Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkot Tangsel Ajak Semua Sektor Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Jumat, 12 Des 2025 | 09:51 WIB
Dokumentasi Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Serpong, Senin (8/12).
Dokumentasi Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Serpong, Senin (8/12).

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi lintas sektor, edukasi masif, serta peningkatan layanan perlindungan bagi korban.


Asisten Daerah I Pemkot Tangsel, Chaerudin, menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran serius terhadap norma agama maupun hukum.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pelanggaran norma agama dan norma hukum yang berdampak luar biasa pada kesehatan fisik, mental, kemampuan sosial, hingga kondisi korbannya," katanya, (11/12).

Dia menilai bahwa isu kekerasan merupakan persoalan kompleks yang tidak bisa ditangani satu sektor saja. Menurutnya, perlu koordinasi menyeluruh antara sektor kesehatan, pendidikan, sosial, penegakan hukum hingga pemberdayaan ekonomi.

"Pemerintah daerah menekankan pentingnya koordinasi dan sinergitas lintas sektor. Ini menjadi pilar yang menentukan keberhasilan dalam memberikan layanan yang cepat, responsif, dan terintegrasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangsel, Cahyadi, menambahkan, kekerasan tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis, gangguan sosial, serta menghambat keberdayaan korban.

Karena itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan secara menyeluruh oleh seluruh elemen masyarakat. "Perlindungan terhadap perempuan merupakan komitmen yang harus dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, maupun masyarakat," jelasnya.

Cahyadi juga menekankan pentingnya edukasi sebagai strategi pencegahan utama. DP3AP2KB disebut terus memperluas jangkauan edukasi ke berbagai lembaga dan komunitas agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

"Pencegahan tidak akan efektif tanpa edukasi yang masif. Karena itu kami terus memberikan edukasi perlindungan perempuan dan anak kepada perangkat daerah, sekolah, universitas, organisasi keagamaan, serta masyarakat melalui sosialisasi langsung maupun platform digital," paparnya.

Pemkot Tangsel berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak di seluruh wilayah kota. 


Artikel Terkait

226 Anak Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB Sebut Akibat Konflik dengan Orang Tua

226 Anak Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB Sebut Akibat Konflik dengan Orang Tua

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten mencatat sebanyak 226 anak menjadi korban kekerasan psikis sepanjang tahun 2025, yang sebagian besar dipicu oleh konflik.

Pemkot Tangsel Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangerang Selatan menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Setu dan memastikan distribusi terus berlanjut.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia