Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Sembilan Tips Membuat Kue Kering Tetap Renyah dan Tahan Lama, Mulai dari Pemilihan Bahan hingga Teknik Memanggang

Salma Faiza Pratomoputri • Rabu, 4 Desember 2024 | 18:45 WIB

Ilustrasi kue kering renyah dengan berbagai topping
Ilustrasi kue kering renyah dengan berbagai topping
JawaPos.com - Kue kering merupakan cemilan lezat yang dapat dikonsumsi sehari-hari, bahkan disuguhkan dalam acara-acara spesial. Teksturnya yang renyah membuat kue kering disukai oleh banyak orang. Namun, ternyata membuat kue kering renyah tidak semudah yang dibayangkan. Tidak jarang banyak orang mengeluh bahwa kue yang dibuat menjadi cepat lembek dan kehilangan teksturnya. 

Maka dari itu, diperlukan pemilihan bahan dan teknik pembuatan yang tepat agar hasil kue dapat bertahan lama. Mulai dari memilih tepung, menambahkan gula, hingga menggunakan loyang yang sesuai. Dengan begitu, kue akan tetap renyah dan tahan lama. 

Melansir dari hicookofficial.com, berikut adalah sembilan tips yang bisa anda lakukan untuk menjaga tekstur kue kering yang diinginkan. 

1. Memilih Tepung yang Tepat 

Gunakanlah jenis tepung yang tepat untuk mendapatkan hasil kue kering yang renyah. Sebaiknya pilih tepung terigu dengan protein rendah sehingga mengandung gluten yang lebih rendah daripada tepung protein tinggi. 

Gluten merupakan suatu jenis protein yang memberikan elastisitas pada adonan. Oleh karena itu, semakin sedikit gluten yang terbentuk akan membuat kue semakin renyah. Membuat kue kering dengan tepung berprotein rendah sangat dianjurkan karena membuat tekstur yang dihasilkan lebih ringan dan mudah digigit.

Baca Juga: Tujuh Rahasia Ampuh Menjaga Karangan Bunga Natal Tetap Segar dan Menawan Sepanjang Musim Perayaan

2. Menggunakan Mentega Dingin 

Menggunakan mentega dingin sangat membantu dalam mempertahankan bentuk kue kering saat dipanggang. Dengan begitu, kue akan mengembang dengan bentuk sempurna tanpa melebar berlebihan. Hasil akhir kue yang didapat juga cenderung lebih kokoh dan renyah. 

Sebaiknya potong mentega terlebih dahulu dan simpan di dalam kulkas sebelum dimasukkan ke dalam adonan. Bila menggunakan mixer, pastikan untuk mencampurkan mentega dingin dengan gula sampai tekstur berpasir. Setelah itu, tambahkan bahan-bahan lainnya. 

3. Menambahkan Tepung Sagu atau Maizena 

Tepung maizena mampu membuat adonan kue menjadi lebih rapuh dan mudah hancur saat dikonsumsi, sedangkan tepung sagu berfungsi untuk menambahkan kekenyalan ringan pada kue tanpa mengurangi tekstur renyah. 

Dengan begitu, menambahkan tepung sagu atau maizena ke dalam adonan merupakan keputusan yang tepat. Kedua jenis tepung tersebut mampu menghasilkan tekstur yang ringan dan renyah. Cukup tambahkan sekitar satu sampai dua sendok tepung ke dalam adonan agar kue yang dihasilkan lebih renyah. 

4. Tidak Terlalu Lama Menguleni Adonan 

Proses menguleni yang terlalu lama akan membentuk gluten yang lebih banyak pada kue. Dengan begitu, kue menjadi tidak renyah dan keras. 

Disarankan untuk mengaduk adonan hanya sampai semua bahan tercampur taya. Jika adonan masih terlalu lengket, cobalah untuk masukkan ke dalam kulkas agar adonan menjadi lebih mudah untuk dibentuk tanpa harus melewati proses pengulenan yang lama. 

5. Menambahkan Gula Pasir atau Gula Halus 

Jenis gula yang digunakan juga berpengaruh terhadap tekstur akhir kue. Menggunakan gula pasir akan membuat tekstur menjadi lebih renyah dan berpasir. Sementara itu, gula halus membuat kue menjadi lebih lembut. 

Sebaiknya sesuaikan pilihan jenis gula dengan hasil akhir yang diinginkan pada kue. Jika ingin tekstur yang renyah, gunakan gula pasir atau campuran gula pasir ditambah gula halus. 

6. Memperhatikan Suhu Oven 

Menggunakan suhu oven yang sesuai dengan panduan resep sangat penting untuk hasil kue yang kering dan renyah. Jika oven terlalu panas, akan membuat kue cepat cokelat di luar, tetapi belum matang sempurna di dalamnya. 

Pastikan untuk memanaskan oven terlebih dulu agar suhu oven tetap stabil. Biasanya suhu ideal untuk memanggang kue adalah sekitar 150-170 °C. Setelah itu, panggang kue kering sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dalam resep dan perhatikan bila permukaan kue mulai berwarna keemasan untuk memastikan kematangan yang sempurna. 

7. Menjaga Adonan Tetap Dingin 

Masukkan adonan kue yang telah siap ke dalam kuas selama 15 - 30 menit sebelum dibentuk. Adonan yang dingin akan menghindari mentega meleleh terlalu cepat saat dipanggang sehingga kue tidak akan melebar dan tetap renyah. 

Proses tersebut juga membantu kue menjadi lebih mudah untuk dibentuk dan menjaga kerenyahan teksturnya saat keluar dari oven. 

Baca Juga: Waktu Terbaik Memasang Pohon Natal: Ciptakan Suasana Liburan yang Penuh Kehangatan dan Kenangan Berkesan

8. Memperhatikan Jarak Antar Adonan 

Perhatikan jarak yang cukup antar adonan sehingga kue dapat matang dengan sempurna. Jika adonan terlalu dekat, panas tidak akan mengalir dengan baik dan membuat kue kurang matang atau terlalu lembab. Dengan begitu, mengurangi kerenyahan teksturnya. 

Perlu diingat bahwa memberikan jarak antar adonan haruslah konsisten, dari tempi sampai ke tengah sehingga kue kering tetap renyah dan tahan lama. 

9. Menggunakan Loyang yang Tepat 

Memilih loyang tepat ternyata juga sangat penting untuk menghasilkan kue kering yang renyah dan matang merata. Sebaiknya gunakan loyang datar tanpa tepi sehingga sirkulasi panas menjadi lebih baik dan kue matang secara sempurna. 

Jika diperlukan, penggunaan kertas roti atau silikon untuk melapisi loyang akan membuat kue tidak lengket dan matang sempurna. 

Editor : Candra Mega Sari
#kue kering #tips #renyah