Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Kasus TBC di Tangsel Tembus 5.074 Penderita, 95 Orang Meninggal Dunia

Senin, 17 Nov 2025 | 16:28 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar.

Jawapos.com - Angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menunjukkan lonjakan signifikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel mencatat, hingga 9 November 2025 terdapat 5.074 warga mengidap TBC.


Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menyampaikan, ribuan kasus tersebut tersebar di seluruh wilayah Tangsel. Kecamatan Ciputat menjadi penyumbang tertinggi dengan 1.285 kasus, disusul Pamulang sebanyak 1.079 kasus. Berikutnya ditempati Pondok Aren 860 kasus, Serpong 767, Serpong Utara 576, Ciputat Timur 363, serta Setu 144 kasus.

"Dari 5.074 kasus itu, terdapat 95 orang meninggal akibat TBC," ungkap Allin kepada Jawa Pos, kemarin (17/11). Menurutnya, peningkatan jumlah kasus tidak sepenuhnya menunjukkan penularan yang makin meluas, melainkan keberhasilan deteksi dini dari fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan aktif yang dilakukan puskesmas dan tenaga kesehatan di tingkat wilayah membuat penderita lebih cepat teridentifikasi.

"Angka ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Semakin banyak yang terdeteksi, semakin cepat kita dapat mengobati dan memutus rantai penularan," ujarnya.

Dinkes Tangsel menegaskan komitmen menerapkan strategi temukan sebanyak-banyaknya, obati sampai sembuh dalam penanganan TBC. Pemerintah daerah mendorong masyarakat yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, atau keringat malam untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Semakin cepat diketahui, semakin tinggi peluang sembuh dan risiko penularan dapat ditekan," tambah Allin.

Selain deteksi dini, upaya pencegahan TBC dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Allin menegaskan bahwa kedisiplinan pasien memegang peran besar dalam keberhasilan pengobatan. 

Terapinya harus dijalani secara teratur selama rentang waktu tertentu dan tidak boleh dihentikan meski gejala mulai membaik. "Penderita TBC harus dipantau keluarga untuk memastikan obat diminum benar dan teratur sampai program pengobatan selesai," pungkasnya.

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Segera Jadi PTNBH Pertama di Bawah Kemenag, SDM dan Aset Sudah Siap

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Segera Jadi PTNBH Pertama di Bawah Kemenag, SDM dan Aset Sudah Siap

UIN Jakarta ditargetkan menjadi PTNBH pertama di bawah Kemenag tahun ini. Rektor memastikan UKT tetap dan SDM serta aset telah siap.

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Remaja Tangsel, Terindikasi Tawuran di Terminal Pondok Cabe

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Remaja Tangsel, Terindikasi Tawuran di Terminal Pondok Cabe

Tim Patroli Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menangkap empat remaja dalam patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat.

KPK Bergerak di Tangsel! Saksi Kasus Bea Cukai Mangkir Pemeriksaan, Sudah Amankan 6 dari 17 Orang Tersangka

KPK Bergerak di Tangsel! Saksi Kasus Bea Cukai Mangkir Pemeriksaan, Sudah Amankan 6 dari 17 Orang Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut seorang saksi bernama Wahab dari Cahaya Pro tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia