Jumat, 17 Juli 2026
Logo

Tercatat 800 Anak Stunting di Tangsel Sepanjang 2025, Pemkot Gandeng Baznas Salurkan Bantuan Sembako

Kamis, 27 Nov 2025 | 06:09 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyerahkan bantuan Sembako dari Provinsi Banten di Kecamatan Ciputat, Selasa (25/11). (Dok. Humas Pemkot Tangsel)
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyerahkan bantuan Sembako dari Provinsi Banten di Kecamatan Ciputat, Selasa (25/11). (Dok. Humas Pemkot Tangsel)

JawaPos.com - Kasus stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus bertambah. Sepanjang 2025, tercatat masih ada 800 anak yang mengalami stunting. 


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel Cahyadi mengatakan, penanganan stunting dilakukan secara terukur berbasis data kesehatan.

"Sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 800 anak yang masih tercatat mengalami stunting di Kota Tangsel. Selain itu, ada 67 tambahan kasus baru hingga pertengahan tahun ini," ungkapnya, Rabu (26/11).

Cahyadi menyampaikan, faktor penyebab stunting beragam, mulai dari gizi, pola asuh, sanitasi, hingga lingkungan.

"Memang secara keseluruhan belum bisa kita akses secara bantuannya. Namun, skala prioritas sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB Kota Tangsel. Jadi mohon ibu-ibu yang akan mendapatkan bantuan dari provinsi maupun dari Baznas untuk menggunakan dan memanfaatkan sebaik mungkin," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Pemkot Tangsel bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan dana stimulan kepada 280 keluarga yang memiliki anak terindikasi stunting. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Tangerang Selatan.

"Ini adalah upaya percepatan Pemkot Tangsel dalam memulihkan atau mengurangi angka stunting. Ini upaya kita lakukan bersama-sama berkolaborasi antara Pemkot Tangsel dan Baznas karena program ini sejalan dengan program pusat, yaitu Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting)," terang Pilar.

Bantuan stimulan yang diberikan kepada keluarga penerima sekitar Rp400.000, ditambah paket sembako yang dihimpun bersama Baznas. Dia menambahkan, tahun ini bantuan diberikan kepada 280 keluarga yang terdata. Ke depan, jumlah penerima akan diperluas agar semakin banyak keluarga yang mendapatkan dukungan pemulihan.

"Ke depan kita terus tingkatkan jumlah penerimanya seperti itu supaya semua bisa mendapatkan manfaat itu," imbuhnya. 


Artikel Terkait

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Segera Jadi PTNBH Pertama di Bawah Kemenag, SDM dan Aset Sudah Siap

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Segera Jadi PTNBH Pertama di Bawah Kemenag, SDM dan Aset Sudah Siap

UIN Jakarta ditargetkan menjadi PTNBH pertama di bawah Kemenag tahun ini. Rektor memastikan UKT tetap dan SDM serta aset telah siap.

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Remaja Tangsel, Terindikasi Tawuran di Terminal Pondok Cabe

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Remaja Tangsel, Terindikasi Tawuran di Terminal Pondok Cabe

Tim Patroli Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menangkap empat remaja dalam patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat.

KPK Bergerak di Tangsel! Saksi Kasus Bea Cukai Mangkir Pemeriksaan, Sudah Amankan 6 dari 17 Orang Tersangka

KPK Bergerak di Tangsel! Saksi Kasus Bea Cukai Mangkir Pemeriksaan, Sudah Amankan 6 dari 17 Orang Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut seorang saksi bernama Wahab dari Cahaya Pro tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia