Selasa, 4 Agustus 2026
Logo

Pondok Aren Tertinggi! 475 Kasus DBD Terjadi di Tangsel, Kadinkes Allin: Tren Cenderung Menurun

Jumat, 22 Ags 2025 | 16:02 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar saat diwawancarai terkait jumlah kasus DBD tahun 2025 di Puspemkot Tangsel, Kamis (21/8).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar saat diwawancarai terkait jumlah kasus DBD tahun 2025 di Puspemkot Tangsel, Kamis (21/8).

JawaPos.com - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum sepenuhnya reda. Hingga pertengahan Agustus 2025, jumlah kasus DBD sudah menembus angka 475 kasus, dengan sebaran tertinggi berada di Kecamatan Pondok Aren.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, angka tersebut tercatat dari periode 1 Januari hingga 18 Agustus 2025, dan tersebar di seluruh tujuh kecamatan di Tangsel. Paling tinggi di Kecamatan Pondok Aren sebanyak 112 kasus, Ciputat 81 kasus, dan Ciputat Timur 71 kasus.

"Sementara itu, di Kecamatan Pamulang tercatat 67 kasus, Serpong 62 kasus, serta Serpong Utara dan Setu masing-masing 41 kasus," ungkap Allin saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Ciputat, kemarin (21/8).

Menurut Allin, tren bulanan kasus DBD sebenarnya cenderung menurun. Namun dia tetap mewanti-wanti bahwa angka itu belum bisa dijadikan patokan, mengingat tahun belum berakhir.

"Kalau dilihat trennya memang turun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi ini masih Agustus, belum bisa kita pastikan sampai akhir tahun seperti apa," ujarnya.

Sebagai perbandingan, total kasus DBD di Tangsel pada 2024 mencapai 754 kasus, tahun 2023 sebanyak 420 kasus, dan pada 2022 sempat menyentuh 756 kasus. Adapun rincian kasus per bulan di tahun 2025 yakni Januari sebanyak 99 kasus, Februari 67 kasus, Maret 43 kasus dan April 57 kasus.

Kemudian pada Mei 50 kasus, Juni 53 kasus, Juli 54 kasus dan Agustus (hingga 18/8) ada 52 kasus. Dinkes Tangsel saat ini terus menggencarkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, serta Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik untuk menekan angka penyebaran.

Fogging atau penyemprotan, lanjut Allin, hanya dilakukan di wilayah yang memang ditemukan kasus, berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan petugas puskesmas bersama kader Jumantik.

"Para kader juga rutin melakukan silent survey, grebek jentik, dan edukasi ke warga agar jadi juru pantau jentik di rumah masing-masing. Kuncinya tetap di 3M Plus," pungkas Allin. 


Artikel Terkait

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

Rekomendasi tempat makan di Tangerang Selatan (Tangsel) yang sangat cocok untuk menikmati makan siang dengan suasana nyaman dan pilihan menu yang beragam.

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Provinsi Banten pada periode 08 – 13 April 2026.

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan pindah kantor efektif mulai 30 Maret 2026.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia