Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Ketersediaan Darah di PMI Tangsel Tercatat Ada 1.258 Kantong, Airin Rachmi Diany Jalin Kerja Sama Antarwilayah

Selasa, 29 Jul 2025 | 19:54 WIB
 Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany saat diwawancarai terkait ketersediaan darah di PMI Tangsel, kemarin (28/7).
 Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany saat diwawancarai terkait ketersediaan darah di PMI Tangsel, kemarin (28/7).

JawaPos.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan ketersediaan darah dalam kondisi aman. Berdasarkan data, saat ini stok darah sebanyak 1.258 kantong darah dari berbagai golongan.


Ketua PMI Tangsel Airin Rachmi Diany menyampaikan, ketersediaan darah di Kota Tangsel saat ini aman. Hal tersebut tidak terlepas dari tingginya antusias masyarakat dalam kegiatan donor darah.

"Sejauh ini aman. Cenderung paling banyak darah O. Kalaupun tidak ada, kita koordinasi dengan PMI seluruh wilayah Provinsi Banten," kata Airin di wilayah Serpong, kemarin (28/7).

Untuk mencukupi kebutuhan darah, PMI Tangsel juga melakukan kerja sama antarwilayah. Misalnya, dengan Kota Tangerang.

"Jadi gini, kita donor darah tanpa batas, kalau misalnya di Tangsel penuh, PMI Kota Tangerang bisa datang ataupun misalnya saat di kota juga penuh jadwalnya, bisanya kami datang. Bahkan pernah ada event kegiatan di Jakarta pun kita hadir," terang Airin.

Meski demikian, Airin mengakui bahwa pengumpulan darah saat bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, PMI Tangsel menggandeng sektor swasta dan pemerintah guna tetap menjaga pasokan darah tetap stabil.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan PMI. Terutama dalam isu kemanusiaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Banyak sekali program PMI yang selama ini mendukung Dinas Kesehatan. Ke depan harus diperkuat juga dengan dinas lainnya, termasuk di tingkat kecamatan. Supaya PMI makin dekat dengan masyarakat," ujar Pilar.

Pilar juga menyebut bahwa salah satu kebutuhan mendesak PMI adalah peremajaan alat. Khususnya yang berkaitan dengan penanganan darah dan kebencanaan. 

"PMI silakan beraudiensi dengan pemkot. Kita akan bahas apa saja yang bisa kami bantu, baik hibah maupun dukungan lainnya. Intinya, kami ingin penguatan kinerja PMI makin terasa hingga ke lapisan masyarakat paling bawah," imbuhnya. 

 

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Dari Total Penempatan Pekerja Migran IndonesiaI, Baru 3,1 Persen Lulusan Sarjana Bekerja di Pasar Global

Dari Total Penempatan Pekerja Migran IndonesiaI, Baru 3,1 Persen Lulusan Sarjana Bekerja di Pasar Global

Hanya 3,1 persen lulusan sarjana Indonesia bekerja di pasar global, meski terdapat 380 ribu job order dari luar negeri.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia