JawaPos.com - Bagi sebagian besar orang, menikmati segelas susu, mengkonsumsi hidangan yang terdapat keju, serta makan yoghurt mungkin tidak menjadi masalah. Namun, bagi orang yang mengalami laktosa intoleran, mengkonsumsi hidangan tersebut dapat membuat ketidaknyamanan terhadap sistem pencernaan seperti sakit perut, perut kembung, bahkan diare.
Laktosa Intoleran ini sebenarnya merupakan kondisi umum yang dialami oleh banyak orang. Walaupun terdengar sederhana, namun laktosa intoleran ini dapat menyebabkan ketidaknyaman bagi orang yang mengalaminya. Berikut informasi mengenai laktosa intoleran yang wajib anda ketahui.
Baca Juga: Lima Makanan dan Minuman Sumber Kalsium Alami Pengganti Minum Suplemen: Dari Susu, Ikan, dan Sayuran
Apa Itu Laktosa Intoleran?
Laktosa Intoleran merupakan kondisi seseorang mengalami gangguan pencernaan yang diakibatkan oleh sistem pencernaan yang tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Laktosa itu sendiri merupakan gula alami yang terkandung dalam susu dan produk turunanya seperti keju, yogurt, dan es krim.
Dilansir dalam halodoc.com, normalnya, orang memiliki enzim laktase yang cukup di dalam pencernaan. Enzim laktase ini mengubah gula alami dalam susu menjadi dua gula yaitu glukosa dan galaktosa yang diserap oleh tubuh melalui usus kecil. Namun, orang yang mempunyai laktosa intoleran tidak memiliki enzim laktase yang cukup di dalam tubuh sehingga gula alami dalam susu ini masuk ke usus besar tanpa dicerna dan akan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut seperti sakit perut, perut kembung, dan diare.
Terdapat tiga jenis laktosa intoleran. Pertama laktosa intoleran primer yaitu laktosa intoleran yang baru terjadi ketika anda dewasa. Pada jenis ini, orang yang mengalami laktosa intoleran masih memiliki enzim laktase yang cukup pada saat bayi, namun ketika beranjak dewasa enzim tersebut menurun drastis sehingga membuat anda mengalami laktosa intoleran pada saat dewasa.
Selanjutnya, laktosa intoleran sekunder yaitu orang yang mengalami laktosa intoleran karena adanya infeksi, cedera, atau bekas operasi yang mengakibatkan turunnya enzim laktase dalam usus kecil. Jenis selanjutnya adalah laktosa intoleran bawaan yaitu laktosa intoleran yang disebabkan karena adanya genetik yang dibawa oleh orang tuanya.
Gejala Laktosa Intoleran
Gejala yang dialami oleh orang yang mengalami laktosa intoleran ini biasanya terjadi 30 menit atau satu sampai dua jam setelah anda mengkonsumsi makanan atau minuman yang menjadi pemicu laktosa intoleran. Dilansir dalam halodoc.com, beberapa gejala yang ditimbulkan yaitu perut kembung, kram perut, perut berbunyi, dan sering buang angin.
Dilansir dalam alodokter.com, gejala lain yang ditimbulkan oleh orang yang memiliki laktosa intoleran adalah mual, sakit perut, hingga diare. Namun, anda tetap harus periksa ke dokter untuk memastikan bahwa gejala tersebut merupakan gejala laktosa intoleran dan bukan gejala alergi susu, sindrom iritasi usus besar, penyakit celiac, atau radang usus.
Makanan Dan Minuman Pemicu Laktosa Intoleran
Terdapat beberapa makanan dan minuman yang menjadi pemicu laktosa intoleran yang sebaiknya anda hindari atau kurangi konsumsinya. Pertama adalah susu sapi atau susu kambing. Dilansir dalam alodokter.com, susu sapi atau susu kambing memiliki glukosa tinggi sehingga anda dapat menggantinya dengan susu almond, kedelai, atau gandum.
Makanan selanjutnya yang harus anda hindari atau batasi konsumsinya adalah makanan dan minuman yang terbuat dari produk olahan susu seperti yoghurt. Anda dapat mengganti yogurt olahan susu dengan yogurt yang berasal dari kedelai atau kelapa. Selain itu, keju juga menjadi makanan pemicu laktosa intoleran. Anda dapat mengganti produk keju yang mengandung susu dengan keju bebas laktosa.
Selain susu sapi atau kambing, yogurt, dan keju, beberapa makanan pemicu laktosa intoleran lainnya yaitu es krim, kue, biskuit, coklat, mentega, roti, dan sereal. Produk yang mengandung susu tersebut dapat anda ganti dengan produk non dairy atau produk yang tidak mengandung susu hewani dan turunannya. Produk non dairy ini berasal dari sumber hewani yaitu biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Dengan mengkonsumsi produk non dairy ini anda dapat menjaga pencernaan anda tetap nyaman walaupun mengkonsumsi makanan tersebut.
Editor : Hendra