Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Delapan Mitos Tentang Tato yang Paling Sering Didengar, Mulai Sebabkan Kanker hingga Tak Boleh Donor Darah

Alberta Dionny Natanuel • Rabu, 9 Oktober 2024 | 22:30 WIB

Ilustrasi seorang perempuan sedang membuat tato di lengannya. (Dok. Deposit Photos)
Ilustrasi seorang perempuan sedang membuat tato di lengannya. (Dok. Deposit Photos)

JawaPos.com - Sejak kecil kita sering ditakut-takuti oleh orang-orang yang lebih tua mengenai banyak hal tentang tato. Entah itu dicap sebagai anak nakal, tidak bisa donor darah, hingga dicap sebagai penjahat.

Mitos-mitos tersebut sudah berulang kali dibuktikan salah oleh seniman-seniman tato dan orang-orang dari bidang medis.

Apa saja mitos-mitos itu? Berikut informasi yang telah dihimpun JawaPos.com.

  1. Menyebabkan kanker

Dilansir dari Celebrity Ink, mitos ini kemungkinan berasal dari kepercayaan penyakit dapat ditularkan atau didapatkan dari darah. Tapi resiko ini dapat dihindari apabila seniman tato tidak berhati-hati dan tidak sering-sering membersihkan peralatannya. 

Sejauh ini tidak ada bukti yang mengatakan tato dapat menyebabkan penyakit atau kanker. 

Malah, ada penelitian yang membuktikan bahwa memiliki tato dapat meningkatkan jumlah antibodi pada tubuh.

  1. Tidak boleh donor darah

Dilansir dari No Regrets UK, mitos ini tidak sepenuhnya salah, karena setelah ditato kita tidak bisa langsung mendonorkan darah, alias ada jedanya. 

Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko penyakit menular dari darah, terutama apabila seniman tato kita bukan seniman bersertifikat atau berizin.  

Di Inggris, direkomendasikan menunggu sekitar empat bulan setelah tato dibuat. Tapi di negara-negara lain mungkin akan berbeda-beda masa tunggunya.

Baca Juga: Lima Rekomendasi Tempat Pijat dan Spa di Tangsel dengan Harga Terjangkau, Pilihan Tepat untuk Bersantai di Akhir Pekan

  1. Hanya untuk kriminal dan anggota geng

Secara historis memang tato sering digunakan sebagai tanda identifikasi anggota geng di penjara, tetapi bukan berarti semua orang yang bertato kriminal. 

Sekarang tato digunakan sebagai media mengungkapkan kreativitas diri. 

  1. Mempersulit mendapatkan pekerjaan

Untuk orang-orang bertato biasanya mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan karena pandangan konservatif. Tetapi tidak ada hukum yang menyatakan bahwa tato itu illegal. 

Walaupun begitu, perusahaan dapat menolak untuk mempekerjakan orang-orang yang memiliki tato juga. 

Maka dari itu, disarankan untuk tato di bagian tubuh yang mudah ditutupi. 

Baca Juga: Satreskrim Polres Tangsel Akan Tindak Tegas Oknum Guru Ngaji Yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Serua, Ciputat

  1. Tato itu tidak aman dan tidak bersih 

Untuk seorang seniman tato mendapatkan izin dan sertifikatnya, ia perlu melewati pelatihan dan ujian terlebih dahulu sesuai dengan aturannya yang ketat dari Departemen Kesehatan. 

Seniman tato harus selalu memastikan pos bekerjanya dan peralatannya bersih. Selain itu, semua jarum yang telah digunakan harus dibuang karena mereka hanya jarum sekali pakai. 

Seniman tato tidak diperbolehkan membersihkan jarum untuk digunakan lagi karena terdapat resiko infeksi yang sangat tinggi. 

  1. Semua tato itu menyakitkan 

Tato memang biasanya menyakitkan, tapi tidak semua tato memiliki tingkat sakit yang sama. 

Dilansir dari Mr Inkwell, lokasi-lokasi tubuh yang sensitif biasanya berada di perut, sisi samping tubuh, dan di atas tulang iga. Bagian tubuh lainnya biasanya tidak sesakit ketiga tempat tadi. 

  1. Orang-orang yang takut disuntik tidak akan suka ditato

Terdengar logis, tapi ternyata salah. Saat kita disuntik, jarum yang digunakan akan ditusuk lebih dalam daripada jarum tato, karena digunakan untuk mengambil darah atau memasukan obat. Sedangkan jarum tato hanya sampai ke beberapa lapis kulit saja. 

Selain itu, untuk ditato biasanya menggunakan setidaknya tiga jarum bersamaan untuk memasukan tinta warna. Tapi ada juga yang hanya menggunakan satu jarum, biasanya untuk menggambar garis tipis. 

Baca Juga: Uang Rp10.000 Emisi Lama Sudah Tidak Berlaku, Masyarakat Diberi Waktu untuk Menukar Yang Baru

  1. Tato akan memudar nantinya setelah kita tua

Kulit kita tentunya akan berubah seiringnya kita menjadi tua, tapi bukan berarti tato-tato kita akan menghilang atau memudar. 

Kualitas tato kita tergantung dari kualitas tinta yang digunakan pada saat digunakan. Tinta-tinta tato yang digunakan pada zaman modern ini jauh lebih bagus kualitasnya daripada tinta zaman dulu. Maka dari itu tato kita dapat bertahan lebih lama. 

Selain itu, kita juga dapat membantu tato kita bertahan lebih lama dengan jangan terlalu lama terkena sinar matahari langsung yang berlebihan. Atau melakukan touch up untuk memperbaiki tato-tato yang sudah memudar.

Editor : Hendra
#tato #mitos