Susu Full Cream vs Oat Milk, Mana yang Lebih Baik? Simak Penjelasan serta Perbedaan Kandungan Gizinya!
Ibnu Baihaqi• Rabu, 4 Desember 2024 | 07:00 WIB
Ilustrasi susu. (Dok. iStock/Carlosgaw)
JawaPos.com - Minuman yang kaya akan kalsium ini disukai oleh banyak orang. Bukan hanya diminum langsung, minuman berwarna putih ini sangat nikmat untuk dicampur dengan minuman lain seperti kopi dan cokelat.
Seiring perkembangan zaman, jenis susu semakin beragam. Bukan hanya susu hewan, namun terdapat olahan kacang-kacangan dan serealia yang dapat dijadikan pengganti susu.
Dari beberapa jenis susu, ada dua susu yang cukup populer, yaitu whole milk atau full cream dan oat milk. Keduanya memiliki nilai gizi dan kelebihannya masing-masing.
Full Cream lebih kental dari susu jenis lainnya. Susu ini memiliki rasa yang gurih, dan memiliki kandungan lima hingga delapan gram lemak jenuh setiap gelasnya. Sehingga susu ini kurang cocok untuk orang yang sedang melakukan program diet.
Susu yang sangat mudah ditemukan di pasaran ini memiliki kandungan protein, vitamin D, kalsium dan fosfor. Dilansir dari situs Halodoc, protein dalam susu full cream bermanfaat untuk orang yang ingin meningkatkan massa otot. Susu jenis ini memiliki harga yang lebih murah dibandingkan oat milk.
Meskipun memiliki segudang manfaat, tidak semua orang bisa mengonsumsi susu. Terdapat penyakit intoleransi laktosa atau umumnya dikenal sebagai "alergi produk susu". Namun manusia tetap membutuhkan nutrisi dari produk susu. Itulah mengapa tercipta produk pengganti susu yang terbuat dari tumbuhan seperti kacang-kacangan dan serealia.
Oat milk yang terbuat dari tumbuhan jenis serealia ini menjadi salah satu solusi untuk para pengidap alergi produk susu. Selain itu susu ini juga memiliki rasa khas yang enak bagi sebagian orang, dan sangat cocok sebagai bahan untuk kopi susu.
Meskipun memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan full cream, oat milk memiliki kelebihan yang tidak dimiliki susu full cream. Dilansir dari situs Halodoc, susu ini lebih rendah lemak, serta mengandung beta glukan. Zat ini mampu mengurangi kolesterol jahat, serta menurunkan risiko penyakit jantung.