Antisipasi Beras Oplosan, Pemkot Tangsel Turunkan Satgas untuk Pengawasan

JawaPos.com- Menyikapi maraknya peredaran beras oplosan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan pengawasan ketat di pasar-pasar tradisional maupun toko-toko yang menjual beras. Langkah itu sebagai bentuk untuk mengantisipasi peredaran beras oplosan di wilayahnya.
"Saya sudah menerjunkan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satpol PP, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memeriksa langsung sampel-sampel beras di pasar-pasar tradisional maupun toko-toko yang menjual beras di wilayah Tangsel," kata Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Kamis (7/8).
Menurutnya, pengujian laboratorium menjadi salah satu metode penting untuk memastikan kualitas dan keamanan beras yang beredar. Pemkot Tangsel memiliki sekitar 5 sampai 6 pasar tradisional yang menjadi titik pemeriksaan utama.
"Saya berharap tidak sampai ada beras oplosan beredar di Tangerang Selatan. Namun, jika ditemukan, kami akan segera berkoordinasi dengan Kapolres untuk mengambil tindakan tegas," ungkapnya.
Benyamin menyampaikan, tim satuan tugas (Satgas) sudah dibentuk dan saat ini tengah melakukan pengecekan di lapangan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai temuan beras oplosan.
"Saya belum mendapatkan laporan hasil pemeriksaan dari tim. Tapi, nanti jika ada perkembangan, saya akan segera sampaikan kepada masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Tangsel Abdul Aziz, memastikan stok beras premium masih banyak dan tidak mengalami kelangkaan di toko ritel, swalayan, maupun pasar rakyat. Pihaknya telah melakukan monitoring ke toko ritel dan pasar, baik tradisional maupun modern.
"Beras oplosan dengan 24 merek itu sudah tidak beredar di pasar maupun toko ritel. Karena distributor beras tersebut sudah tidak ada. Kami sudah melakukan pengawasan sejak minggu lalu hingga minggu ini," pungkasnya.






