Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Pemkot Tangsel Genjot Program Cek Kesehatan Gratis, Baru Diikuti 342 Ribu Warga dan Pelajar

Jumat, 17 Okt 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi pengumuman cek kesehatan gratis kemenkes. (Instagram @kemenkes_ri)
Ilustrasi pengumuman cek kesehatan gratis kemenkes. (Instagram @kemenkes_ri)

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diluncurkan sejak 10 Februari 2025. Melalui program ini, Pemkot menargetkan 36 persen dari total 1,4 juta penduduk bisa mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sepanjang tahun ini.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, hingga 12 Oktober 2025, sebanyak 342.322 warga dan pelajar telah memanfaatkan layanan tersebut.

Berbagai penyakit dan kondisi kesehatan terdeteksi melalui program ini, antara lain tekanan darah tinggi, anemia, risiko jantung, kanker usus, kanker paru, hepatitis, tuberkulosis (TB), hipotiroid kongenital, gejala depresi, gula darah (diabetes), penyalahgunaan NAPZA, kanker leher rahim, thalasemia, PPOK, hingga kanker payudara.

"Untuk masyarakat umum, kasus terbanyak yang kami temukan adalah hipertensi dan risiko stroke," ungkap Allin. 

Dalam pelaksanaan CKG, Dinkes tidak hanya membuka layanan di puskesma tapi juga program CKG komunitas dengan sistem jemput bola sesuai permintaan warga. Meski berlangsung di berbagai fasilitas kesehatan, Allin memastikan tidak ada kendala berarti terkait alat kesehatan di Puskesmas. 

Program ini juga menyasar kalangan pelajar. Pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah dimulai sejak 4 Agustus 2025 dengan total sasaran 302.933 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Hingga kini, capaian sudah mencapai 132.688 siswa (43,8 persen).

Rinciannya, untuk SD sasaran sebanyak 167.029 siswa dengan capaian 91.522 siswa (54,8 persen). Sementara untuk SMP, dari 68.664 siswa, baru 29.136 siswa (42,4 persen) yang diperiksa.

Adapun di tingkat SMA, capaian masih 12.010 dari 67.240 siswa (17,86 persen). Terkait kendala di lapangan, Allin mengakui beberapa hambatan teknis masih terjadi pada proses input data ke aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).

"Masalahnya biasanya pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai, ada juga sekolah yang belum bisa memberikan NIK. Tapi ini masih berproses," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan di sekolah, karies gigi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada pelajar. Sekitar 15 persen siswa mengalami masalah pada gigi.

"Kalau di sekolah itu kebanyakan karies gigi. Kemudian ada juga anemia tapi masih di bawshnya, jadi gigi paling banyak masalahnya," imbuhnya. 


Artikel Terkait

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

Rekomendasi tempat makan di Tangerang Selatan (Tangsel) yang sangat cocok untuk menikmati makan siang dengan suasana nyaman dan pilihan menu yang beragam.

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Provinsi Banten pada periode 08 – 13 April 2026.

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan pindah kantor efektif mulai 30 Maret 2026.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia