Serapan Anggaran Tangsel Baru 50 Persen, Sekda Bambang Noertjahjo Jelaskan Penyebabnya

JawaPos.com - Hingga pertengahan Agustus 2025, realisasi serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan baru mencapai sekitar 50 persen. Meski demikian, Pemkot tetap yakin target serapan anggaran hingga akhir tahun bisa tercapai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo menyampaikan, rendahnya serapan bukan berarti kegiatan pembangunan tersendat.
Faktor utama penyebab lambatnya serapan adalah perubahan mekanisme pengadaan barang dan jasa ke sistem e-katalog versi 6, sesuai regulasi terbaru.
"Versi 6 ini kan ada aturan baru, tapi sekarang prosesnya sudah berjalan," kata Bambang, kemarin.
Dia menjelaskan, serapan rendah juga disebabkan oleh pola pembayaran proyek infrastruktur yang umum di Tangsel. Para kontraktor jarang mengajukan uang muka dan lebih memilih pembayaran di akhir setelah pekerjaan rampung.
"Ini juga mempengaruhi tingkat realisasi. Yang pasti realisasi kita jaga, dipastikan ini tidak akan menganggu capaian target program," terangnya.
Menurut Bambang, serapan anggaran yang besar biasanya terjadi pada kuartal akhir karena mayoritas proyek fisik baru menyedot anggaran ketika progres fisik selesai dikerjakan. Mulai September sampai Desember realisasi anggaran akan meningkat. "Kami optimistis target bisa tercapai," lanjutnya.
Pemkot Tangsel juga memastikan transisi ke e-katalog versi terbaru sudah tuntas. Termasuk peningkatan pemahaman aparatur di lapangan bekerja sama dengan LKPP.
"Jadi tinggal kita kawal percepatan realisasi saja. Insya Allah program tetap aman, tidak ada yang terganggu," pungkasnya.






