Memilih makanan yang tepat saat diet juga menjadi suatu tantangan. Pada saat ini, kita ingin menjaga asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh tanpa mengorbankan nutrisi penting. Dengan begitu, buah-buahan dapat menjadi makanan yang baik untuk dikonsumsi. Tidak hanya mengurangi rasa lapar, buah juga bisa menaikkan metabolisme tubuh.
Buah-buahan mempunyai tiga kelebihan yang dapat mendukung proses penurunan berat badan, yaitu mengandung sumber serat, vitamin, dan mineral. Serat dapat membuat anda kenyang lebih lama sehingga mengurangi nafsu makan. Selain itu, vitamin dan mineral bekerja untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat diet agar kesehatan tetap terjaga.
Melansir dari situs layanan kesehatan alodokter.com, berikut ini merupakan tujuh jenis buah yang dapat anda konsumsi sebagai camilan sehat saat diet.
1. Pisang
Pisang seringkali dianjurkan untuk dikonsumsi saat menjalani diet. Buah satu ini dapat menunda rasa lapar sekaligus menaikkan tingkat metabolisme tubuh. Maka dari itu, cobalah untuk mengonsumsi satu buah pisang di pagi hari sebagai menu sarapan.
Saat diet, anda juga bisa mengonsumsi makanan seperti biasa, termasuk makanan manis. Namun, ngemil hanya boleh dilakukan pada sore hari dan dalam porsi yang wajar.
Baca Juga: Lima Mitos dan Fakta Salad untuk Diet: Ketahui Cara Memilih Bahan yang Tepat dan Sehat
2. Apel
Apel dianggap sebagai salah satu buah yang tepat untuk dikonsumsi saat menjalani program diet. Setiap 100 gram apel mengandung sekitar 3 gram serat dan 84 gram air. Kedua kandungan tersebut sangat baik untuk menjaga keseimbangan gula darah sehingga membuat tidak cepat lapar.
Selain itu, kandungan flavonoid bernama quercetin yang dimiliki oleh apel berperan sebagai antioksidan yang mampu melawan berbagai macam jenis kanker, memelihara kesehatan jantung dan paru-paru, serta mencegah terjadinya kerusakan sel.
3. Alpukat
Alpukat mempunyai kandungan lemak baik berupa asam oleat yang mampu mengurangi nafsu makan dan menunda rasa lapar. Lemak baik yang terdapat dalam alpukat juga mampu memelihara kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol darah.
Setiap 100 gram alpukat mengandung sekitar 15 gram lemak, 7 gram serat, serta berbagai macam vitamin dan mineral, yaitu vitamin C, vitamin B6, folat, dan magnesium.
Baca Juga: Diet Cacar Air: Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Mempercepat Proses Pemulihan yang Efektif
4. Melon
Melon memiliki kandungan air yang banyak dan rendah kalori. Dengan begitu, buah ini dapat mengontrol berat badan. Setiap 100 gram melon mengandung satu gram serat dan berbagai nutrisi, seperti zat besi, fosfor, kalium, vitamin C, dan vitamin lainnya.
Dianjurkan untuk mengonsumsi melon secara utuh atau dicampur dengan salad buah sehingga manfaat melon dalam menurunkan berat badan akan optimal. Namun, anda tidak boleh mengonsumsi buah ini terlalu banyak karena mempunyai kandungan indeks glikemik yang tinggi.
5. Semangka
Sama seperti melon, semangka juga memiliki banyak kandungan air dan rendah kalori. Serat yang terdapat dalam buah ini juga memberikan efek kenyang dan mengurangi nafsu makan.
Selain baik untuk diet, buah ini juga dapat menjaga kesehatan saluran cerna, mengurangi nyeri otot, meminimalisir terjadinya penyakit jantung, dan mencegah diabetes tipe 2.
6. Jeruk
Selain mengandung vitamin C, jeruk juga kaya akan serat dan rendah kalori. Maka dari itu, mengonsumsi jeruk saat diet akan memberikan rasa kenyang. Untuk memperoleh manfaat ini, disarankan untuk mengonsumsi jeruk secara utuh.
Selain itu, sebuah penelitian juga membuktikan bahwa jeruk dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama dan mengurangi rasa lapar saat dikonsumsi secara utuh dibanding diolah menjadi jus atau smoothie.
7. Jeruk Bali
Jeruk bali juga bisa dijadikan pilihan buah untuk dikonsumsi saat diet karena memberikan rasa kenyang lebih lama, khususnya bagi seseorang yang menjalani diet karena penyakit diabetes.
Mengonsumsi buah ini secara rutin selama bulan mampu menurunkan berat badan hingga 1,5 kg. Tidak hanya itu, jeruk bali juga dapat memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Namun, berhati-hatilah mengonsumsi buah ini, terutama ketika sedang menjalani pengobatan. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui efek jeruk bali terhadap obat yang sedang dikonsumsi.
Baca Juga: Tujuh Cara Memilih Tepung yang Tepat untuk Kesehatan dan Diet Ideal
Editor : Candra Mega Sari