Minggu, 26 Juli 2026
Logo

Sekitar 1 Jam dari Tangsel, Masjid Pintu Seribu Tawarkan Pengalaman Spiritual Lewat Lorong Gelap dan Relief 999

Rabu, 18 Jun 2025 | 10:00 WIB
Masjid Pintu Seribu atau Masjid Agung Nurul Yaqin, Periuk Jaya, Kec. Periuk, Kota Tangerang. (Dok. Google Maps)
Masjid Pintu Seribu atau Masjid Agung Nurul Yaqin, Periuk Jaya, Kec. Periuk, Kota Tangerang. (Dok. Google Maps)

JawaPos.com - Sekitar satu jam dari Tangerang Selatan (Tangsel), terdapat sebuah masjid unik dengan arsitektur yang mencuri perhatian. Namanya Masjid Pintu Seribu atau Masjid Agung Nurul Yaqin, yang terletak di Jl. Kampung Bayur, RT.003/RW.004, Periuk Jaya, Kec. Periuk, Kota Tangerang, Banten. Tempat ini menyimpan jejak sejarah dan spiritual yang mendalam.


Dibangun pada tahun 1978, masjid ini dikenal karena desainnya yang menyerupai benteng kuno. Dindingnya penuh dengan kaligrafi Arab dan ukiran angka 999, simbol 99 Asmaul Husna dan 9 Wali Songo. Pengalaman berkunjung ke sini bukan sekadar ziarah, tapi juga perjalanan batin yang unik.

Misteri dan Makna di Balik Lorong Gelap

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat pengunjung diajak masuk ke ruang gelap seperti gua. Dalam kegelapan total, pengunjung diajak berdzikir dan bermuhasabah, dipandu oleh petugas setempat. Suasana ini sengaja dirancang untuk mengingatkan akan sempit dan sunyinya liang lahat.

Lorong-lorong sempit dan gelap itu membentuk semacam labirin, yang menjadi daya tarik tersendiri. Tak jarang, pengunjung harus menunggu giliran atau minta ditemani pengurus agar tak tersesat. Suasana yang sempit dan lembab justru memperkuat nuansa religius tempat ini.

Tidak Hanya Berdoa, Tapi Juga Mendengar Cerita

Waktu terbaik mengunjungi masjid ini adalah saat siang menjelang sore. Jika datang terlalu pagi, kemungkinan pengurus belum siap mengantar berkeliling. Namun, sambil menunggu, pengunjung bisa duduk santai, ngopi di warung warga, dan mendengar cerita sejarah masjid ini dari generasi ke generasi.

Menurut salah satu penjaga, masjid ini awalnya dibangun dengan dana swadaya masyarakat. Pemerintah sempat ingin membantu pengembangan, tapi warga memilih mempertahankan pendanaan mandiri. Semangat gotong royong itu terasa kuat dalam setiap sudut masjid.

Akses Jika Ingin Berkunjung

Masjid ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun empat. Namun, mobil harus diparkir sekitar 800 meter dari lokasi, sedangkan motor bisa lebih dekat. Setelah tiba, pengunjung diminta mengisi buku tamu dan memberikan donasi seikhlasnya sebelum dipandu berkeliling.

Google Maps memang bisa digunakan, tetapi saat sudah masuk gang kecil, sebaiknya tanya arah ke warga sekitar. Beberapa pengunjung sempat diarahkan melewati jalur yang membingungkan, seperti area bekas pabrik busa. Jadi, pastikan tidak ragu bertanya agar perjalanan lancar.

Labirin, Relief, dan Sunset

Selain lorong gelap, area luar masjid juga punya labirin kecil yang bisa dijelajahi. Relief-relief yang menghiasi dinding menceritakan banyak makna spiritual, terutama tentang keesaan Allah dan sejarah para wali. Jika datang menjelang senja, suasana masjid jadi lebih magis, apalagi saat cahaya sunset menyelinap ke sela-sela bangunan.

Pengunjung juga bisa membeli makanan ringan atau minuman dari warung warga sekitar. Harga yang ditawarkan cukup ramah kantong, dan suasananya terasa akrab seperti kampung sendiri. Bahkan, beberapa komunitas sepeda sering menjadikan masjid ini sebagai titik akhir perjalanan mereka dari arah Bendungan Pintu Sepuluh.

Layak Jadi Wisata Religi

Meski kondisinya kini kurang terawat, banyak yang berharap masjid ini bisa diperbaiki tanpa menghilangkan keasliannya. Dengan potensi spiritual dan budaya yang kuat, tempat ini bisa dikembangkan sebagai wisata religi unggulan. Tentu akan berdampak baik juga bagi perekonomian warga sekitar. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
Sumber : Google Maps
Bagikan:

Artikel Terkait

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Segera Jadi PTNBH Pertama di Bawah Kemenag, SDM dan Aset Sudah Siap

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Segera Jadi PTNBH Pertama di Bawah Kemenag, SDM dan Aset Sudah Siap

UIN Jakarta ditargetkan menjadi PTNBH pertama di bawah Kemenag tahun ini. Rektor memastikan UKT tetap dan SDM serta aset telah siap.

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Remaja Tangsel, Terindikasi Tawuran di Terminal Pondok Cabe

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Remaja Tangsel, Terindikasi Tawuran di Terminal Pondok Cabe

Tim Patroli Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menangkap empat remaja dalam patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat.

KPK Bergerak di Tangsel! Saksi Kasus Bea Cukai Mangkir Pemeriksaan, Sudah Amankan 6 dari 17 Orang Tersangka

KPK Bergerak di Tangsel! Saksi Kasus Bea Cukai Mangkir Pemeriksaan, Sudah Amankan 6 dari 17 Orang Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut seorang saksi bernama Wahab dari Cahaya Pro tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia