Selasa, 4 Agustus 2026
Logo

Angka DBD di Tangsel Terus Naik, Dinkes Gencarkan Pencegahan dan Pengendalian

Rabu, 27 Ags 2025 | 10:19 WIB
Petugas melakukan pengasapan atau fogging untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Petugas melakukan pengasapan atau fogging untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

JawaPos.com - Menjelang musim penghujan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga akhir Agustus 2025, kasus DBD hampir menembus angka 500 kasus.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menyampaikan, sejak 1 Januari hingga 24 Agustus 2025, tercatat sebanyak 493 kasus DBD terjadi di wilayah Tangsel. Angka tersebut mengalami kenaikan bertahap. 

Tercatat, per 18 Agustus jumlah kasus berada di angka 475. Kemudian meningkat menjadi 487 pada 22 Agustus, dan kini menyentuh 493 kasus hanya dalam rentang kurang dari sepekan.

Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar. Muhtamimah/Jawa Pos
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar. Muhtamimah/Jawa Pos

"Alhamdulillah dari 493 kasus ini, tidak ada yang meninggal dunia," kata Allin saat dikonfirmasi kemarin (26/8).

Berdasarkan data Dinkes, tren peningkatan kasus biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga Mei. Hal ini mengacu pada pola penularan DBD pada tahun sebelumnya.

"Penularan DBD biasanya naik saat musim hujan. Jadi kita harus bersiap sejak dini," ujar Allin.
Adapun rincian kasus DBD per bulan selama tahun 2025 yaitu Januari sebanyak 99 kasus, Februari 67 kasus, Maret 43 kasus dan April 57 kasus. Lalu Mei 50 kasus, Juni 53 kasus, Juli 54 kasus dan Agustus (hingga 24/8) ada 70 kasus.

Dinkes  terus menggencarkan berbagai program pencegahan dan pengendalian, mulai dari pemberantasan sarang nyamuk (PSN), 3M Plus yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas, gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan fogging di wilayah rawan penularan.

"Pemutusan rantai penularan ini perlu kolaborasi dan komitmen semua pihak. Mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat rumah tangga," tegas Allin.

Pihaknya juga mengajak masyarakat menjadi penggerak aktif di lingkungan masing-masing untuk melakukan pengecekan jentik secara berkala. "Kita bisa mulai dari rumah sendiri, dengan memastikan tidak ada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Peran Jumantik keluarga sangat penting," pungkasnya.

Petugas Dinkes melakukan PSN dan 3M untuk pencegahan DBD. (Istimewa)
Petugas Dinkes melakukan PSN dan 3M untuk pencegahan DBD. (Istimewa)


Artikel Terkait

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

Rekomendasi tempat makan di Tangerang Selatan (Tangsel) yang sangat cocok untuk menikmati makan siang dengan suasana nyaman dan pilihan menu yang beragam.

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Provinsi Banten pada periode 08 – 13 April 2026.

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan pindah kantor efektif mulai 30 Maret 2026.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia