JawaPos.com – Tangerang, kota yang terletak di Provinsi Banten, dikenal dengan keragaman budayanya yang menghasilkan motif batik khas dan unik. Batik Tangerang menjadi cerminan harmonis dari pengaruh budaya Sunda, Betawi, dan China, yang dituangkan dalam desain dekoratif dan artistik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui semua pihak terus meluncurkan inisiatif guna menjaga dan melestarikan berbagai motif batik yang menjadi kebanggaan masyarakat Tangerang.
Inisiatif ini mencakup penyelenggaraan acara rutin, seperti Tangerang Fashion Week, yang menampilkan pertunjukan busana batik, kompetisi desain motif batik, pameran batik, hingga kelas pembelajaran tentang batik.
Jika anda ingin mengenal lebih dalam tentang batik khas Tangerang, berikut adalah beberapa motifnya beserta makna filosofis yang terkandung di dalamnya, sebagaimana dirangkum dari laman tangerangkota.go.id.
1. Motif Lenggang Cisadane
Motif ini menceritakan tentang 13 penari yang mempersembahkan Tarian Lenggang Cisadane, yang diciptakan oleh Seniman M. Yunus Sanusi dari Kota Tangerang pada tahun 2011.
Tarian yang menawan ini menggabungkan unsur dari tari Jaipong (Sunda), Jali-jali (Betawi), Jawa, dan China. Jumlah penari yang ada, sebanyak 13 orang, sesuai dengan jumlah kecamatan yang hadir di Kota Tangerang.
2. Motif Perahu Naga
Motif ini menceritakan tentang perlombaan perahu naga yang berlangsung di Sungai Cisadane. Dikatakan bahwa ini adalah acara tertua yang diselenggarakan sejak tahun 1910 di Kota Tangerang.
Perlombaan ini menjadi salah satu aktivitas menarik dalam Festival Peh Cun yang diadakan setiap tahun oleh masyarakat China Benteng di Kota Tangerang.
Baca Juga: Asam tapi Penuh Nutrisi! Simak Lima Manfaat Buah Rasberi untuk Kesehatan
3. Motif Jembatan Berendeng
Motif ini mengisahkan tentang landmark terbaru Kota Tangerang, sebuah jembatan yang menghubungkan Tangerang Barat dan Tangerang Timur.
Jembatan ini disebut Jembatan Berendeng dan dihiasi dengan ornamen yang menawan, menyerupai sisik naga.
4. Motif Pintu Air Sepuluh
Motif ini menggambarkan pintu air yang merupakan bendungan Sungai Cisadane di Kota Tangerang. Bangunan ini merupakan salah satu landmark bersejarah di Kota Tangerang.
Pintu air ini dibangun pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1927 dan masih berfungsi hingga saat ini untuk mengatur aliran Sungai Cisadane.
5. Motif Al-A’zhom
Motif ini melambangkan salah satu simbol Kota Tangerang, yaitu Masjid Raya Al-A’zhom yang memiliki lima kubah yang tersusun dengan cara yang menarik.
Masjid ini dibangun pada 1997 dengan desain arsitektur yang menggabungkan unsur Yunani, Romawi, Banten. Desain ini terinspirasi dari bangunan Aya Sofya (Hagia Sophia) di Istanbul, Turki.
6. Motif Jam Gede Jasa
Motif ini menggambarkan Jam Gede Jasa yang menjadi salah satu simbol Kota Tangerang. Dalam motif batik ini, terdapat pula ornamen yang merepresentasikan lima kubah serta empat menara dari Masjid Raya Al-A’zhom yang terlihat dari ketinggian.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah