Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Banten Tolak Sampah dari Tangsel! Dinas Lingkungan Hidup Serang Buka Suara

A
Penulis: Antara❯
Sejumlah pengendara melintas di tumpukan sampah yang berada di depan pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Selasa (06/01/2025). Tumpukan sampah yang mencapai tiga meter tersebut dikarenakan masih belum optimalnya TPA Cipeucang untuk menampung sampah dari Ta
Sejumlah pengendara melintas di tumpukan sampah yang berada di depan pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Selasa (06/01/2025). Tumpukan sampah yang mencapai tiga meter tersebut dikarenakan masih belum optimalnya TPA Cipeucang untuk menampung sampah dari Ta

JawaPos.com - Sejumlah warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, melayangkan protes keras dan menolak kelanjutan kerja sama pembuangan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPSA Cilowong karena dinilai merusak lingkungan dan menimbulkan bau menyengat.


Advertisement

"Kami menolak dan tidak mau menerima, karena baunya sangat mengganggu, tidak nyaman sekali," kata salah seorang warga Taktakan, Eneng, di Serang dikutip Antara.

Eneng mengungkapkan kekecewaannya karena kerja sama tersebut dinilai dilakukan sepihak tanpa persetujuan warga terdampak. Menurutnya, Pemerintah Kota Serang tidak pernah melakukan sosialisasi sebelum truk-truk sampah mulai beroperasi.

"Masyarakat mana yang menyetujui? Belum ada sosialisasi tahu-tahu sudah kerja sama. Bagaimana nasib kami?" ujarnya.

Advertisement

Senada dengan Eneng, warga Taktakan lainnya, Tabrani, mempertanyakan kejelasan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari kerja sama tersebut. Ia mendesak pemerintah untuk transparan mengenai pengelolaan air lindi yang mencemari lingkungan.

 

 

 

"PKS (Perjanjian Kerja Sama) itu sebelum terjadi pasti ada Amdal, dikaji dulu menguntungkan atau tidak buat masyarakat. Ini Amdalnya mana? Kami ingin dipaparkan, lindinya itu mau diapakan," kata Tabrani.

Advertisement

Tabrani menekankan bahwa kawasan Taktakan merupakan paru-paru Kota Serang yang seharusnya dijaga kelestarian nya, bukan justru dirusak dengan kiriman sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Warga memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kota Serang. Jika aspirasi mereka tidak didengar dan pengiriman sampah tetap dilanjutkan, mereka memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar.

"Kalau kerja sama tetap dilanjutkan, jelas kami menolak dan akan demo lagi," kataTabrani.

Menanggapi gejolak tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menyatakan pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel mulai Selasa sore ini.

 

 

 

"Maka untuk sore ini disetop dulu. Kami sudah kirim surat ke DLH Tangsel. Masukan masyarakat ini menjadi evaluasi bagi kami untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang guna menentukan kebijakan selanjutnya," kata Farach.

Sejumlah pengendara melintas di tumpukan sampah yang berada di depan pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Selasa (06/01/2025). Tumpukan sampah yang mencapai tiga meter tersebut dikarenakan masih belum optimalnya TPA Cipeucang untuk menampung sampah dari Ta
Sejumlah pengendara melintas di tumpukan sampah yang berada di depan pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Selasa (06/01/2025). Tumpukan sampah yang mencapai tiga meter tersebut dikarenakan masih belum optimalnya TPA Cipeucang untuk menampung sampah dari Ta

Advertisement

Artikel Terkait

Banten Target Pertahankan Juara Umum MTQ KORPRI Nasional

Banten Target Pertahankan Juara Umum MTQ KORPRI Nasional

Banten menargetkan kembali menjadi juara umum MTQ KORPRI Nasional 2026 setelah finis di posisi kelima pada edisi 2024.

Polda Banten Evakuasi 64 Jiwa dari TPA Jatiwaringin, Dampak Kebakaran Masih Dirasakan

Polda Banten Evakuasi 64 Jiwa dari TPA Jatiwaringin, Dampak Kebakaran Masih Dirasakan

Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengevakuasi 64 jiwa dari 33 kepala keluarga (KK) ke hunian sementara guna menyelamatkan warga dari dampak asap pekat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Ma

801 Sekolah Swasta Digandeng Ikuti Program Sekolah Gratis, Sekda Deden Apriandhi: Daya Tampung 60 Ribu Siswa

801 Sekolah Swasta Digandeng Ikuti Program Sekolah Gratis, Sekda Deden Apriandhi: Daya Tampung 60 Ribu Siswa

Pemerintah Provinsi Banten memperkuat jangkauan pendidikan dengan menggandeng 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK, dan SKh dalam program Sekolah Gratis pada tahun ajaran 2026/2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer