JawaPos.com - Baking adalah cara memasak menggunakan oven yang bertujuan untuk mematangkan masakan tertentu tanpa adanya air atau minyak sebagai media panas. Beberapa produk baking yang biasa ditemukan adalah roti, kue, dan pastry. Melakukan baking, membutuhkan pengetahuan dan kreativitas yang tinggi agar menghasilkan produk yang maksimal.
Dalam dunia baking, setiap teknik memiliki arti dan tujuan yang spesifik. Tidak jarang setiap teknik yang dibutuhkan dalam baking disebut dengan kata atau istilah yang mungkin akan terdengar asing untuk orang awam, seperti proofing, folding, dan sifting.
Namun, jangan khawatir karena mengetahui istilah-istilah tersebut dapat menjadi langkah awal yang penting untuk menuju kesuksesan dalam melakukan baking. Berdasarkan situs hicookofficial.com, berikut adalah 10 istilah dalam dunia baking yang wajib Anda pahami agar lebih mudah memahami resep.
1. Beating
Beating merupakan salah satu teknik mengocok adonan. Biasa digunakan untuk mengocok gula dan putih telur sehingga menghasilkan meringue yang stabil. Namun, tidak jarang digunakan untuk mengocok adonan gula halus dan mentega agar mendapatkan tekstur yang ringan dan berbusa. Dengan menerapkan teknik ini, adonan akan terbebas dari gumpalan.
2. Curdling
Curdling terjadi saat bahan susu atau krim mengalami penggumpalan karena panas yang berlebih atau penambahan asam. Kondisi ini dapat dihindari dengan menjaga suhu adonan, menambahkan bahan asam secara bertahap, dan menggunakan tepung terigu pada adonan.
3. Proofing
Proofing merupakan proses pengembangan roti sebelum dipanggang, yaitu saat adonan mengembang karena ditambahkan ragi atau pengembang alami. Biasanya digunakan untuk membuat roti yang bertekstur ringan dan lembut, seperti pizza, donat, roti tawar, dan danish pastry.
4. Folding
Folding adalah teknik melipat adonan dengan menggabungkan bahan-bahan tanpa mengurangi udara yang berada di dalam adonan. Teknik biasa diterapkan pada adonan ringan atau adonan yang telah didiamkan.
Selanjutnya, teknik ini juga dapat digunakan untuk menggabungkan bahan yang ringan dengan bahan yang lebih berat. Folding bertujuan untuk memperoleh hasil akhir yang ringan dan lembut.
Baca Juga: Tanpa Perawatan Mahal! Ini Lima Cara Mudah Memperbaiki Skin Barrier agar Sehat dan Terawat
5. Sifting
Sifting merupakan kegiatan menabur tepung terigu atau gula halus dengan saringan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan gumpalan. Dengan begitu, hasil akhir adonan akan lebih halus dan lembut merata.
6. Glazing
Glazing adalah teknik melapisi bagian permukaan produk bakery dengan bahan cair seperti susu, sirup, atau glazur. Cara ini berfungsi untuk menambah rasa sekaligus memberikan kilau pada produk bakery, seperti roti, kue, dan pastry yang telah dipanggang.
7. Docking
Docking merupakan teknik menusuk permukaan adonan dengan alat docking atau garpu untuk menghindari pembentukan gelembung udara. Teknik juga membantu untuk memastikan permukaan kue matang secara merata dan mempunyai hasil akhir yang sama. Biasanya teknik ini digunakan pada pembuatan pai dan pastry agar mendapatkan kulit yang renyah dan tidak bergelmbung.
8. Kneading
Kneading adalah teknik untuk mengolah adonan roti dengan tangan atau alat pengembang gluten sehingga adonan menjadi elastis. Teknik ini penting sekali untuk memastikan roti dapat mengembang sempurna selama pemanggangan.
9. Tempering
Tempering adalah proses memanaskan bahan seperti cokelat secara perlahan untuk mendapatkan kilauan dan konsistensi yang diinginkan. Teknik ini sangat penting untuk memperoleh hasil cokelat yang mengkilap dan halus pada permukaan kue.
10. Retarding
Retarding merupakan teknik mengurangi kecepatan fermentasi adonan dengan dimasukkan ke dalam kulkas. Biasanya teknik ini digunakan untuk membuat roti sourdough. Dengan begitu, rasa adonan akan lebih mengembang dan bertekstur.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah