Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Teror Mayat Hidup yang Terinspirasi Kasus Kerangkeng Manusia, Film Zona Merah Gabungkan Cerita Zombi dan Fenomena Politik-Sosial Lokal

Shafa Nadia • Sabtu, 2 November 2024 | 18:05 WIB

Cast film Zona Merah. (Dok. Vidio)
Cast film Zona Merah. (Dok. Vidio)

 

JawaPos.com – Genre horor zombi mulai bangkit lagi. Setelah Hitam pada 2021, kini giliran Zona Merah bakal menebar teror. Serial tersebut berlatar sebuah desa di daerah Rimbalaya yang terjangkit wabah misterius. Siapa pun yang terkena wabah itu akan menjadi sesosok mayat hidup haus darah yang disebut mayit (bahasa Jawa dari mayat).

Zona Merah tak sekadar menawarkan teror zombi dengan sentuhan mitos Indonesia. Sutradara Fajar Martha Santosa dan Sidharta Tata juga memasukkan fenomena nyata sebagai inspirasi dalam membentuk cerita. Yakni, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin pada 2022.

Saat itu, aparat menemukan adanya kerangkeng yang dihuni manusia di rumah pribadi Terbit. Awalnya, kerangkeng itu disebut sebagai tempat rehabilitasi. Ternyata, ada pelanggaran HAM berat yang terjadi di sana, termasuk perbudakan.

’’Beritanya memang sudah lewat, tapi imajinasi tetap berlanjut. Lalu, kami modifikasi dan kembangkan untuk ditarik lebih besar lagi menjadi bertema zombi,” kata Fajar seusai special screening di Metropole XXI, Jakarta Pusat, (31/10).

Baca Juga: Debut Sutradara di Film Pangku, Sebuah Surat Cinta Reza Rahadian untuk sang Ibu Pratiwi Widantini Matulessy

Fajar dan Sidharta juga menyisipkan isu-isu lain, termasuk fenomena politik yang terjadi belakangan ini ke dalam serial Zona Merah. ’’Kami suka banget memasukkan hal-hal yang konteksnya lokal. Dari situ, kami juga meramu bagaimana respons masyarakat kita kalau ketemu mayat hidup,” papar Fajar.

Sebagai tokoh utama, ada Maya yang diperankan Aghniny Haque. Pengalaman Aghniny sebagai atlet taekwondo dan berperan laga rupanya cukup membantu. Sebagai Maya, aktris 27 tahun itu harus melakoni sejumlah adegan yang menguras tenaga. ’’Sangat menuntut stamina karena scene aksi dan adegan dikejar-kejar mayit yang rasanya riil karena seperti sedang mempertahankan hidup,” ungkap Aghni.

Sementara dari segi emosi, Aghniny juga butuh ruang untuk masuk ke karakter Maya. Sebab, kepribadian mereka berbeda. Aghniny yang telah membintangi lebih dari 15 film juga menyebut bahwa itu merupakan karakter baru baginya.

Serial Zona Merah turut dibintangi Devano Danendra, Andri Mashadi, Maria Theodore, dan Lukman Rosadi. Serial bergenre thriller action tersebut bakal tayang di Vidio mulai 8 November. (shf/c6/len)

Baca Juga: Adinia Wirasti dan Fedi Nuril Stres Lakoni Adegan Klimaks dalam Satu Kali Take di Film Bila Esok Ibu Tiada

Editor : Hendra
#zona merah #Zombi #film