Pemkot Tangsel Persilahkan Aksi Demonstrasi, Wali Kota Benyamin Davnie Harap Tidak Ada Perusakan Fasum

JawaPos.com - Di tengah maraknya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah, terutama Jakarta, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah antisipatif.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi undang-undang, namun dia mengingatkan agar aksi tidak disertai tindakan anarkis.
"Kalau ada kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan pendapatnya, monggo, silakan. Tapi saya berharap tidak ada perusakan terhadap fasilitas umum dan tidak ada tindakan represif dari aparat," tegas Benyamin di Puspemkot Tangsel, Ciputat, (1/9).
Dia juga mengingatkan warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang tidak jelas. Serta meminta para RT dan RW untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing.
"Saya dorong RT/RW untuk melakukan siskamling. Kalau ada anak-anak muda yang belum pulang, tolong segera konfirmasi ke polisi atau Babinkamtibmas," tuturnya.
Benyamin menyampaikan, situasi secara umum di Tangsel masih kondusif, meski sempat terjadi insiden penjarahan di rumah sejumlah tokoh masyarakat. Seperti Nafa Urbach dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berdomisili di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren.
"Memang ada penjarahan di beberapa rumah tokoh masyarakat kita. Tapi semalam sudah saya cek, dan alhamdulillah kondisinya kini aman," ujarnya.
Menanggapi rencana aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Tangsel, Benyamin menyatakan pihaknya siap menerima massa aksi. Menurutnya, penyampaian pendapat bukan hal tabu.
"Tapi tolong bantu kami, jangan sarana publik yang sudah dibangun dengan pajak masyarakat ini menjadi terganggu," ujarnya.
Terkait kegiatan belajar-mengajar, Benyamin memastikan tidak ada penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara massal. Hanya beberapa sekolah di sekitar lokasi demonstrasi yang mengalihkan pembelajaran ke sistem daring.
"Cuma beberapa SD di dekat Batan dan satu SMP yang PJJ, karena lokasinya dekat dengan titik aksi. Sekolah lain tetap berjalan normal," lanjutnya.
Benyamin juga memastikan tidak menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Tangsel. Seluruh layanan pemerintahan tetap beroperasi seperti biasa.
"ASN tetap kerja seperti biasa, nggak ada WFH. Semua berjalan normal," pungkas Benyamin.






