Kondisi Air di Situ Cangkring Berubah Jadi Keruh dan Bau, DLH Kota Tangsel Telusuri Penyebabnya

JawaPos.com - Kota Tangerang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang tengah menyelidiki penyebab perubahan kandungan air di Situ Cangkring, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk.
Perubahan warna air yang menjadi keruh kehijauan disertai bau tidak sedap diduga akibat bangkai ikan yang mengambang di permukaan.
Keluhan dari masyarakat mulai muncul dua pekan terakhir. Awalnya, masyarakat melaporkan kejadian itu kepada DLH Kota Tangerang terkait temuan ikan mati di Situ tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH Kota Tangerang melakukan verifikasi lapangan pada 13 Agustus 2025, termasuk pengujian awal terhadap kadar pH atau tingkat keasaman dalam air.
Tidak hanya itu, pada 14 Agustus, DLH Kota Tangerang melibatkan tim khusus mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut. Tujuannya untuk memastikan kandungan air di Situ Cangkring.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Tangerang Deni Kuntjoro menyampaikan, pihaknya telah meninjau bantaran Situ Cangkring pada 25 Agustus, kemarin. Petugas DLH masih menelusuri pemicu perubahan kandungan dalam air Situ Cangkring dan akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran dari perusahaan yang berdiri di bantaran Situ.
"Limbah produksi juga kami telusuri. Kami sudah verifikasi ke lima perusahaan. Kalau ada indikasi pembuangan limbah, pasti kita tindak," tegas Deni.
Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, DLH juga akan mengambil sampel air tanah dari sumur milik warga yang tinggal di sekitar Situ Cangkring. Hal ini untuk memastikan keamanan air konsumsi dan menjawab keresahan warga.
"Kita juga akan ambil sampel dan uji laboratorium air tanah yang dikonsumsi warga setiap hari. Sebagai bentuk perlindungan dan respons terhadap kekhawatiran mereka," imbuh Deni.






