjadi Pribadi yang Semangat dan Pantang Menyerah

Pada kisah anime banyak dicontohkan berbagai motivasi dan tekad bulat dalam  meraih mimpi, beberapa tokoh menjadi sosok yang memiliki karakter yang berjiwa  kuat, sehingga menunjukakan sikap pantang menyerah dalam meraih tujuan. Hal itu membuat penonton anime mampu menjadi orang yang lebih bersemangat.

- Menjadikan Individu yang Sabar

Sifat sabar dalam anime digambarkan dengan realistis dan manusiawi, termasuk sabar dalam menghadapi cobaan, berstrategi meraih mimpi, dan berurusan dengan orang lain. Hal ini memberikan pengaruh positif bagi penggemar anime, mendorong mereka untuk menjadi lebih sabar. 

- Sarana Mendapat Inspirasi dan Ide Baru

Anime juga menyajikan kisah menarik dan ide-ide unik untuk mencapai impian dan tujuan, sehingga penonton bisa mendapat inspirasi dan ide baru. 

- Memberikan Wawasan Baru

Berbagai genre anime mengandung cerita mendalam yang berdasarkan riset serius, memberikan wawasan baru kepada penontonnya.

- Selalu Intropeksi Diri

Selain itu, anime membantu penonton mengenal diri sendiri melalui pengalaman emosional yang dihadirkan, di mana karakter kompleks mencerminkan perjalanan introspeksi. 

- Meningkatkan Empati

Menonton anime meningkatkan kepekaan terhadap keadaan sekitar dan membangkitkan empati terhadap isu sosial dan budaya. 

- Memahami Nilai-Nilai Kehidupan

Anime juga menyoroti arti kehidupan melalui cerita mendalam tentang cinta, pengorbanan, dan perjuangan, yang membantu penonton memahami nilai-nilai kehidupan.

- Menjadi Lebih Percaya Diri

Penonton dapat merasa lebih percaya diri terinspirasi oleh karakter yang menghadapi tantangan besar, serta menghargai persahabatan dan kesetiaan. 

Sedangkan pengaruh negatif dari menonton anime di antaranya:

- Dapat memunculkan sifat egois pada diri.

- Merubah diri menjadi mudah marah.

- Hal traumatis dan melankolis dari anime bisa membuat penontonnya murung.

- Saat menjadi pecandu anime, tidak jarang merubah sifat menjadi pribadi yang jarang berbicara.

- Karena dunia di dalam anime sangat realistis dan menghanyutkan, tidak  jarang membuat para penontonnya menjadi pribadi yang kurang bersosialisasi di dunia nyata.

- Terlalu banyaknya pilihan genre dan judul pada anime membuat para penggemar semakin kecanduan, sehingga membuat beberapa pecinta anime  semakin malas beraktivitas, pikiran menjadi kurang konsentrasi saat belajar, dan lupa waktu.

- Banyaknya adegan kekerasan yang ditampilkan pada anime sangat  memungkinkan penontonnya untuk terjerumus ke arah sifat yang penuh kekerasan dan bahkan ke arah perbuatan kriminal.

Dilansir dari journal.stekom.ac.id, berikut beberapa upaya untuk mengatasi dampak negatif dari menonton anime pada anak:

1. Ajari Anak untuk Berhemat

Salah satu langkah penghematan adalah dengan mengurangi pembelian komik, DVD, dan action figure terkait anime. Ini membantu secara finansial dan mengatasi dampak negatif dari konsumsi anime berlebihan. Membatasi akses ke merchandise juga dapat mengurangi keterlibatan yang terlalu intens dalam dunia anime.

2. Menyalurkan Minat Bakat atau Hobi Anak

Menemukan hobi lain yang produktif, seperti olahraga atau seni, bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi dampak negatif dari anime. Kegiatan tersebut menciptakan keseimbangan dalam rutinitas sehari-hari.

3. Menjadwalkan Kegiatan Anak

Membagi waktu antara belajar dan menonton anime adalah langkah penting. Dengan jadwal seimbang, waktu menonton tidak mengganggu waktu belajar.

4. Mendorong Anak untuk Lebih Berinteraksi

Meningkatkan interaksi sosial juga penting. Dengan berkomunikasi lebih sering, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan mengurangi isolasi.

Anime dapat dinikmati oleh semua kalangan, tetapi penting bagi penonton untuk memilih mana yang layak dan mana yang sebaiknya dihindari. Setiap anime memiliki pesan dan nilai yang berbeda, jadi penonton, terutama anak-anak dan remaja, harus dibimbing untuk memahami mana yang sesuai dengan norma dan mana yang mengandung unsur negatif. Pendampingan dari orang tua atau pengasuh sangat diperlukan untuk membantu memfilter konten dan menjelaskan konteks agar konsumsi anime lebih bermanfaat.

Editor : Candra Mega Sari
#orang tua #dampak positif #anak #anime #dampak negatif