JawaPos.com — Serial Houseki no Kuni atau Land of Lustrous, merupakan anime filosofis tentang pencarian diri sejati yang akan menawarkan begitu banyak metafora dan simbolisme yang salah satunya hadir melalui ragam makna bebungaan yang muncul mengiringinya.
Yuk, simak artikel berikut membahas hanakotoba dari bebungaan yang hadir dalam serial anime Houseki no Kuni.
Hasu: Lambang Buddha, Hati yang Murni, dan Pencerahan Spiritual
Kelopak bunga teratai muncul dalam setiap pengulangan para Lunarian dan merupakan salah satu dari banyak simbol Buddha yang dihadirkan dalam serial animasi adaptasi manga Houseki no Kuni karya Haruko Ichikawa.
Bunga teratai (Nelumbo nucifera) atau yang disebut sebagai hasu (はす) atau ren (蓮) ini memiliki arti yang penting dalam beberapa agama serta kepercayaan, khususnya Buddha. Teratai punya hanakotoba yang melambangkan kefasihan, kesakralan, kegigihan, cinta yang tulus, cinta yang terasing atau berjarak dari orang yang dicintai, mengatasi kesulitan, serta hati yang murni. Simbolisme hati yang murni berasal dari bagaimana bunga ini mekar dengan indah meskipun muncul dari air berlumpur.
Makna bunga yang sakral ini menyertai transformasi Phos di Chord Shore, tempat paduan emas atau platinum yang bersinergi dengan bagian tubuh mereka yang lain meskipun berat.
Adegan tersebut adalah transformasi Phos yang paling dramatis dan muncul dalam bentuk bunga teratai, yang juga merupakan tempat duduk Buddha, bunga suci yang berarti pencerahan atau bangkit dari penderitaan (di antara banyak makna spiritual lainnya).
Pada setiap titik penderitaan utama dalam kehidupan Phos, ia menerima modifikasi lain pada tubuhnya. Di sini, Phos baru saja menyaksikan hancurnya Antarcticite, muncul di tengah bunga teratai sebelum mengarahkan paduan emas untuk membalas Lunarian. Pada saat itu, Phos belum mencapai puncak pencerahan, tetapi ia telah mencapai pemahaman yang lebih besar tentang penderitaan yang datang dari konflik dengan Lunarian.
Nikkō-kisuge: Ungkapan untuk Melangkahi Kesedihan di Masa Silam
Bunga selanjutnya adalah bunga yellow daylily (Hemerocallis middendorffii), yang muncul di kaki Phos selama salah satu patroli musim dingin terakhirnya.
Bunga yang juga disebut nikkō-kisuge (日光キスゲ) ini muncul saat Phos mengambil alih pos Antarcticite setelah yang terakhir dihancurkan dan dicuri oleh Lunarian. Dalam hanakotoba, bunga ini melambangkan energi, kebahagiaan, keceriaan, dan melangkah ke depan melampaui kesedihan atau penderitaan di masa lalu.
Bunga ini menandakan kedatangan Phos yang telah bertransformasi kepada penonton, dan kemungkinan mewakili awal yang baru bersama dengan pengabdian seorang anak (dalam hal ini kepada Master Kongou, yang Antarcticite perintahkan untuk dijaga oleh Phos).
Bunga ini berumur pendek, hanya satu hari, meskipun merupakan tanaman liar yang berbunga sepanjang tahun. Permata di Houseki no Kuni tidak dapat mati—mereka bahkan tidak dapat dengan mudah berubah, sementara Phos adalah pengecualian yang langka—tetapi tubuh mereka dapat dihancurkan dan diambil, sehingga, dengan cara tertentu, berumur pendek.
Shiroiyuri: Simbol Simpati dan Kembali Suci setelah Mati
Bunga lain yang berasosiasi dengan Antarcticite adalah bunga putih berkelopak enam yang tampak seperti bunga lili laba-laba.
Bunga lili laba-laba merah (Lycoris radiata) atau higanbana (彼岸花) adalah bunga yang identik dengan kematian atau pemakaman dalam budaya Jepang dan dalam hanakotoba bermakna kehilangan, pengabaian, atau ketidakmampuan untuk bertemu lagi.
Sedangkan bunga lili laba-laba putih (Lycoris albiflora) atau shiroiyuri (白いユリ), melambangkan komitmen, kepercayaan, dan kelahiran kembali; dalam hanakotoba, bunga lili putih berarti kemurnian, kepolosan, dan kesucian; sedangkan, dalam floriografi era Victoria, bunga ini menyimbolkan kepolosan, kesederhanaan, dan kebajikan. Selain itu, bunga ini juga membawa makna simpati, sebagai cara untuk mewakili kembalinya seseorang kepada kesucian setelah kematian.
Phos meletakkan bunga ini di kaki Antarcticite, satu-satunya bagian tubuhnya yang tersisa dan tidak diambil oleh Lunarian, dan menceritakan harinya kepada permata itu. Dalam kehancurannya, Antarcticite telah menjadi sosok yang menginspirasi bagi Phos, sebuah cara bagi permata itu untuk mengungkapkan semua yang telah terjadi kepada mereka.
Bunga lili putih itu hampir seolah menjadi persembahan bagi kehidupan Antarcticite, dengan mana Phos melakukan ritual yang mirip dengan apa yang akan dilakukan anggota keluarga atas kematian orang yang dicintainya.
Suzuhime: Lambang Kejujuran dan Cinta Abadi
Diamond (Dia) adalah salah satu karakter paling tragis dalam serial Houseki no Kuni. Nasihatnya kepada Phos membantu menginspirasi transformasi si Permata Hijau, tetapi (faktanya) Diamond tidak dapat mengubah dirinya sendiri karena skala kekerasan dirinya yang terlampau tinggi. Phos adalah pengecualian. Diamond tahu aturannya, terlepas dari keinginan terdalamnya yang lahir dari rasa rendah diri terhadap sang rekan, yaitu Bort.
Dia tahu ini, dan terus memberikan nasihat kepada orang-orang di sekitarnya seraya menjaga watak ceria di tengah kesedihan yang ia rasakan. Ketika Phos pasca-transformasi bekerja sama dengan Bort, Dia memberi tahu Phos untuk menjaga Bort. Phos dengan canggung menyebut Bort aneh, memancing ceramah dari Dia tentang kualitas terbaik Bort. Diamond mencintai Bort, tetapi juga merasa tidak mampu jika dibandingkan dengannya. Hal ini hanya diperburuk oleh sikap Bort yang terlalu protektif.
Phos dan Bort berangkat berpatroli bersama keesokan harinya. Diamond melihat mereka pergi sambil memetik bunga ungu kecil yang menyerupai bunga lonceng (Campanula rapunculus) atau suzuhime (涼姫). Bunga-bunga ini dalam hanakotoba melambangkan cinta abadi, kejujuran, dan perasaan yang berbalas.
“Aku senang kita berpisah. Dari jauh, aku melihat betapa berartinya dirimu bagiku,” ini adalah kata-kata Dia setelah melawan seorang Lunarian sendirian dan kemudian kalah. Saat Bort berdiri di samping Diamond, ia merasa ngeri, si Permata Ceria mengakui bahwa perasaan tidak aman karena dipasangkan dengan Bort begitu lama mengaburkan perasaannya terhadap Bort yang juga mengakui hal yang sama. Diamond masih belum bisa berubah secara fisik, tetapi cintanya terhadap Bort akhirnya tersampaikan dan dibalas.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah