Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Manfaatkan Kerindangan Akar Seribu sebagai Peneduh dan Tirai Alami: Dipangkas Dua Bulan Sekali, Media Tanam Campuran Sekam-Kertas Bekas

Sholeh Hilmi Qosim • Minggu, 24 November 2024 | 14:00 WIB

 

 

 

Manfaatkan Kerindangan Akar Seribu sebagai Peneduh dan Tirai Alami.
Manfaatkan Kerindangan Akar Seribu sebagai Peneduh dan Tirai Alami.

JawaPos.com - Ratusan sulur yang menjuntai dari batang tanaman menyerupai tirai alami menjadi ciri khas tersendiri. Menawarkan rasa teduh dan sejuk bagi siapa pun yang bercengkerama di bawahnya. Jika terawat dengan baik, akar seribu bisa memperkaya kesan estetis.

Begitu melangkahkan kaki memasuki gapura UPT SMP Negeri 2 Gresik akan langsung disambut dengan tirai alami. Berupa ratusan sulur dari akar seribu yang menyambut bak untaian salam. Tanaman dengan nama lain curtain ivy itu menjadi ciri khas sekolah yang berlokasi di Kebungson, Gresik Kota, tersebut.

Pada sejumlah sudut bangunan sekolah, tampak pula akar gantung menjuntai dan menjulur. Koordinator Lingkungan UPT SMPN 2 Gresik Sumiarsih menerangkan bahwa tanaman akar gantung merupakan bagian tak terpisahkan dari lingkungan sekolah. ’’Salah satu daya tarik utama di sekolah kami ini ya adanya tanaman akar gantung,’’ paparnya.

Salah satu spot tanaman akar seribu paling menenangkan terdapat di tengah bangunan sekolah. Ribuan sulur dari tanaman curtain ivy mengayun berumbai-rumbai mengayomi kolam ikan di bawahnya. Memperkuat kesan teduh serta estetis pada lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan KH Kholil tersebut.

Baca Juga: Ketahui Tujuh Tanaman Penangkal Nyamuk yang Ampuh Usir Si Pengisap Darah dari Rumah! Mulai Serai, Seledri, Lavender, hingga Kunyit

Batangnya tinggi menjulang hingga 4 meter menyentuh bangunan lantai 2 gedung sekolah dengan ribuan daun berbentuk melengkung lebat dan rindang di bagian atas. Saling memilin dan memintal menyerupai atap sengkuap. Menjadi peneduh alami yang menghalangi kolam ikan dari teriknya sinar matahari.

Tanaman tersebut tertancap dan bertumbuh dari sebuah pot di sudut kolam ikan. Media tanamnya menggunakan campuran antara tanah dan olahan kertas bekas.  ’’Untuk media tanam ini kami buat sendiri. Campuran dari sekam, sisa kertas, daun, ranting, dan sisa sayuran,’’ terang perempuan yang akrab disapa Asih tersebut.

   Disiram Dua Hari Sekali

   Perawatan tanaman akar seribu, menurut Asih, relatif mudah. Cukup disiram dua hari sekali. Sebab, tanaman akar seribu memiliki jenis batang berkambium yang sanggup menyimpan persediaan air lebih lama. Ditambah keberadaan sulur-sulur yang memanjang dari batang, selain menyerap udara, juga mampu menyerap uap air.

   Pemupukan dilakukan rutin tiga bulan sekali. Guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris tersebut tidak menyarankan pemberian pupuk terlalu sering. Sebab, hal itu bisa membuat tanaman mengalami rasa seperti terbakar.  ’’Di batangnya muncul bercak-bercak cokelat sama daunnya jadi gampang berguguran,’’ sambungnya.

  Rutin Dipangkas agar Sinar Matahari Menerangi Sekolah

Perempuan 48 tahun itu menyebut perawatan paling utama dalam memelihara tanaman akar seribu terletak pada pemangkasan sulur secara rutin. Pemangkasan bisa dilakukan dua atau tiga bulan sekali. Sebab, sulur dari akar seribu mampu tumbuh memanjang hingga dua sampai tiga meter dalam waktu dua bulan.  ’’Akarnya bisa tumbuh sampai 10 meter panjangnya kalau dari atas. Makanya, dua bulan sekali kami potong sepanjang 2 meter biar tidak mengganggu jalan,’’ terangnya. Proses pemangkasan dilakukan serempak oleh para peserta didik. Dengan begitu, nantinya didapatkan hasil pemangkasan yang rapi dan teratur.

Baca Juga: Tak Butuh Lahan Luas dan Perlu Sedikit Air, Kenali Tanaman serta Lokasi Pertanian Hidroponik di Tangerang Selatan

   Pemangkasan juga dapat mencegah akar terlalu rimbun dan tumbuh liar. Asih menambahkan, pemangkasan rutin juga diperlukan untuk mengatur intensitas cahaya matahari. Adanya sinar matahari berguna untuk menerangi lingkungan sekolah serta memenuhi nutrisi untuk kolam ikan. ’’Kalau terlalu rimbun, nanti jadinya nggak estetis. Malah cenderung suasananya jadi mencekam karena gelap,’’ ungkapnya.

   Pihaknya juga teratur memberikan eco-enzyme pada tanaman akar seribu. Hal tersebut mencegah pertumbuhan serangga maupun hewan liar di sekitar tanaman. Dengan begitu, anak-anak tetap aman ketika bercengkerama maupun berteduh di bawah naungan akar seribu. ’’Ini jadi spot favorit anak-anak kalau istirahat. Banyak yang pengin berteduh di sini karena sejuk,’’ tandasnya. (leh/ai)

Baca Juga: Kalahkan Cacar Air dengan Lima Tanaman Obat Alami Terbukti Ampuh Meredakan Gejala dan Percepat Penyembuhan

 

Editor : Hendra
#Akar Seribu #Peneduh #tirai