Senin, 27 Juli 2026
Logo

Idul Adha 1446 H: Pemkot Tangsel Hadirkan Makna Kurban bagi Warga

Minggu, 8 Jun 2025 | 11:01 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie diwawancarai awak media. (Muhtamimah/Jawa Pos).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie diwawancarai awak media. (Muhtamimah/Jawa Pos).

JawaPos.com - Peringatan Idul Adha 1446 H di Serpong berlangsung khidmat. Wali Kota Tangerang Selatan (Walkot Tangsel), Benyamin Davnie, bersama Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo, ikut melaksanakan Salat Id di Islamic Center Baiturrahmi. Mereka bergabung bersama warga dalam suasana yang penuh kekhusyukan dan rasa syukur.


Usai salat, Benyamin menyampaikan bahwa hari raya kurban adalah momen penting untuk merefleksikan keikhlasan dan ketaatan kepada Allah. Nilai yang diwariskan dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail harus menjadi pelajaran hidup. Kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi menyentuh sisi spiritual dan sosial umat.

Benyamin menekankan bahwa semangat kurban selaras dengan visi Kota Tangsel.

"Hal-hal tersebut juga sejalan dengan apa yang kita jabarkan di Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) lewat motonya cerdas, modern dan religius," ujarnya.

Nilai religius menjadi pondasi penting dalam arah pembangunan kota.

Kurban Sebagai Bentuk Kepedulian

Lebih dari sekadar ibadah, kurban juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama. Islam mengajarkan pentingnya berbagi kepada fakir miskin, sebagai bentuk solidaritas dan kasih sayang antarmanusia. Dalam momen ini, empati menjadi nyata, saat mereka yang berkecukupan berbagi dengan yang kekurangan.

Pemkot Tangsel mendistribusikan 36 sapi dan 66 kambing ke tujuh kecamatan. Hewan kurban disalurkan ke masjid, musala, dan pondok pesantren.

"Memang tidak semua kelurahan mendapatkan. Kita di masjid, musala, pondok pesantren seperti itu," kata Benyamin.

Benyamin berharap distribusi daging bisa menjangkau 10 hingga 15 ribu warga. Setiap orang diusahakan menerima sekitar dua kilogram daging. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah pada kesejahteraan dan pemerataan pangan saat hari besar keagamaan.

Meneladani Makna Kurban

Idul Adha juga menjadi ajang bagi umat Muslim untuk mengasah pengendalian diri dan kesadaran sosial. Tak hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego, keserakahan, dan kepentingan pribadi. Semua itu demi kehidupan akhirat yang lebih baik.

Di akhir kegiatan, Wali Kota Benyamin secara simbolis menyerahkan hewan kurban. Ini menjadi bentuk komitmen untuk terus hadir bagi masyarakat. Melalui Iduladha, semangat berbagi dan berkorban terus dihidupkan, tak hanya dalam kata, tapi juga perbuat (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
Sumber : tangerangselatankota.go.id, amalqurban.com
Bagikan:

Artikel Terkait

Kenapa Dilarang Puasa? Ini Makna Hari Tasyrik dalam Tradisi Islam Setelah Idul Adha

Kenapa Dilarang Puasa? Ini Makna Hari Tasyrik dalam Tradisi Islam Setelah Idul Adha

Hari Tasyrik adalah momen umat Muslim dilarang berpuasa. Yuk, pahami hikmah di balik anjuran menikmati hidangan kurban dan sejarah panjangnya di Mina.

Anti Alot dan Prengus! Ini 12 Cara Memasak Daging Kurban agar Empuk Sempurna

Anti Alot dan Prengus! Ini 12 Cara Memasak Daging Kurban agar Empuk Sempurna

Simak 12 trik mudah memasak daging kurban agar empuk, mulai dari teknik memotong hingga memanfaatkan bahan alami di dapur Anda.

Idul Adha Diperkirakan Berlangsung Serentak, Kementerian Agama Jadwalkan Sidang Isbat 17 Mei 2026

Idul Adha Diperkirakan Berlangsung Serentak, Kementerian Agama Jadwalkan Sidang Isbat 17 Mei 2026

Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan pelaksanaan sidang isbat pada 17 Mei. Menurut sejumlah analisis, Idul Adha tahun ini diperkirakan berlangsung serentak pada 27 Mei.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia