Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Inflasi Turun Jadi 1,78 Persen, BPS Kota Tangerang Catatkan Indeks Terendah Sejak 2023

Rabu, 3 Sep 2025 | 10:42 WIB
Pemerintah Kota Tangerang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 13 Kecamatan sebagai upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Pemerintah Kota Tangerang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 13 Kecamatan sebagai upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan.

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang kembali mencatat prestasi positif di sektor perekonomian. Data terbaru menunjukkan penurunan indeks inflasi hingga 1,78 persen pada Agustus 2025.


Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, indeks inflasi bulan ini tercatat paling rendah pada periode yang sama dibandingkan tahun 2023 sebesar 2,82 persen, 2024 sebesar 2,48 persen, dan 2025 ada di 1,78 persen. Penurunan inflasi ini menandakan stabilitas perekonomian yang masih terkendali.

"Inflasi masih tergolong stabil dengan angka indeks yang mencapai 1,78 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 107,58," kata Ruta, kemarin (2/9).

Ruta menuturkan bahwa Pemkot Tangerang berhasil mengendalikan inflasi sesuai target nasional selama tiga bulan terakhir, yakni 1,58 persen (Juni 2025), 2,03 persen (Juli 2025), dan 1,78 persen (Agustus 2025).

Pihaknya terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam beberapa bulan ke depan.

"Beberapa komoditas yang masih menyumbang inflasi didominasi oleh bahan pangan pokok seperti daging ayam, minyak goreng, serta komoditas lain seperti emas, perhiasan, dan biaya sewa properti," terangnya. 

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Emas Perhiasan dan Pangan Pendorong Inflasi April, Harga Energi Global Berpotensi Tekan Indeks Harga Konsumen di Kuartal II 

Emas Perhiasan dan Pangan Pendorong Inflasi April, Harga Energi Global Berpotensi Tekan Indeks Harga Konsumen di Kuartal II 

Laju inflasi tahunan pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen. Kenaikan harga terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan komoditas utama pangan dan emas p

Intervensi BI Belum Mampu Dongkrak Rupiah, Pengamat Dorong BPS Terapkan Revisi Bertahap

Intervensi BI Belum Mampu Dongkrak Rupiah, Pengamat Dorong BPS Terapkan Revisi Bertahap

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menilai, tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia