Leony Tantang Benyamin Davnie! Inginkan Debat Terbuka dengan Wali Kota Tangsel dan DPRD, Sebut Gaji Anggota Hampir Rp 1 Miliar

JawaPos.com - Aktris Leony Vitria Hartati kembali bersuara. Dia mengkritisi penggunaan anggaran oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Melalui akun media sosialnya @leonyvh, menantang DPRD Tangsel dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie untuk debat terbuka.
Dikutip dari unggahan tersebut pada Jumat (26/9), Leony secara langsung menyenggol DPRD Tangsel dan Benyamin lewat akun media sosial masing-masing. Dia menyatakan bahwa dirinya bersama masyarakat Tangsel lainnya ingin debat terbuka terkait dengan penggunaan anggaran oleh Pemkot Tangsel dan DPRD Tangsel.
”Panggilan untuk @dprdtangselkota, ini masyarakat Tangsel mau dialog terbuka dengan pak walikota @benyamindavnie_official, bisa tolong segera diagendakan yaa… kami tunggu yaaa… yuk pada kerja yuk!,” tulis Leony dalam caption unggahan tersebut.
Tidak hanya itu, dalam unggah yang sama Leony menunjukkan anggaran gaji 50 anggota DPRD Tangsel tahun anggaran 2025. Dengan nilai mencapai Rp 46 miliar. Angka itu belum termasuk kebutuhan medical check up dan paket pakaian dan atribut untuk seluruh anggota DPRD Tangsel yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
”Jadi, per tahun gaji mereka Rp 921.132.035 per orang, belum plus baju dan medical check up mereka,” tulisnya.
Sebelumya, Benyamin Davnie sebagai wali kota Tangsel juga sudah buka suara berkaitan dengan kritik yang disampaikan oleh Leony belakangan ini. Dia menyatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi Pemkot Tangsel untuk terbuka kepada masyarakat berkaitan dengan penggunaan anggaran. Dia memastikan hal itu sudah dilakukan.
”Sebagai Wali Kota Tangerang Selatan, saya ingin menegaskan bahwa seluruh proses penyusunan anggaran dilakukan secara terbuka, partisipatif, berdasarkan aturan, serta melalui mekanisme pembahasan bersama DPRD dan telah diperiksa oleh Inspektorat serta BPK RI,” tulis Benyamin pada akun media sosialnya.
Namun demikian, dia tidak menampik bila ada persepsi, keresahan, bahkan pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Termasuk yang disampaikan oleh Leony secara terbuka. Dia memastikan akan terbuka dan tidak menutup diri atas kritik serta pertanyaan tersebut.
”Justru saya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk memberikan masukan dan kritik yang membangun. Segala aspirasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tangerang Selatan,” lanjutnya.






