JawaPos.com — Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya, begitupun dengan anime: jangan menilainya berdasarkan poster promosional atau dari desain karakternya saja, sebab bisa jadi isinya malah seram-suram, berbanding terbalik dengan gaya visual dan animasinya yang imut-menggemaskan.
Salah satu serial animasi yang patut diwaspadai berkaitan dengan adanya gap yang lebar di antara aspek visual dengan muatan-nya adalah Wonder Egg Priority, anime orisinal yang yang berhasil meraih penghargaan pada kategori Serial Animasi Drama versi AniTrend pada musim dingin 2021 lalu dengan mana serial ini sempat mengguncang jagad komunitas otaku saat itu.
Anime produksi Studio CloverWorks (The Promised Neverland, Her Blue Sky, Shadow House) yang naskahnya ditulis oleh Shinji Nojima dan diarahkan oleh Shin Wakabayashi ini pada permukaan memang terlihat seperti serial slice-of-life dengan subgrenre CGDCT (Cute Girls Doing Cute Things) biasa. Namun, jangan terjebak, sebab plot anime dengan empat tokoh utama perempuan ini tidaklah secerah-ceria poster promosionalnya; ceritanya malah bisa dibilang cukup gelap dan suram.
Penasaran, sesuram apa, sih, serial Wonder Egg Priority? Yuk, simak artikel berikut ini.
Telur Ajaib Pengabul Keinginan yang Dibagikan Secara Percuma, Nyata Ada atau Ada Maunya?
Mengutip situs MyAnimeList, serial Wonder Egg Priority dimulai dengan premis yang sangat surealis: di tengah kegelapan malam, Ai Ohto (VA: Kanata Aikawa), seorang siswi SMP yang berhenti pergi ke sekolah sebab sahabatnya, Koito Nagase (VA: Azusa Tadokoro), bunuh diri, sedang berjalan-jalan di lingkungannya; ketika si gadis dengan heterokromia itu sedang menguburkan bangkai seekor kunang-kunang, betapa terkejutnya Ai ketika mendapati dia berhadapan langsung dengan entitas bukan manusia yang menawarkan sebuah telur ajaib kepadanya.
“Pecahkan telur itu,” katanya, “telur itu akan mengabulkan apa pun permintaanmu.”
Meskipun Ai menyangkal bahwa dia benar-benar menginginkan sesuatu, tapi jauh di lubuk hatinya dia tahu apa yang sedang dicarinya: sahabatnya, Koito Nagase, hidup kembali. Akankah Ai memecahkan telur itu untuk mengejar keinginannya? Atau akankah dia memilih untuk menyangkal keinginan terbesarnya?
Begitulah serial ini secara semi-episodik mengikuti Ai dan tiga gadis lain—Neiru Aonuma (VA: Tomori Kusunoki), Rika Kawai (VA: Shuka Saito), dan Momoe Sawaki (VA: Hinaki Yano)—yang dibujuk untuk membeli "Telur Ajaib" dari mesin gachapon, atas permintaan dua pria yang mirip manekin: Acca (VA: Yûya Uchida) dan Ura-Acca (VA: Hiroki Takahashi).
Telur-telur tersebut diberikan secara gratis untuk pembelian pertama, dan dijanjikan akan mengabulkan apa pun yang para gadis tersebut inginkan. Namun, tidak ada yang lebih mahal daripada hadiah yang diberi secara cuma-cuma, sebab tidak ada makan siang gratis di dunia ini.
Telur-telur tadi kemudian menetas ketika para gadis tadi sedang bermimpi, dan berubah menjadi roh gadis-gadis muda yang telah mati bunuh diri. Dan para gadis hantu tadi tidak datang sendirian, trauma yang menyebabkan mereka mengakhiri hidup juga mengikuti mereka dan bermanifestasi sebagai entitas bukan manusia yang mengerikan.
Adalah tugas dari Ai dan ketiga gadis protagonis lain untuk melindungi para gadis yang menetas dari telur dan mengalahkan segerombolan monster yang disebut See-No-Evils dengan menggunakan senjata-senjata magis yang menjadi representasi emosi masing-masing selayaknya gadis penyihir.
Tapi, sampai kapan keempat protagonis Wonder Egg Priority ini harus bertarung dengan entitas-entitas bukan manusia itu di dunia mimpi mereka? Sampai menang, tentu saja.
Mampukah Ai, Neiru, Rika, dan Momoe mewujudkan keinginan terbesar mereka masing-masing? Benarkah janji yang diucapkan Acca dan Ura-Acca tentang terkabulnya permintaan mereka, atau itu hanya iming-iming belaka?
Menyoal Pandangan Orang-orang Tentang Ideal serta Isu-isu Psikologis dan Sosial Para Gadis Remaja
Wonder Egg Priority membuka jalan baru dengan membedah penderitaan yang unik, dan sering kali mengisolasi, yang datang dari menjadi seorang gadis remaja. Dan, penyebab penderitaan itu sering kali ditunjukkan oleh orang dewasa di sekitar para korban yang lahir dari telur. Orang dewasa yang merupakan pelaku langsung atau pendukung diam-diam, dan bagaimana dinamika kekuatan itu menyebabkan begitu banyak gadis bunuh diri.
Dunia ini seperti vampir: mereka yang berkuasa memangsa mereka yang terpinggirkan, yang sering kali merasa tidak berdaya untuk melarikan diri dari situasi masing-masing. Jika mereka melakukannya, mereka sering kali memilih untuk tidak hidup sama sekali, baik secara langsung melalui bunuh diri atau secara tidak langsung melalui perilaku merusak diri sendiri lainnya.
Secara tematis, topik bunuh diri dibuat dengan menambahkan elemen mistis-supranatural dan dikaitkan dengan karakter yang jahat tetapi bijaksana bernama The Temptation of Death dalam serial ini.
Kebenaran yang ingin disoroti oleh anime ini sangat sederhana: orang-orang, khususnya para remaja (utamanya para gadis), dibentuk menjadi wujud-wujud ideal oleh dunia tempat di mana mereka tinggal. Jika mereka tidak dapat menyesuaikan diri dengan dunia tersebut, mereka akan ‘dihukum’ dan dikucilkan. Kematian mereka sendiri pada akhirnya dipandang sebagai keniscayaan yang tragis, bukan tindakan aktif yang dapat dicegah dari pihak yang mengucilkan. Pun mereka yang berhasil beradaptasi dan selamat akhirnya menjadi penindas itu sendiri, demikian siklus itu terus berulang.
Pokok bahasan Wonder Egg Priority secara konsisten cukup berat. Isu terkait bunuh diri sudah menjadi bagian dari premis utama serial ini. Sepanjang cerita, berbagai masalah yang berkaitan dengan psikologis remaja serta hubungan di masyarakat dan sejuta hal lainnya turut bercampur dalam plot yang surealis.
Demikian, Wonder Egg Priority mencoba untuk menangkap berbagai isu terkini tentang perundungan, hubungan tidak sehat, pelecehan kuasa dan seksual, trauma, depresi, sampai dengan pikiran-pikiran untuk bunuh diri. Cukup suram untuk serial animasi dengan desain karakter yang imut dan menggemaskan, ‘kan?
Dalam kehidupan kita yang fana dan cepat berlalu ini, yang benar-benar dapat kita minta adalah pengertian dan kepedulian terhadap satu sama lain. Lebih dari mungkin, Wonder Egg Priority memahami hal itu pada tingkat yang sedikit lebih dalam dibandingkan anime-anime lain. Pada akhirnya, serial yang bisa anda saksikan melalui aplikasi Bstation atau BiliBili ini hanya meminta dua hal, yaitu lakukan yang terbaik dan saling menjaga antarsesama.
Editor : Hendra